
Kehormatan Sagara kini mulai pulih kembali dan orang-orang yang sejak tadi mencibir Sagara kini mulai mengagung-agungkan laki-laki itu kembali.
"Ternyata Viola beneran diculik ya."
"Hu'um,"
"Berarti gadis itu bukan melarikan diri dari pernikahannya karena menolak dijodohkan dengan Tuan Muda Sagara dong."
"Jelas bukanlah. Mana mungkin ada wanita yang berani menolak pesona Tuan Muda Sagara yang berkharisma seperti itu. Meski Tuan Muda Saga sudah tidak sesempurna dulu, tapi tetap saja jika dibandingkan dengan laki-laki normal pada umumnya, masih lebih unggul Tuan Muda Sagara kemana-mana."
"Hu'um, betul banget."
"Tapi kasihan ya Tuan Muda Saga, dia malah menikah dengan gadis bodoh gara-gara ulah para penjahat itu."
"Iya, kasihan sekali. Andai saja para penjahat itu tidak menculik Viola, sudah pasti hari ini kita akan melihat peristiwa sakral yang luar biasa. Tuan Muda Saga yang menawan menikah dengan Viola gadis cantik yang multitalenta."
__ADS_1
"Huh, mungkin jalan takdirnya sudah seperti itu. Mau bagaimana lagi."
Sagara saat ini tersenyum penuh kemenangan dan kini giliran dirinya yang menertawakan Awan dan Sekretaris Diana yang tengah kesal setengah mati.
Viona yang masih ada di sisi Sagara pun mulai bertanya kepada laki-laki itu tentang keadaan Kakaknya Viola.
"Suamiku, kak Ola nggak apa-apa kan saat ini?" tanya Viona penuh kekhawatiran.
"Mana ada korban penculikan tidak kenapa-kenapa. Kamu nggak lihat tadi kondisi Kakakmu sedang terikat di sebuah kursi." sahut Sagara dengan nada bicara penuh kelembutan karena saat ini dia sedang menjaga image mengingat dirinya kini menjadi pusat perhatian banyak orang.
"Iya," jawab Sagara yang diiringi dengan senyuman yang manis.
Sekretaris Ken yang saat ini masih berada di atas panggung mulai kembali menarik perhatian para tamu.
"Tes tes tes, satu dua, satu dua."
__ADS_1
Semua perhatian orang-orang di gedung ini mulai tertuju ke arah Sekretaris Ken kembali.
"Kalian semua tentunya sudah melihat rekaman video yang baru saja diputar. Mengingat keadaan Nona Viola sedang diculik, maka tidak sepantasnya Tuan Muda Sagara yang telah resmi menjadi menantu Tuan Sofyan dan Nyonya Nadira tetap berpesta seperti sekarang. Maka dari itu, detik ini juga, pesta pernikahan ini dibubarkan. Dipersilakan para tamu undangan untuk pulang ke kediaman masing-masing sebab kami akan sibuk mengurus pembebasan Nona Viola dari tangan para penculik. Terimakasih banyak atas waktu kalian yang sudah diluangkan untuk hadir di pesta pernikahan ini. Saya selaku tangan kanan dari Tuan Muda Sagara mengucap banyak-banyak terimakasih dan selamat jalan, semoga selamat sampai di tujuan masing-masing. Akhir kata, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh."
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." sebagian tamu yang beragama Islam menjawab salam dari Sekretaris Ken.
Semua orang mulai meninggalkan tempat duduk mereka masing-masing dan berjalan ke luar gedung. Begitu pula dengan Awan dan Sekretaris Diana yang langsung berjalan tergesa keluar dari dalam gedung ini dengan perasaan kesal.
Sedangkan Yunita masih tetap setia duduk di kursi mejanya saat ini. Pandangannya sempat saling bertubrukan dengan pandangannya Sekretaris Ken namun lagi-lagi wanita itu memutar malas kedua matanya.
Sekretaris Ken menghiraukan keberadaan Yunita di ujung meja sana dan kini langkahnya masih terus tertuju ke arah Sagara.
***
Tekan tombol like, simpan di favorit, dan wajib komen next atau up demi level novel ini.
__ADS_1
Haduh, Author nggak sabar pengen cepet-cepet nulis adegan bucin.