
"Bohong! Kalian itu hanya mementingkan Viona saja selama ini!" sergah Viola menampik keras-keras pengakuan dari Ibunya.
"Sayang," Bu Nadira kini mulai merengkuh anak gadis-nya dan meyakinkan Viola bahwa dia juga adalah anak kesayangan mereka.
Tangisan Viola mereda, namun kedengkian di dalam hatinya tidaklah padam.
Viola sangat benci kepada Adiknya yang usianya berada empat tahun di bawahnya. Viona terlampau pintar hingga loncat kelas dan membuat dirinya satu kelas dengan Kakaknya.
Viola yang awalnya jadi juara kelas dan juara umum seangkatannya langsung tergeser oleh Viona.
Viola semakin tertekan saat Viona akan loncat kelas kembali dan menyalip dirinya. Belum lagi dengan kepopuleran Viona yang terus melejit, semakin membuat jiwa iri dalam hatinya meronta-ronta ingin keluar.
Suatu hari Viona dan Viola berada di pinggir jalan raya. Mereka berdua sedang menunggu Ayah Sofyan yang sedang membeli ayam goreng KPC di gerai toko itu.
Saat itu suasana cukup lengang dan tidak banyak orang yang berlalu-lalang di trotoar jalan. Viola melihat ada sebuah mobil dari arah barat tengah melaju dengan kecepatan yang tinggi.
Setan pembisik dalam dirinya mulai membisikkan hal-hal yang jahat agar Viola mendorong tubuh Viona yang saat ini sedang berdiri dekat dengan jalan raya.
Viola yang sudah gelap mata akhirnya mendorong tubuh Viona sekuat tenaga saat mobil itu sudah mulai dekat dengan mereka.
__ADS_1
Brakkk.
Tubuh Viona tertabrak mobil itu dan terpental cukup jauh setelah berguling-guling beberapa kali di atas jalanan aspal.
Mobil yang menabrak Viona sempat berhenti sebentar, namun tidak lama kemudian mobil itu tancap gas lagi dan kabur dari tanggung jawabnya.
Semua orang yang awalnya berada di dalam bangunan toko segera berhamburan keluar setelah mendengar suara pekikan Viona saat tertabrak mobil.
Viola mulai berakting menangis meraung-raung melihat saudaranya tertabrak mobil.
Pak Sofyan shock berat dan hampir pingsan saat melihat anak kebanggaannya tergeletak di atas jalanan dengan darah yang terus keluar menggenangi sekitaran tubuh gadis itu.
Viona langsung dilarikan ke Rumah Sakit dan beruntung nyawanya masih bisa di selamatkan meski kondisi mentalnya tidak seperti dulu.
Di saat Viona sedang terbaring di atas ranjang pasca operasi, di lain tempat Viola sedang dimintai keterangan oleh petugas Polisi yang menangani kasus tabrak lari ini.
"Nak, kamu masih ingat nggak kronologi kejadiannya seperti apa?" tanya petugas Polisi itu lemah lembut.
"Ma-masih," jawab Viola tergagap dengan raut wajahnya yang dibuat sesendu mungkin.
__ADS_1
"Coba ceritakan kepada Paman kronologi saat Adik kamu tertabrak mobil!"
"Waktu itu Vio lagi mainan karet gelang kesayangannya, terus karet itu nggak sengaja kelempar ke tengah jalan. Vio langsung lari ke tengah jalan untuk ambil karet gelangnya, tapi tiba-tiba ada mobil yang lagi ngebut nabrak dia." jelas Viola yang diiringi oleh isak tangis.
"Kamu masih ingat kan ciri-ciri mobil si penabrak?"
"Masih," angguk Viola.
"Tolong ceritakan dengan detail semua ciri-cirinya! Kalau bisa dengan nomor plat kendaraannya!"
"Mobilnya berwarna hitam, terus platnya ada huruf B-nya." bohong Viola.
"Kalau angkanya? Kamu masih ingat nggak, Nak?"
"Kurang ingat, tapi ada nomor satu-nya." lagi-lagi Viola berbohong.
"Terimakasih ya atas semua informasinya. Kamu memang benar-benar anak pintar." puji Polisi itu yang tidak sadar bahwa dirinya sedang dibohongi oleh gadis kecil di depannya.
***
__ADS_1
Tekan tombol like, simpan di favorit, dan wajib komen next atau up demi level novel ini.