CEO Panas Suamiku

CEO Panas Suamiku
Posisi Mereka Mulai Terancam


__ADS_3

Dalam sekejap saja suasana di dalam gedung ini langsung menjadi riuh dengan bisikan-bisikan para tamu yang tidak menyangka bahwa Viola benar-benar diculik.


Awan dan Sekretaris Diana langsung beradu pandang seolah mengatakan, "Kenapa video itu masih ada?" dan Sekretaris Diana hanya mengangkat bahunya.


"Aku sudah membereskan video rekaman itu, Tuan." bisik Sekretaris Diana di dekat telinga Awan. "Tapi kenapa video itu masih ada. Arghh," erangnya kesal.


"Aku sudah bilang, kan. Jangan remehkan Sekretaris Ken. Dia itu bukan tipe laki-laki yang suka melawak." tutur Yunita.


Awan dan Sekretaris Diana hanya bisa menahan kesalnya saat ini. Jika mereka berdua sedang berada di tempat yang privasi, kemungkinan besar mereka sudah menggebrak meja untuk melampiaskan amarahnya, namun saat ini mereka berdua sedang berada di tempat yang ramai, jadi tidak bisa leluasa mengungkapkan isi hati mereka yang sebenarnya.


Di sudut lain, seorang Ibu dan anaknya sedang terkagum dengan tontonan yang luar biasa hari ini.


"Woah, benar-benar di luar perkiraan, Ma." ucap Reza.


"Pelajari taktiknya dan praktekkan saat kita membutuhkannya di kondisi-kondisi tertentu!" pesan Alia.

__ADS_1


"Baik, Ma."


"Oh iya, sepulang dari sini, kau bersegeralah persiapkan proposal untuk bekerja sama dengan Samudra Group, baik itu di bidang tekstil ataupun makanan."


"Makanan?"


"Iya, bukankah kita punya peternakan ayam dan sapi? Persiapkan semuanya. Kemungkinan besar kita bisa menjadi salah satu pemasok daging di pusat perbelanjaan milik Samudra Group."


"Baik, Ma." angguk Reza patuh. "Eh, tapi, kita kan hanya pengusaha kecil saja, Ma. Kita tidak akan bisa menang dan tidak akan bisa bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar milik mereka semua, Ma." ucap Reza mengingatkan posisi mereka berdua.


"Apa kau tidak perhatikan kejadian di gedung ini sejak tadi, hm?"


"Para pemilik perusahaan besar yang masih bergantung kepada Samudra Group telah berani menertawakan sang CEO dari Samudra Group. Apa kau pikir posisi mereka akan tetap berada di tempat yang aman?"


"Sepertinya kemungkinan terburuk, kesepakatan kerjasama mereka dengan Samudra Group akan langsung diputuskan yang akhirnya menyebabkan kerugian bagi mereka sendiri."

__ADS_1


"Betul sekali. Jika Samudra Group yang kehilangan pemasoknya, maka mereka tinggal mencari pemasok lain karena Samudra Group yang menguasai pasar. Namun jika sang pemasok yang kehilangan Samudra Group maka bisa dipastikan mereka bakalan tamat jika tidak bisa menjalin kerjasama dengan perusahaan lain yang akan mendistribusikan barang dagangan mereka."


"Tapi bukankah pemilihan CEO Samudra Group akan diadakan beberapa bulan lagi? Katanya sih, kemungkinan besar Sagara terpilih kembali menjadi seorang CEO sangat kecil mengingat kondisinya sekarang yang sudah lumpuh."


"Bukankah kamu sudah belajar dari kejadian hari ini? Apakah Mama harus menjelaskannya lagi? Kamu sudah besar. Seharusnya kamu paham situasi di dunia bisnis seperti ini."


"Iya, Ma. Situasi di dunia bisnis bisa berubah dalam hitungan detik. Maka dari itu kita harus mempersiapkan segala sesuatunya."


"Itu kamu tahu. Oh iya, jangan lupa siapkan juga proposal untuk Surya Pratama Group, kita harus berjaga-jaga untuk hal-hal yang tidak diinginkan. Kita jangan hanya bergantung pada satu dahan saja, jika dahan yang satu patah maka kita masih bisa bergantung di dahan lainnya."


"Baik, Ma."


"Mulai saat ini kau harus berhati-hati dan menjaga sikapmu. Jangan terlalu berat sebelah, kita harus bisa berbaur dengan siapapun."


"Baik, Ma."

__ADS_1


***


Tekan tombol like, simpan di favorit, dan wajib komen next atau up demi level novel ini.


__ADS_2