CEO Panas Suamiku

CEO Panas Suamiku
Alasan Awan Menikahi Yunita


__ADS_3

"Kamera CCTV di ruang penyiaran sedang rusak, Tuan Muda." ucap Sekretaris Ken dan orang itu secara bersamaan.


"Kompak bener jawabnya." komentar Sagara.


"Haha," mereka bertiga tertawa kecil.


"Sudahlah, kita lupakan saja masalah kecil ini. Lebih baik kita fokus untuk membebaskan Viola dari para tangan penculik."


"Baik, Tuan Muda." jawab Sekretaris Ken patuh.


Kini Sekretaris Ken mulai mengeluarkan ponsel pintarnya dari balik saku jasnya. "Berapa nomor rekening-mu?" tanya laki-laki itu kepada orang suruhannya tadi.


"06250122xxxxxxxx, Tuan." jawabnya.


"Atas nama?"


"Tardi Sumardi, Tuan."


"Silakan cek rekening tabunganmu. Uangnya sudah aku kirim."

__ADS_1


"Terimakasih banyak, Tuan Ken."


"Sekarang kau boleh pergi!"


"Baik, Tuan. Permisi Tuan Muda, permisi Tuan Ken." pamit orang itu yang langsung segera pergi dengan senyuman yang mengembang.


Sepeninggal orang itu, Sekretaris Ken mulai mendorong kursi roda yang diduduki oleh Sagara untuk dibawa keluar dari dalam gedung ini. Untuk sesaat, kedua matanya Sekretaris Ken melihat ke arah tempat duduknya Yunita dengan ekor matanya agar tidak ketahuan oleh Yunita bahwa dirinya tengah memperhatikan wanita itu.


"Uhuk," deham Sagara.


"Kenapa, Tuan Muda?"


"Aku kurang paham, Tuan Muda. Tapi sepertinya tidak. Setahuku karakter Nyonya Yunita Batari Abigail tidak tertarik dengan masalah di dunia bisnis seperti ini. Dia juga tidak pernah mau tahu dengan semua urusan suaminya."


"Huft, sayang sekali wajah Yunita tidak secantik bidadari, jika wajahnya secantik bidadari, pasti aku sudah meminangnya agar posisiku di Samudra Group semakin kuat."


"Kalau Anda ikutan meminang Nyonya Yunita, maka Anda akan menjadi saingannya Tuan Awan sewaktu dulu."


"Hahaha," gelak Sagara, "untung saja Yunita tidak secantik bidadari, sehingga aku tidak perlu bersaing masalah perempuan dengan Awan, hahaha,"

__ADS_1


"Tuan, apakah aku boleh menanyakan hal yang sedikit privasi?"


"Tergantung, jika masalah itu terlalu privasi, maka aku tidak akan menjawabnya, namun jika pertanyaanmu masih dalam batas-batas tertentu, aku akan menjawabnya."


"Baik, Tuan. Aku hanya penasaran saja, kenapa Tuan Awan mau menikahi Nyonya Yunita? Setahuku, Tuan Awan juga penyuka para wanita-wanita cantik. Kalau Nyonya Yunita kan wajahnya terlalu sederhana, meski menurutku cukup manis juga sih."


"Kenapa kau harus menanyakan hal ini. Kau pasti tahu jawabannya itu apa. Awan menikahi Yunita karena Ayahnya Tuan Batari mempunyai saham sebesar 6 persen di Samudra Group. Dia itu sedang berjaga-jaga saja takut-takut kalau Tuan Smith bertindak seperti dahulu."


"Memangnya dulu Tuan Smith bertindak seperti apa, Tuan?"


"Sebenarnya dulu Tuan Smith meminta semua pemegang saham untuk memberikan suaranya dan menunjuk kandidat yang mereka sukai. Aku dan Awan masing-masing mendapatkan dua suara dan suara Tuan Batari-lah yang menentukan, tapi dia menolak memberikan suaranya kepada salah satu kandidat dan dia juga memberikan saran kepada Tuan Smith agar diadakan kompetisi saja untuk menentukan siapa yang layak menjadi CEO di Samudra Group."


"Oh, jadi sebenarnya yang menyarankan sebuah kompetisi di tahun-tahun yang lalu itu adalah Tuan Batari,"


"Iya betul. Makanya tidak lama setelah itu Awan langsung mendekati Yunita dan menikahinya. Kemungkinan jika Tuan Smith bertindak seperti dulu, maka bisa dipastikan Awan akan menang telak. Tapi semoga saja, Tuan Smith hanya mengevaluasi hasil kerjaku saja selama beberapa tahun ini sehingga besar kemungkinannya aku masih bisa untuk menjabat lagi menjadi seorang CEO di Samudra Group."


***


Tekan tombol like, simpan di favorit dan wajib komen next atau up demi level novel ini.

__ADS_1


__ADS_2