CEO Panas Suamiku

CEO Panas Suamiku
Cari Hotel Terdekat


__ADS_3

POV Awan


Saat ini aku sudah berada di dalam mobilku sendiri bersama dengan Sekretaris cantikku yang bernama Diana.


Aku sangat puas sekali melihat raut wajah Adik-ku yang muram setelah aku ejek dengan kata-kata yang halus.


"Tuan Awan," Sekretaris-ku yang saat ini sedang menyetir mobil memanggil namaku.


"Ada apa, Di?" tanyaku.


"Apakah Tuan benar-benar akan menikahkan Tuan Muda Saga dengan Viola?"


"Kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti itu?"


"Aku hanya penasaran saja. Kenapa Tuan Awan malah memberikan seorang gadis yang memiliki kualifikasi yang bagus untuk Adik Tuan yang sudah cacat."


"Hahaha," aku tergelak mendengar penuturan dari Sekretaris-ku ini.


"Kenapa Anda malah tertawa, Tuan?" tanya Sekretaris-ku dengan nada bicara sedikit kesal.


"Apa kamu pikir Aku akan memberikan barang yang bagus untuk Adik-ku itu, hm?"


"Siapa yang tahu," sahut Sekretaris-ku sambil mengangkat kedua pundaknya singkat.


"Hahaha," tawaku meledak lagi.


"Hiss, cepat jawab, Tuan!" pintanya dengan nada suara yang manja dan menggoda.


"Jangan bersuara manja seperti itu, Di!"


"Memangnya kenapa?"


"Takut nanti ada yang berdiri." jawabku lirih.


"Hahaha," Diana malah tergelak mendengar jawabanku.


"Jangan tertawa, Di!" ucapku kesal.


"Terserahku,"

__ADS_1


Aku mulai mendekat ke arah Diana yang saat ini sedang berada di depanku karena Aku sedang duduk di kursi belakang.


"Kalau sampai ada yang tiba-tiba bangun, Aku akan menculikmu ke sebuah ruangan agar Kau menidurkan kembali sesuatu yang bangun itu." bisikku di telinganya dan Aku akhiri dengan menjahili Sekretaris-ku yang sedang menyetir saat ini.


"Aw," pekiknya kaget.


Sekretaris-ku terlihat sangat kaget saat telinganya aku jahili.


"Jangan macam-macam ya, Tuan! Kalau Aku sampai kehilangan fokus dalam berkendara, kita bisa kecelakaan."


"Itu hukuman untukmu yang sudah berani-beraninya menertawakanku."


"Baiklah, aku terima hukumanku, tapi aku juga akan menghukummu, Tuan."


"Huh," dengusku, " menghukumku?" salah satu alisku terangkat karena meremehkan ancaman dari Sekretaris-ku ini.


"Iya, aku akan menghukummu. Akan aku pastikan selama sebulan ini Anda tidak akan bisa menyentuhku." ucap Sekretaris-ku dengan senyum liciknya.


"Ya, ya, ya," Aku mulai panik, "mana boleh seperti itu, Di." ucapku tidak terima.


"Bodo,"


"Kan masih ada Yunita Istrimu, Tuan." ucapnya enteng. " Tuan main saja dengan Istri Tuan selama sebulan ini."


"Mana boleh begitu," protesku, "jangan kejam seperti itu lah, Di!" pintaku. "Sebutkan apa maumu, pasti akan aku turuti semuanya."


"Baiklah, kalau begitu aku ingin cincin berlian yang sama persis dengan cincin yang dimiliki oleh Yunita, Tuan."


"Deal." ucapku langsung menyetujui.


Sebuah cincin berlian seperti itu adalah hal yang mudah bagiku.


"Pokoknya harus sama persis!"


"Bisa diatur, Di."


"Oke."


Beberapa saat situasi di dalam mobil ini diselimuti keheningan.

__ADS_1


"Di," ucapku membuka percakapan.


"Hm,"


"Sepulang dari acara pernikahan Saga, kita langsung ke Apartemen-mu ya!" bisikku.


"Bukankah nanti malam Tuan ada janji makan malam dengan Yunita yang sedang merayakan hari ulang tahunnya?" jawab Sekretaris-ku mengingatkan.


"Oh iya, Aku kok bisa kelupaan begini ya."


"Tapi ... kalau Tuan memang ingin bermain denganku, kita bisa bermain sebentar" bisiknya dengan nada suara yang menggoda.


Hancur sudah pertahananku sejak tadi. "Astaga, Di. kataku kan jangan dulu menggodaku." keluhku yang saat ini mulai tersiksa.


"Memangnya kenapa, Tuan?" tanyanya dengan raut wajah polosnya.


"Jangan sok polos wajahnya!" kesalku.


"Hahaha," Dia malah tertawa.


"Jangan tertawa!"


"Kira-kira nanti saat orang-orang melihat celana Tuan, reaksi mereka kayak gimana ya? Hahaha,"


"Dasar Sekretaris nggak ada akhlak." umpatku.


"Hahaha," Dia masih terus tertawa.


"Cepat cari Motel atau Hotel terdekat!" perintahku.


"Lha, kita kan mau ke gedung pernikahannya Tuan Muda Saga."


" Sudah, turuti saja perintahku!"


"Baik, baik, Tuan. Hahaha,"


"Tertawalah sepuasmu," ucapku sinis.


***

__ADS_1


__ADS_2