
Warning 18+ ya.
Bagi yang memiliki pengalaman buruk yang serupa diharapkan seeeeeekiiiiiiiiiiiiiiip oke🙏
Selamat membaca dan selamat mengskip bagi yang diskip.
***
*
*
*
Penjahat yang mendapatkan giliran pertama untuk menikmati tubuh Viola semakin dekat dengan mobil hitam itu yang memang dijadikan tempat untuk menodai gadis cantik itu.
Tangan kekar dengan tato kapak 121 menghiasi punggung tangan penjahat itu yang saat ini tengah berusaha untuk membuka pintu mobil.
Brakk!
Pintu mobil telah berhasil dibuka oleh penjahat itu.
Viola terkesiap dengan perasaan yang bercampur takut di dalam relung hatinya.
__ADS_1
"Mmmmm mmmm mmmm," ucap Viola yang sedang berusaha memberitahu bahwa dirinya tidak mau diperk*s* oleh mereka.
"Mmmmmm mmmm mmmm." tutur Viola lagi yang sedang mengatakan bahwa dirinya minta dibebaskan.
Meski Viola masih ditutup kedua matanya, namun gadis itu bisa tahu bahwa penjahat itu sudah mulai masuk ke dalam mobil. Yang bisa Viola lakukan hanya bergeser ke arah pojok kanan untuk memberi jarak antara tubuhnya dengan penjahat itu.
Tapi percuma saja. Penjahat itu kini semakin mepet kepada Viola dan membuka penutup mata gadis itu sekaligus membuka lakban yang menutupi mulutnya Viola.
"Manis, sebentar lagi aku akan memberikan pengalaman yang luar biasa kepadamu. Kamu jangan banyak berontak ya! Kamu nikmati saja semua pergerakanku, oke!" ucap Penjahat itu.
"Pergi! Jangan dekati aku!" pekik Viola yang saat ini semakin mepet ke arah pintu mobil yang berada di sisi kanan.
"Jangan kayak gitu cantik, kamu jadi anak yang baik ya!" pinta penjahat itu lemah lembut.
Kini penjahat itu mulai menerkam Viola, namun Viola yang tidak mau dinodai oleh penjahat itu mencoba mempertahankan dirinya dengan cara menghindari setiap serangan yang penjahat itu lakukan.
"Aaaa!" teriak penjahat itu kesakitan saat digigit.
Penjahat itu yang kekuatannya jauh lebih besar dibandingkan dengan Viola bisa melepaskan dirinya dengan sangat cepat dan plakk.
Suara tamparan yang sangat keras memenuhi ruangan di dalam mobil ini.
"Aaaa!" pekik Viola yang kesakitan saat mendapatkan sebuah tamparan di pipi mulusnya.
__ADS_1
Para penjahat yang sedang menunggu gilirannya di luar mobil sedang cekikikan mendengar suara teriakan temannya dan juga teriakan Viola.
"Pasti mereka lagi pukul-pukulan dulu tuh, hahaha,"
"Iya, kayaknya, hahaha,"
"Ternyata menjadi orang yang mendapatkan giliran pertama repot juga ya. Hahaha," ucap Andi yang kini tidak terlalu kesal karena mendapatkan nomor urut yang paling bontot.
"Iya, hahaha," gelak rekan yang lainnya.
Suara teriakan Viola terus terdengar dari luar mobil.
"Itu si Badri main kasar apa ya?" tanya salah satu penjahat yang penasaran karena suara teriakan Viola terus terdengar.
"Jelas main kasar lah. Kalau main lembut namanya suka sama suka, mau sama mau." sahut Andi. "Hahaha," gelaknya.
"Oh iya ya,"
Jess gujess gujess jess gujess gujess.
Suara dering ponsel salah satu penjahat terdengar nyaring.
"Eh cepet angkat tuh telepon!" cetus Andi.
__ADS_1
"Iya iya," penjahat yang ponselnya berdering segera mengambil hapenya yang ada di dalam saku celana. "Dari si Bos nih," ucapnya memberikan informasi kepada rekan yang lainnya.
Tanpa pikir panjang, penjahat itu segera mengangkat panggilan telepon itu.