CEO Panas Suamiku

CEO Panas Suamiku
Memberikan Kode Lewat Pandangan Mata


__ADS_3

"Sebenarnya aku juga nggak ke kanan-kanan banget, Tuan. Hanya saja aku merasa tidak tenang saat menangani kebutuhanmu itu yang harus selalu dilayani oleh wanita-wanita yang bukan istrimu. Maafkan aku jika aku terlihat sok suci seperti ini, tapi sungguh, aku hanya merasa tidak nyaman saja, Tuan. Tolong mengerti aku ya!" pinta Sekretaris Ken.


"Astaga, santai aja kali, Ken. Kamu tidak usah menjelaskan panjang lebar seperti itu. Aku paham kok keadaanmu seperti apa. Oh iya, bagaimana kabar Tante Amanda? Apakah dia baik-baik saja?"


"Bunda Amanda dalam keadaan yang baik dan masih seperti sebelumnya. Sepertinya dia bisa normal kembali jika Adikku Arabella telah berhasil ditemukan." jelas Sekretaris Ken dengan wajah yang sendu.


"Belum ada kabar terbaru kah dari detektif yang kamu sewa?"


"Belum, Tuan. Keberadaan Adikku seolah-olah terhalangi oleh kabut yang sangat tebal sampai-sampai secuil informasi tentangnya pun tidak berhasil ditemukan."


"Semoga adikmu segera ditemukan, ya." harap Sagara.


"Mudah-mudahan, Tuan."


Sagara menepuk pelan punggung Sekretaris Ken untuk menenangkannya. "Oh iya, adikmu tahun ini sudah sebesar apa ya? Em, maksudku usianya."


"Harusnya dia sudah kuliah semester pertama."


"Berarti sudah besar juga ya."


"Iya, Tuan."


"Sepertinya adikmu sama cantiknya dengan Tante Amanda."

__ADS_1


"Sudah pasti, Tuan. Bunda selalu berkata kalau Adikku adalah anak yang sangat cantik."


"Aku percaya ucapan Bundamu."


***


Di meja lain, Awan saat ini tengah dilendoti oleh Istrinya yaitu Yunita.


"Sayang, tadi kamu kemana? Kok memisahkan diri dari rombongan."


"Tadi aku ada urusan mendadak, Yank."


"Kamu nggak bohong kan?"


"Tentu saja aku percaya."


"Bagus. Kamu memang wanita yang pengertian." puji Awan kepada Yunita.


"Oh iya, nanti malam kita gulat di ranjang yuk!" ajak Yunita berbisik. "Aku ingin mencoba gaya baru. Kamu pasti puas dengan pelayananku."


"Aku tidak sabar menantikannya, Sayang." sahut Awan.


Yunita dan Awan saling berbisik-bisik dan cekakak cekikik berdua sampai-sampai membuat iri para wanita yang ada di sekitar mereka.

__ADS_1


"Eh lihat deh Tuan Awan dan Nyonya Yunita!" bisik mereka.


"Ih mesra banget ya." ucap mereka iri.


"Iya, mesra banget. Jadi pengen aku jadi istrinya Tuan Awan. Udah ganteng, baik, pinter, romantis lagi."


"Iya, betul."


Sekretaris Diana bisa mendengar bisikan iri para wanita itu dan dia tersenyum kecil mendengarnya.


'Aku juga beruntung karena aku adalah wanita yang sangat dicintai oleh Tuan Awan.' batinnya.


Sekretaris Diana yang duduk berhadapan-hadapan dengan sepasang suami istri tersebut ikut tersenyum melihat kelakuan mereka. Bukan mengagumi tapi senyumnya adalah senyum meledek Yunita istri dari Awan.


Di bawah meja kaki Awan dan Diana sedang saling bermain saling sentuh menyentuh meski di permukaan mereka seolah acuh.


Diana juga tidak iri saat mendengar sekilas pembicaraan mereka berdua yang membahas masalah pergulatan mesra, sebab dia juga sudah puas dengan semua permainan Awan yang sangat berkobar saat di atas ranjang. Semua gaya juga sudah mereka lakukan dan terkadang mereka melakukan penyatuan di tempat-tempat yang tidak biasa dan menambah sensasi kenikmatan yang mereka dapatkan saat mencapai puncak.


Awan dan Sekretaris Diana saat ini sedang bersitatap memberikan kode satu sama lain.


Awan sedang memberikan kode bahwa Diana hanyalah satu-satunya yang dia cintai, sedangkan Diana memberikan kode, aku tidak apa-apa melihat kemesraan sepasang suami istri itu.


***

__ADS_1


Tekan tombol like, simpan di favorit dan wajib komen next atau up demi level novel ini.


__ADS_2