
"Ken, kau bikin aku jantungan saja." ucap Sagara yang langsung berbicara ketika Sekretaris Ken sudah berada di dekatnya.
"Hehe, maafkan saya ya, Tuan Muda." sahut Sekretaris Ken formal.
"Tapi kerjamu bagus sih."
"Terimakasih banyak atas pujiannya, Tuan Muda."
Sekretaris Ken kali ini mulai melihat ke arah pintu masuk yang di mana sudah ada anak buahnya yang berjaga di sana. Dia langsung memberikan aba-aba agar anak buahnya segera mendekat.
Dengan sigap kelima orang yang berpakaian rapi dengan setelan jas berwarna hitam mulai berlari kecil mendekat ke arah mereka.
"Suamiku, mereka siapa?" cicit Viona yang kini mulai memeluk lengan Sagara kembali seperti gadis yang ketakutan.
Bukannya menjawab, Sagara malah mencoba melepaskan tangan Viona dari lengannya tanpa suara.
"Nona Viona takut ya?" tanya Sekretaris Ken dengan lemah lembut.
"Iya," angguk Viona, "tapi boong, wlee, hahaha," tawa Viona meledak.
Sagara hanya memutar malas kedua bola matanya mendengar penuturan Viona.
'Aku kira gadis bodoh ini tidak bisa modus, ternyata dia bisa modus juga, hadeh. Eh, apa jangan-jangan orang yang bisa modus bukan cuma orang pintar aja ya, hm? Harus aku tanyakan ke para pakar-nya langsung nih.' batin Sagara.
Kelima laki-laki berpakaian hitam itu sudah berdiri di dekat mereka.
"Woah, keren banget kayak bodyguard-bodyguard di drama-drama Korea." ucap Viona takjub.
__ADS_1
"Nona Viona, silakan Nona ikut bersama kelima bodyguard ini ke rumah Tuan Muda Sagara. Nanti malam kami akan menyusul Anda." tutur Sekretaris Ken.
"Lho, apa Suamiku Saga nggak langsung pulang ke rumah bareng aku ya?"
"Tidak Nona. Tuan Muda dan Saya akan mengurus tentang pembebasan Nona Viola terlebih dahulu."
"Vio juga mau ikut."
"Maaf, Nona, Anda tidak boleh ikut."
"Pokoknya Vio mau ikut, mau ikut, mau ikut, mau ikut," ucap Viona sambil menghentak-hentakkan kedua kakinya seperti anak kecil.
"Tidak boleh." tegas Sekretaris Ken.
"Suamiku," kini Viona beralih ke arah Sagara yang langsung pura-pura sibuk dengan ponselnya.
"Ehem, kamu tidak boleh ikut. Turuti apa kata Sekretaris Ken, okay!"
"Aku nggak mau nurutin ucapannya Sekretaris Ken." geleng Viona kuat-kuat sambil terus mencengkeram erat lengan kiri Sagara.
"Kalau begitu kamu harus nurut sama perkataan Suamimu, o-o-okay," Sagara sedikit tergagap saat mendapati Sekretaris-nya sedang mendelik ke arahnya.
"Baik, Suamiku." jawab Viona riang sambil memeluk lengan Sagara.
"Hehehe," tawa Sagara kaku.
Sagara menatap ke arah Sekretaris Ken dengan pandangan orang yang merasa tidak enak. "Maaf," ucap Sagara tanpa suara.
__ADS_1
"It's okay." sahut Sekretaris Ken tanpa suara.
"Viona," Sagara mulai melerai tubuh Viona yang melekat pada lengannya.
"Iya, Suamiku."
"Cepat sana, kamu ikut pulang bersama bodyguard-bodyguardku!"
"Siap laksanakan, Suamiku." jawab Viona dengan tangan yang dia dekatkan ke kepalanya seperti seorang tentara yang sedang menjawab perintah dari atasannya.
"Berdiri!" ucap Viona pada dirinya sendiri.
Syut.
Tubuh Viona langsung berdiri tegak.
"Maju jalan! Kiri, kiri, kiri, kiri, kiri," ucap Viona sambil berjalan ala pasukan paskibraka saat keluar dari gedung ini.
"Hadeh, untung bukan aku yang lagi jalan bareng sama gadis jelek itu. Nggak kebayang kalau aku yang jalan sama Viona, bisa-bisa bakalan jadi tontonan gratis orang-orang nih." gumam Sagara pelan sambil memegangi kepalanya.
"Tuan Muda, Anda bilang apa hah?"
"Anu, itu anu...."
***
Tekan tombol like, simpan di favorit dan wajib komen next atau up demi level novel ini.
__ADS_1