CEO Panas Suamiku

CEO Panas Suamiku
Viona Menggantikan Tempat Viola


__ADS_3

"Sudah, cup, cup, cup, jangan nangis lagi ya, Ken. Nanti setelah aku menikah dengan Viola, kamu kan bisa kenalan dengan Viona. Biar nanti aku minta Viola untuk mengundang adiknya setiap hari ke rumahku agar kamu bisa bertemu dengan pujaan hatimu." hibur Sagara.


"Dan juga bidadari hatiku, Tuan." lanjut Ken.


"Iya, iya, pokoknya itulah." angguk Sagara. "Tapi yang jadi permasalahannya, aku akan gagal menikah dengan Viola, hahaha," kikik Sagara membuat Ken menangis dalam hati kembali.


***


Beberapa puluh menit kemudian Pak Penghulu yang mempunyai jadwal yang sangat padat merayap tidak bisa lagi menunggu terlalu lama di gedung ini. Dia harus segera pergi mendatangi tempat pesta pernikahan yang lainnya.


"Maaf, Pak. Saya tidak bisa menunggu terlalu lama lagi. Banyak pasangan muda-mudi yang harus saya nikahkan hari ini."


"Tolonglah, Pak. Jangan pergi dulu. Tunggulah beberapa saat lagi. Saya yakin sebentar lagi Nona Viola akan segera ditemukan." cegah Sekretaris Ken.


"Maaf, Pak. Saya harus pergi." tegas Pak Penghulu itu tidak bisa diganggu gugat.


"Saya bayar lebih deh asal Bapak jangan dulu pergi." ucap Sekretaris Ken.

__ADS_1


"Dibayar lebih pun aku tetap akan menolak karena ini taruhannya nama baik para pasangan dan keluarga yang akan menikah hari ini. Merek sudah buat pesta yang meriah jika tidak jadi menikah maka mereka akan menanggung malu."


"Ya, sudah. Daripada begini terus mending kita ganti saja pengantin wanitanya dengan gadis yang lain. Kalau pernikahan Sagara gagal, maka dia akan menanggung malu juga. Ditambah sudah banyak tamu yang jenuh menunggu di gedung ini." ucap Awan menengahi.


"Hah! Diganti? Yang benar saja, Tuan. Apakah semudah itu mencari seorang pengganti dengan waktu yang mepet seperti ini?" tanya Sekretaris Diana yang pura-pura terkejut dengan saran dari Awan.


"Betul apa kata Sekretaris Diana, Tuan." timpal Sekretaris Ken menyetujui pendapat Sekretaris Diana.


"Tentu saja tidak sulit mencari pengganti dari Viola, kan masih ada adiknya yaitu Viona. Kita jadikan saja Viona sebagai pengganti dari Viola yang tiba-tiba hilang entah kemana. Toh sama aja kan. Sama-sama anaknya Tuan Sofyan dan Bu Nadira dan sama-sama perempuan juga kan?" cetus Awan.


"Betul, betul, betul." sahut kedua orang tuanya Viola dan Viona yang langsung menyambut baik rencananya Awan yang ingin menikahkan Sagara dengan Viona saja.


"Baik, Tuan Awan." jawab Pak Sofyan sambil membungkukkan tubuhnya sekilas ke arah Awan.


"Bagus."


Kini Awan mulai beralih ke arah Pak Penghulu. "Pak, kalau menunggu beberapa menit lagi masih bisa kan?"

__ADS_1


"Iya, masih bisa. Asalkan sebelum jam sepuluh saya sudah harus meninggalkan tempat ini."


"Baiklah kalau begitu. Saya pastikan sebelum jam sepuluh, Bapak pasti meninggalkan tempat ini. Nanti biar supir saya saja yang mengantarkan Bapak ke tempat yang selanjutnya. Dia jago nyupirnya."


"Terimakasih banyak, Tuan Awan."


"Sama-sama."


Sagara yang duduk tidak jauh dari tempat mereka berkerumun hanya bisa mengepalkan kedua tangannya karena merasa kesal harus menikah dengan Viona.


"Ini pasti sudah direncanakan oleh Awan sejak dulu." gumam Sagara yang langsung bisa menebak kalau acara pernikahannya hari ini berantakan gara-gara ulah Awan.


***


Tekan tombol like, simpan di favorit, dan wajib komen next atau up demi level novel ini.


Author senang, kalianpun ikut senang.

__ADS_1


Jangan pelit jempol oke biar cerita ini tetap lanjut.


__ADS_2