CEO Panas Suamiku

CEO Panas Suamiku
Kekesalan Sekretaris Ken


__ADS_3

"Anu, itu anu apa, Tuan Muda?" tanya Sekretaris Ken.


"Kepalaku pusing." bohong Sagara. 'Ah, mudah-mudahan Ken percaya.' lanjutnya membatin.


"Pasti gara-gara peristiwa tadi ya, Tuan. Hehe, aku minta maaf ya kalau tadi sempat membuat Tuan Muda Saga malu. Itu semua di luar rencanaku." ucap Sekretaris Ken yang percaya saja dengan perkataan Sagara dan laki-laki itu mengira bahwa Tuannya sedang pusing gara-gara dipermalukan dua kali gara-gara permasalahan video itu.


"Kenapa video-nya ngadat seperti itu sih, Ken?" tanya Sagara kesal. "Yang pertama saja sudah buat aku mati kutu, eh ketambahan sama video kartun itu. Arghhh, ingin kubenamkan saja wajahku ke permukaan bantal saat itu."


"Kalau yang pertama itu memang sudah sesuai dengan perkiraanku, Tuan."


"Maksudmu, kamu memang sengaja membuatnya seperti itu?"


"Tidak sengaja juga sih, Tuan. Yang pertama itu sepertinya terjadi karena ulah dari Sekretaris Diana. Ini sih hanya tebakanku saja. Ah itu orangnya sudah datang." seru Sekretaris Ken menunjuk ke arah laki-laki yang tadi dia mintai tolong untuk memutarkan video tentang penculikan Viola. "Lebih baik tanya langsung ke orangnya saja!"

__ADS_1


"Salam, Tuan." hormat orang itu kepada Sagara dan Sekretaris Ken.


"Iya," angguk Sagara dan Sekretaris Ken.


"Lapor, Tuan. Semuanya berjalan sesuai dengan perkiraan Tuan, Ken. Hanya saja di akhir rencana saya tidak sengaja memutar video kartun Spongebob. Maafkan saya Tuan!" pinta orang itu sambil merunduk dalam-dalam.


"Iya tidak apa-apa, huft," sahut Sagara yang memilih untuk berlapang dada. "Oh iya, apa maksud dari perkataanmu yang bilang bahwa semuanya berjalan sesuai dengan perkiraan dari Sekretaris-ku?"


"Sesuai dengan perkiraan dari Tuan Ken, saat saya akan memutar video penculikan itu ada seorang wanita cantik yang menghentikan saya dalam menayangkan video penculikan itu. Bukan hanya itu saja, flashdisk yang berisi file video itu pun dirusak olehnya. Untung saja, sesuai arahan dari Tuan Ken, saya menyalin file video itu terlebih dahulu ke penyimpanan file di laptop saya, sehingga video tentang penculikan Nona Viola masih tetap bisa ditayangkan sesuai rencana."


"Itu sudah menjadi tugasku, Tuan Muda."


"Oh iya, kenapa kau bisa berpikir jauh ke arah sana, Ken?"

__ADS_1


"Itu mudah saja, Tuan. Setahu saya, Sekretaris Diana adalah orang yang cerdik. Saat dia melihatku sedang berurusan dengan petugas audio, pasti dia langsung bisa mengerti apa yang hendak saya lakukan saat itu. Maka dari itu untuk berjaga-jaga saya memerintahkan orang ini untuk menyalin file video itu ke tempat lain terlebih dahulu, sebab Sekretaris Diana pasti akan menyabotase penayangan video itu." jelas Sekretaris Ken. Kini laki-laki itu mulai beralih ke arah orang suruhannya. "Bagaimana dengan rekaman video saat Sekretaris Diana menyabotase penayangan video itu, apakah kau berhasil merekamnya?"


"Mohon maaf kan saya, Tuan Ken. Kamera yang dipakai untuk merekam situasi di ruang penyiaran dimatikan oleh rekan saya tanpa pemberitahuan terlebih dahulu."


"Jadi maksudmu tidak ada bukti yang bisa kita pakai untuk menyerang balik lawan?"


"Maafkan saya, Tuan. Tapi saya mendapatkan kartu nama Sekretaris Diana." ucap orang itu sambil menyerahkan sebuah kartu nama.


Sekretaris Ken menerimanya dan langsung merem*snya. "Kartu nama seperti ini tidak bisa dijadikan bukti." tandasnya kesal.


"Bukankah ada kamera CCTV di ruang penyiaran," celetuk Sagara.


Sekretaris Ken dan orang itu langsung melihat ke arah Sagara.

__ADS_1


***


Tekan tombol like, simpan di favorit dan wajib komen next atau up demi level novel ini.


__ADS_2