CEO Panas Suamiku

CEO Panas Suamiku
Entah Gimana Bisa Akur, Ngalir Aja Lah


__ADS_3

Nyonya Dania telah sampai di kantor Samudra Group, meski langkahnya di hadang oleh para staf yang bertugas berjaga di kantornya Sagara, namun mereka tidak bisa berbuat banyak karena mereka tahu bahwa Nyonya Dania adalah Ibu kandungnya Awan dan Sagara, selain itu posisinya yang merupakan Istri dari pemilik Perusahaan pesaing Perusahaan ini semakin menambah ciut nyali mereka.


"Saga!" pekik Nyonya Dania yang kini telah berhasil masuk ke dalam ruangan kantor anaknya.


"Ngapain kamu ke sini?" tanya Saga dengan nada yang sinis.


Asisten pribadinya Sagara yang sedang menggantikan posisi Sekretaris Ken hanya bisa meremas kedua jemari tangannya karena dia telah gagal mencegah Nyonya Dania masuk.


"Ngapain katamu?!" ucap Nyonya Dania bertanya balik dengan raut wajah yang marah.


Saga kini memberikan kode kepada Asisten pribadinya agar pergi meninggalkan ruangan ini dengan gerakan tangannya.


Asisten itu pun undur diri dari ruangan ini dan menutup rapat pintu masuk dari luar.


"Pantesan Tuan Saga sama Tuan Awan menyeramkan, ternyata Ibunya jauh lebih menyeramkan," gumam Sang Asisten itu.


Padahal kenyataannya dulu Nyonya Dania tidak semenyeramkan itu, dulu Nyonya Dania adalah wanita yang selalu mengalah dan hobi menangis seperti para wanita di serial ikan terbang.


"Bangun kamu!" bentak Nyonya Dania dengan pelototan yang tajam.


"Apa-apaan sih? Nggak jelas tahu," sinis Saga.


"Oh~ kamu masih kurang ajar ya sama Mama," angguk Nyonya Dania sambil melipat kedua tangan di dadanya menatap Saga dengan pandangan yang membunuh.


"Buat apa aku hormat sama Ibu sepertimu," timpal Saga dengan pandangan yang merendahkan.


"Dasar anak nakal!" terjang Nyonya Dania yang kini berlari ke arah Saga dan membangunkan paksa pemuda itu dari kursi rodanya.


"Mama tahu ya kalau kamu ini cuma pura-pura lumpuh. Ayo bangun!"


Bukk bukk bukkk!


"Aw, sakit, Ma," ringis Saga yang kini tubuhnya telah bangun dan berdiri tegak dengan bokong yang sedang dipukuli oleh Nyonya Dania.


"Dasar anak nakal,"


Bukk!


"Sakit, Ma," erang Saga yang kini mulai menahan tangan Ibunya tapi malah kakinya yang mendapatkan serangan maut dari heels lancip di sepatunya Nyonya Dania.


Meski Saga mengenakan sepatu tapi kakinya tetap merasakan sakit luar biasa diinjak oleh heels lancip itu.


"Kamu mau niru kelakuan Abangmu, hah?" sengak Nyonya Dania.


"Cukup ya! Cukup cuma Awan aja yang memiliki sifat yang jahat, kamu jangan!" sambungnya.


Saat ini Nyonya Dania tengah kecapekan setelah selesai memukuli anak lelakinya.


Dengan seenaknya jidatnya, Nyonya Dania duduk di kursi rodanya Saga dan meminum air mineral di meja Saga.


Sedangkan Sagara sedang terduduk kesakitan di atas lantai.


"Kamu kenapa nggak ngundang Mama saat kamu nikah?"


"Buat apa?"

__ADS_1


Tangan Nyonya Dania langsung meraih sebuah berkas dan melemparkannya ke arah Saga dengan tatapan yang penuh kekesalan.


"Aku ini masih Mama kamu, Ga,"


"Kalau kamu Mama aku, kamu nggak bakalan ninggalin aku saat aku ngemis-ngemis di kaki Mama waktu aku masih kecil," sinis Saga.


Nyonya Dania menghela napas kasar.


"Cukup ya! Mama udah nggak bisa sabar lagi menghadapi semua tingkah lakumu. Mama akan ceritakan alasan Mama lebih milih ninggalin kamu di rumah Papa kamu."


"Nggak usah nyari pembelaan,"


Bukkk!


Lagi-lagi Saga dilempar sebuah berkas oleh Nyonya Dania.


"Ga, Mama memilih keluar dari rumah itu bukan hanya karena Papa kamu selingkuh, tapi ...." Nyonya Dania lagi-lagi menghela napas kasar namun raut wajahnya menampakkan ekspresi wajah lelah.


"Tapi apa?"


"Mama dulu sering disiksa sama Papa kamu." akhirnya setelah sekian lama diam Nyonya Dania bisa menceritakan hal yang sebenarnya.


"Mama sering direndahkan sama Papa kamu hanya karena Mama ini anak orang miskin dan anak orang rendahan. Dulu sebenarnya Nyonya Yeyen, Nenek kamu itu meminta Mama untuk pergi saja dari rumah Papa kamu jika Mama sudah tidak kuat menahan semua makian dan siksaan dari Papa kamu,"


"Lalu kenapa dulu Mama mau menikahi Papa jika ujung-ujungnya malah disakiti?"


"Mama mana tahu kalau Papamu punya kepribadian ganda, huft,"


"Kepribadian ganda?"


"Kamu mungkin nggak tahu karena kamu hanya melihat hal-hal baiknya saja. Kalau kamu nggak percaya, kamu boleh tanya ke Ibu Tiri kamu yang kabur itu! Mama yakin pasti jawabannya sama. Dia pasti mengalami apa yang Mama alami dulu," tutur Nyonya Dania yang kini mulai ikut duduk di atas lantai ruangan ini.


"Mama nggak bohong kan?" tanya Saga dengan pandangan mata yang tidak percaya.


"Untuk apa Mama bohong?"


"Lalu kenapa baru sekarang Mama ceritakan hal yang sebenarnya? Kenapa nggak dari dulu?"


"Karena dulu Mama nggak punya alasan untuk datang mendekat ke arahmu,"


"Lalu? Alasan hari ini Mama mendekat sama aku apa?" tanya Saga yang kini mulai berkaca-kaca.


"Karna kamu nggak undang Mama di hari pernikahannya kamu. Asal kamu tahu saja, gadis yang nikah sama kamu itu udah Mama carter buat anak bungsu Mama, eh malah ditikung sama kamu,"


"Terus? Mama marah gitu karena Saga nikung calonnya Raga?"


"Iya, kenapa?" tanya Nyonya Dania angkuh.


"Berarti Mama datang ke sini bukan karena aku, tapi karena anak bungsu kesayangannya Mama itu. Aku memang udah tersingkirkan posisinya dari hati Mama,"


"Cengeng,"


"Siapa yang cengeng? Aku lagi marah gini kok,"


"Meski kamu lagi marah, tapi perasaan kamu itu melankolis, hahaha,"

__ADS_1


Saga terperangah tidak percaya saat melihat Ibunya masih bisa tertawa di kondisi seperti ini.


Tiba-tiba rasa hangat mulai menjalar di hati Saga saat tubuh Nyonya Dania memeluk tubuh pemuda itu tanpa aba-aba.


"Bagi Mama kamu juga yang paling tersayang. Nggak ada tuh yang namanya tersingkirkan dengan yang lain. Semuanya sama di mata dan hati Mama, termasuk Awan, Abang kamu. Meski dia juga berkepribadian ganda, tapi Mama masih sayang sama dia, masih suka khawatir sama dia." ucap Nyonya Dania


"Maafin Mama ya karena dulu ninggalin kamu tanpa alasan yang jelas. Maafin Mama juga karena baru bisa datang sekarang,"


Sagara terisak di dalam pelukan Ibundanya.


"Kenapa baru datang sekarang, Ma? Saga udah kangen banget lho sama Mama dari dulu. Saga suka pengen meluk Mama pas kita lagi ketemu, tapi aku-"


"Gengsi kan? Hahaha," potong Nyonya Dania.


"Ih, Mama, tahu aja," rengek Saga yang kini semakin mengeratkan pelukannya.


"Suami Mama suka ngeluh kesakitan lho kalau abis berantem sama kamu,"


"Iya kah? Manja,"


"Manja gimana?"


"Wong aku yang lebih banyak kena pukulan kok,"


"Hahaha,"


"Ma, maafin Saga ya!"


"Iya, Mama juga minta maaf ya!"


"Iya, Ma, tapi ...."


"Tapi apa?"


"Posisiku masih lebih tinggi kan dari Raga?"


"Hahaha, kirain apa,"


"Ayo jawab!" tuntun Saga manja.


"Iya, masih lebih tinggi kamu beberapa nol koma sekian mili ya, hahaha,"


"Hisss, sama aja boong,"


"Hahaha,"


"Ma, Saga sayang Mama,"


"Mama juga sayang kamu,"


To be continued.


***


Makasih kakak Rasuan Cindo yang udah kasih gift😘

__ADS_1


Jangan lupa like lho ya😀 subscribe juga ya.


Bayu Hidayat Penulis


__ADS_2