
Pak Sofyan dan Bu Nadira saat ini tengah kebingungan karena Viola tidak ada di tempatnya saat ini, sementara acara pernikahannya dengan Sagara akan segera dimulai.
"Bagaimana ini, Pah?"
"Papa juga tidak tahu, Ma. Papa pusing." ucap Pak Sofyan sambil menjambak rambut rapinya.
"Jangan dijambak Pah rambutnya!" cegah Bu Nadira namun sia-sia saja karena sudah terlanjur berantakan.
"Papa harus bilang apa sama Tuan Sagara dan Tuan Awan?"
"Mana Mama tahu, Pah. Mama juga bingung mau jelasin kayak mana ke mereka berdua tentang keadaan ini."
Acara pernikahan tertunda cukup lama karena Pak Sofyan dan Bu Nadira belum muncul juga dengan calon pengantin wanita hari ini.
"Tolong kamu susul Pak Sofyan dan Bu Nadira ke ruangannya Viola, dan minta mereka bertiga untuk segera datang kemari. Acara pernikahan sudah harus segera dimulai. Jadwal Pak Penghulu padat dan tidak bisa menunggu terlalu lama lagi." ucap salah satu panitia kepada anak buahnya.
"Baik, Pak."
__ADS_1
Orang yang ditugaskan untuk menyusul Pak Sofyan dan Bu Nadira segera bergegas menuju ruangannya Viola.
Tok tok tok.
Pintu diketuk beberapa kali lalu langsung dibuka oleh orang itu.
"Tuan, tolong segera datang ke aula utama bersama dengan mempelai wanita karena acara akad nikah antara Nona Viola dan Tuan Saga akan segera dimulai." ucapnya memberi tahu.
"Waduh, bisa tidak kalau diulur lebih lama lagi? Anak perempuanku tidak ada ditempatnya dan sampai saat ini belum ditemukan."
"Apa!"
"Baik, Tuan." angguknya cepat.
Dengan langkah tergesa, laki-laki itu segera kembali ke aula utama dan mengabarkan berita terbaru bahwa Viola tidak ditemukan di manapun.
Dalam sekejap semua orang yang ada di gedung B ini yang sedang menghadiri acara pernikahan Viola dan Sagara saling berbisik satu sama lain tentang hilangnya sang mempelai wanita.
__ADS_1
"Ini kayaknya si pengantin wanita kabur deh." tebak mereka.
"Kabur gimana, Jeng?"
"Ya kabur dari pernikahan ini kayak di film-film. Bisa jadi kan kalau Viola kabur dengan pacarnya karena tidak mau dijodohkan dengan Tuan Sagara."
"Iya juga sih. Secara Viola itu cantik dan berbakat, pasti banyak sekali laki-laki yang mengejar-ngejarnya. Ditambah lagi calon suaminya cacat kayak gitu, wajar aja sih kalau Viola sampai kabur." cemooh mereka yang diam-diam menyalahkan kecacatannya Sagara sebagai penyebab kaburnya Viola dari pernikahan ini.
"Bener banget, Jeng. Saya juga setuju aja sih sama keputusan Viola yang kabur dari acara pernikahan ini. Kalau anak saya yang dipinang sama Tuan Sagara juga akan saya tolak mentah-mentah."
"Kasihan ya Viola, gara-gara perusahaan Ayahnya mau bangkrut, dia dikorbankan untuk menyelamatkan perusahaan Ayahnya. Masih mending kalau nikahnya sama CEO ganteng dan sehat lima sempurna seperti di novel-novel online. Seiring berjalannya waktu kan bisa bucin. Lha ini dinikahinnya sama orang yang cacat, ya pasti hancur banget hatinya Viola."
"Iya, kasihan banget ya. Itu juga Tuan Sagara nggak ada malunya apa meminang gadis penuh talenta seperti Viola." ejek mereka sambil melihat jijik ke arah Sagara.
Sekretaris Ken yang mendengar semua cemoohan itu mulai memindai wajah-wajah orang yang telah menjelek-jelekkan majikannya. Dia berniat untuk memberikan pelajaran kepada mereka semua seperti yang telah diperintahkan oleh Tuan Muda Sagara tempo dulu saat merasa risih digunjingkan oleh semua orang gara-gara kakinya lumpuh.
***
__ADS_1
Tekan tombol like, simpan di favorit, dan wajib komen next atau up demi naiknya level novel ini.
Author senang, kalianpun ikut senang karena bisa menikmati cerita ini gratis sampai tamat.