CEO Panas Suamiku

CEO Panas Suamiku
Sah? Sah!


__ADS_3

"Kamu nggak apa-apa kan, Tuan?" tanya Sekretaris Ken yang langsung mendekati Sagara setelah dia mendengar suara mual Tuan-nya.


"Aku nggak apa-apa, Ken." sahut Sagara sambil geleng-geleng kepala.


Pak Penghulu yang sudah tidak sabar untuk segera menikahkan kedua calon pengantin akhirnya membuka suaranya.


"Karena kedua calon pengantin sudah siap maka acara akad nikahnya akan segera saya mulai."


Semua orang langsung khusyuk setelah mendengar penuturan Pak Penghulu.


"Baiklah, Pak Sofyan tolong jabat tangan saya!" pinta Pak Penghulu itu.


"Baik, Pak."


"Ikuti ucapan Asisten saya ya, Pak!"


"Siap, Pak."


"Bismillahirrahmanirrahim," ucap Asisten Pak Penghulu.


"Bismillahirrahmanirrahim," ulang Pak Sofyan.


"Saya yang bernama Sofyan Adem Anyes menyerahkan hak perwalian saya kepada Pak Penghulu untuk menjadi wali hakim bagi anak saya yang bernama Viona Banyu Mutia."

__ADS_1


"Saya yang bernama Sofyan Adem Anyes menyerahkan hak perwalian saya kepada Pak Penghulu untuk menjadi wali hakim bagi anak saya yang bernama Viona Banyu Mutia." ulang Pak Sofyan.


Pak Penghulu-pun menjawab semua perkataan dari Pak Sofyan dan menyanggupi untuk menjadi wali bagi anaknya Pak Sofyan yang bernama Viona.


Kini Pak Penghulu mulai berjabat tangan dengan Sagara.


"Saya nikahkan engkau ananda Sagara Bhumi Saputra bin Bhumi Cakra dengan Viona Banyu Mutia binti Sofyan Adem Anyes dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang tunai sebesar seratus juta dibayar tunai."


"Saya terima nikahnya Viona Banyu Mutia binti Sofyan Adem Anyes dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."


"Sah para saksi?" tanya Pak Penghulu kepada dua saksi yang sedang bertugas hari ini.


"Sah," jawab mereka berdua serempak.


"Sah!" ucap semua orang yang ada di gedung B ini.


Mungkin yang menjawab tidak sah hanya Sekretaris Ken saja yang tidak rela majikannya menikahi gadis pujaannya. Namun ucapan tidak sah itu hanya bisa dia ucapkan di dalam hati karena tidak mau membuat keributan di acara yang sakral ini.


"Silakan untuk mempelai wanita mencium tangan suaminya dan mempelai laki-laki mencium kening istrinya dan mendo'akan beliau."


"Saya tidak hapal do'anya, Pak." ucap Sagara.


"Nanti biar Bapak yang bimbing."

__ADS_1


"Baik, Pak."


Viona yang saat ini sedang mesam mesem mulai meraih tangan Sagara dan menciuminya berulang kali.


Sagara sebenarnya merasa jijik saat tangan kanannya diciumi oleh Viona dengan penuh semangat. Kini dia malah harus mencium kening Viona, arghhh, rasanya Sagara ingin muntah saat ini juga.


Dengan menahan segala gejolak dalam dirinya, Sagara mulai mencium kening Viona secepat kilat dan kini dilanjutkan dengan pembacaan do'a untuk Istrinya ini.


Acara akad nikah telah selesai dilaksanakan dengan sukses dan tidak ada pengulangan satu kali-pun.


Sagara memang jempolan tidak merasa gugup atau-pun salah dalam menyebutkan nama calon istrinya sebab dia tida ada hati dengan gadis yang ada di sampingnya saat ini.


Semua orang belum beranjak dari tempatnya masing-masing, namun Viona yang sangat mencintai Sagara langsung memeluk lengan laki-laki itu dengan penuh rasa sayang.


"Viona, tolong lepaskan lenganku! Aku ingin ke kamar kecil sebentar."


"Hah," ucap Viona refleks, "Biar Vio antar ya suamiku." tawar Viona.


"Tidak!" seru Sagara menolak dengan keras sampai-sampai suaranya seperti orang yang berteriak.


***


Tekan tombol like, simpan di favorit, dan wajib komen next atau up demi level novel ini.

__ADS_1


__ADS_2