
"Mau pakai bunga mawar lagi atau pakai bunga yang lainnya, Nona?" tanya pelayan itu takut-takut.
"Pakai mawar lagi aja, biar romantis." sahut Viona yang saat ini tengah meliuk-liuk kesenangan karena tidak sabar dengan melakukan adegan dua puluh satu plus-nya nanti malam bersama Sagara.
"Baik, Nona." angguk pelayan itu patuh.
Pelayan itu mulai undur diri dengan cara yang sangat sopan kepada Nona barunya itu. Dari jauh ada segerombolan pelayan yang sedang memperhatikan interaksi mereka berdua.
"Idih si Riri, mau maunya hormat banget kayak gitu ke cewek jelek dan bodoh kayak Viona." cibir salah satu dari mereka.
"Iya ih, kalau gue mah ogah. Si Viona diancem dikit aja pasti langsung lumer itu bocah." sahut yang lainnya.
"Sebel deh. Kita nggak jadi punya majikan seorang selebgram yang terkenal." cetus pelayan yang satunya.
"Hooh, nyebelin banget deh. Padahal niatnya aku pengen minta foto bareng gitu sama Viola, selebgram yang lagi ngehits yang terkenal akan kecantikan dan keramahtamahannya. Tapi, arghhh, kenapa malah gadis nggak berguna kayak dia yang jadi Nyonya kita." keluh pelayan yang bernama Rima.
__ADS_1
"Eh, eh, mending kita buntutin tuh si Riri, kita introgasi aja dan ledekin dia yang mau maunya patuh sama gadis bodoh macem Viona."
"Gue setuju, ayo!"
Pelayan yang tadi diutus oleh Viona untuk membawakan lebih banyak lagi kelopak bunga mawar saat ini sedang berada di sebuah taman yang luas di rumah ini.
Di mulai memetik bunga-bunga mawar di taman itu dan segerombolan pelayan yang tadi sempat mengintip interaksi antara Riri dan Viona telah sampai di taman ini.
"Ehek, ehek," dehem mereka yang sedang mencoba menarik perhatian dari Riri.
"Lagi ngapain loe, Ri?" tanya Rima angkuh.
"Kaga lihat gue lagi metikin bunga?" jawab Riri ketus.
"Buat si Nona culun itu ya? Hahaha," gelak para pelayan yang lainnya.
__ADS_1
"Iya, memangnya kenapa, hah?"
"Loe mau maunya nurut sama Nona bodoh kayak si Viona. Harga diri loe dikemanain, Ri? Secara loe itu pelayan kesayangannya Tuan Muda Saga, udah gitu loe itu pelayan yang paling super power. Kok bisa-bisanya tunduk sama Nona culun kayak Viona, hahaha," ucap Rima
"Iya, ih, gue heran deh sama si Riri. Eh apa jangan-jangan si Riri lagi ngej*lat sama Nona bodoh itu kali, hahaha, biar dia jadi pelayan kesayangannya gadis jelek itu juga." sambung Irna, pelayan yang berambut panjang.
"Kalau gue yang jadi si Riri mah ogah ya. Derajat kita tuh jauh lebih tinggi dibandingkan gadis jelek macam Viona, otak gadis itu aja kurang se'ons, eh kita disuruh tunduk sama dia, nehi nehi acha acha ya, hahaha," gelak Intan.
"Lagipula Tuan Muda Saga juga nggak akan mungkin mau nidurin si gadis jelek itu. So, derajat kita masih lebih tinggi lah dari cewek itu yang saat ini statusnya menjadi Istri dari Tuan Rumah ini." tutur Irna.
"Iya, betul, betul. Meski Tuan Muda Saga sekarang udah cacat, tapi tetap aja, kita-kita yang udah pernah merasakan keperkasaan Anaconda milik Tuan Muda, levelnya sudah jauh lebih tinggi dari Viona si gadis jelek itu. Ya, meskipun dia anak orang kaya dan kita cuma pelayan, tapi tetep aja level dia masih di bawah kita. Iya nggak temen-temen?" ucap Rima.
***
Tekan tombol like, simpan di favorit dan wajib komen next atau up demi level novel ini.
__ADS_1