CEO Panas Suamiku

CEO Panas Suamiku
Berburu Dengan Waktu


__ADS_3

Sekretaris Ken saat ini sedang mengecek mic yang akan dia gunakan untuk memberitahukan pengumuman penting kepada seluruh tamu yang hadir di pesta pernikahan ini.


Dari jauh Awan melihat kejadian itu dan merasa aneh dengan tingkah Sekretaris Ken.


"Sayang, sebentar dulu ya!" ijinnya pada Yunita yang sedari tadi asyik mengobrol dengannya.


Awan mulai mendekat ke arah Diana.


"Ada apa, Tuan?" tanya Diana yang langsung tahu bahwa Awan akan menyampaikan sesuatu.


Awan mulai semakin mendekatkan dirinya ke arah Diana dan mulai membisikkan sesuatu ke telinga Sekretaris-nya itu.


Yunita hanya mengernyitkan keningnya saat melihat Awan berbisik-bisik kepada Diana. Dia sudah sering. melihat hal ini, jadi dia tidak kaget atau merasa cemburu. Dalam benak Yunita, dia berpikiran bahwa Awan pasti sedang memberikan tugas khusus yang sifatnya rahasia kepada Sekretaris-nya itu.


"Di, sepertinya ada hal yang tidak beres. Cepat kamu selidiki dan rusak semua rencana yang Sagara buat. Aku tidak tahu mereka punya rencana apa, apapun itu, cepat rusak saja!" bisik Awan.


Kening Sekretaris Diana mengerut dengan pandangan matanya yang bertanya-tanya kepada Awan.


Awan hanya memberikan kode kepada Diana agar melihat ke arah Sekretaris Ken yang saat ini sedang berada di dekat para petugas audio.


Yunita yang melihat gelagat mereka pun mulai melihat ke arah yang sama dan dia hanya memutar bola matanya malas saat melihat Sekretaris Ken.

__ADS_1


"Baik, Tuan." ucap Sekretaris Diana yang langsung paham maksud dari perkataan Awan.


Di sisi lain, Sekretaris Ken mulai naik ke atas panggung dan mulai menyuarakan suara beratnya yang khas, dia mulai berbasa-basi terlebih dahulu sebelum memberitahukan berita penting itu.


Sagara dan Viona yang sejak tadi sedang sibuk saling mendekat dan menjauhkan diri mereka masing-masing mulai terhenti dari aktivitas kekanak-kanakan itu. Padangan mereka kini tertuju kepada Sekretaris Ken.


Sedangkan Sekretaris Diana, saat ini mulai bergerak cepat mencari informasi dari orang-orang yang berkemungkinan ada hubungannya dengan Sagara dan Ken yaitu kedua orang tuanya Viola dan Viona.


"Permisi, Tuan." sapa Diana kepada mereka berdua.


"Eh, Sekretaris Diana." ucap mereka berdua serempak.


"Anak pertama saya saat ini sedang diculik."


"Apa!" Diana pura-pura kaget. "Lalu sekarang keadaannya bagaimana? Viola baik-baik saja kan?"


"Viola keadaannya memprihatinkan,".


"Tuan tahu dari mana kalau keadaan Viola memprihatinkan?"


"Dari video yang dikirimkan oleh para penculik itu."

__ADS_1


"Video?"


"Iya, video. Ini videonya." tunjuk Tuan Sofyan mulai memutar video rekaman di hapenya.


"Apakah Sekretaris Ken juga sudah melihat video ini?" tanya Sekretaris Diana natural sehingga membuat Pak Sofyan dan Bu Nadira tidak curiga bawa mereka sedang di korek-korek informasi oleh wanita cantik itu.


"Iya, tadi Sekretaris Ken sudah melihat video ini dan dia juga meminta dikirimi video rekaman ini."


'Misi sukses,' sorak Sekretaris Diana dalam hati karena dia telah berhasil mendapatkan informasi yang penting dan kini dia sudah tahu apa rencana yang akan dilakukan oleh Sagara dan Sekretaris Ken dengan video itu.


"Kalau begitu, saya permisi dulu ya, Tuan, Nyonya, saya ingin memberitahukan berita ini kepada Tuan Awan." pamit Diana.


"Iya, silakan." ucap Pak Sofyan dan Bu Nadira serempak.


Dengan langkah tergesa Sekretaris Diana mulai menuju ke ruangan khusus yang tadi dimasuki oleh orang suruhan Sekretaris Ken.


'Aku tidak akan membiarkan hal ini terjadi. Kau harus tetap terhina, Tuan Muda Saga.'


***


Tekan tombol like, simpan di favorit, dan wajib komen next atau up demi level novel ini.

__ADS_1


__ADS_2