
Mobil merah Sagara mulai semakin dekat dengan kedua bocah cilik itu yang ternyata adalah sepasang kakak beradik yang bernama Viola dan Viona.
Tiba-tiba tubuh Viona terlempar ke tengah-tengah jalanan aspal setelah sebelumnya didorong oleh Viola.
Sagara yang kaget saat melihat tubuh Viona di tengah jalan langsung menginjak rem mobilnya.
Ckiiitt!
Namun naas, mobil itu masih melaju dengan kecepatan tinggi meski sudah di rem.
Brakkk!
Tubuh Viona tertabrak oleh mobil Sagara dan membuat tubuh gadis cilik itu terpelanting naik ke atas body mobil Sagara dan meninggalkan noda jejak-jejak darah di kaca mobil dan body mobil bagian atasnya.
Setelah itu tubuh Viona meluncur turun ke atas jalan aspal dengan tekanan yang begitu kuat dan menambah cidera yang diderita oleh gadis kecil itu.
Mobil Sagara akhirnya berhasil berhenti namun itu percuma saja karena tabrakan maut itu telah terjadi.
"Hossh, hossh, hossh," napas Sagara memburu setelah dirinya menabrak tubuh Viona dengan mobilnya.
__ADS_1
Kedua tangan pemuda itu saat ini sedang bertumpu ke bagian setir mobil ini. Diliriknya kaca spion yang menampilkan keadaan di arah belakang.
Dapat Sagara lihat dengan jelas, tubuh Viona yang sudah tergeletak tidak sadarkan diri di atas jalanan aspal dengan darah yang menggenang di sekitar area kepala gadis kecil itu.
Tanpa pikir panjang, Sagara mulai menginjak kembali pedal gas mobilnya untuk pergi menjauh dari tempat ini.
Pemuda itu yang saat ini sedang dilanda kepanikan segera kembali ke rumahnya dan langsung memasukkan mobil miliknya ke dalam garasi mobil di rumah ini.
"Aku tidak mau masuk penjara." gumam Sagara yang saat ini sedang menelungkupkan wajahnya diantara kedua tangannya yang tertekuk di atas kemudi mobil.
Pemuda itu langsung bangkit dan membuka pintu mobilnya, lalu turun dari atas mobil ini.
Keadaan Sagara saat ini sangat kacau, tapi dia berusaha sebaik mungkin untuk terlihat biasa saja di depan semua orang.
Tangan gemetarnya, dia sembunyikan di dalam saku celananya.
"Syukurlah, Tuan Muda sudah kembali." ucap Pak Jang yang merasa lega saat melihat Sagara dalam keadaan baik-baik saja.
"Hm," angguk Sagara singkat dan langsung memilih untuk berlalu dari hadapan laki-laki itu.
__ADS_1
Sebelum berhasil masuk ke dalam kamarnya, Kenzo remaja mencegat langkah pemuda itu.
"Tuan Muda, Anda tidak apa-apa kan?"
"Aku baik-baik saja, Ken." sahut Sagara singkat dan langsung mencari jalan lain tapi langkahnya kembali dihalangi oleh Kenzo.
"Tolong ... jangan halangi jalanku, Ken!"
"Aku hanya mengkhawatirkan keadaanmu saja, Tuan Muda. Apakah ada sesuatu hal yang buruk menimpamu?"
"Tidak ada." tandas Sagara. "Awas minggir!" seru pemuda itu kepada Asisten pribadinya.
Kenzo hanya bisa melepas kepergian Sagara dengan pandangan yang khawatir.
"Semoga tidak ada hal buruk yang menimpa, Tuan Muda Saga." harap Kenzo remaja.
"Tapi ... kenapa perasaanku hari ini tidak enak sekali ya? Apa Bunda baik-baik saja di RSJ? Ah ... sebaiknya besok aku meminta ijin cuti kepada Tuan Bhumi agar bisa menjenguk Bundaku." gumam pemuda itu yang kini mulai melanjutkan langkahnya ke arah ruang kerja Tuan Bhumi dengan sebuah kliping biru di tangan kanannya.
To be continued.
__ADS_1
***