CEO Panas Suamiku

CEO Panas Suamiku
Akhirnya Terkuak


__ADS_3

Beberapa saat yang lalu, mobil yang dinaiki oleh Bunda Amanda memasuki pintu gerbang sekolah Viona.


Sekolah Viona memang sedang melakukan beberapa renovasi di beberapa gedung di sekolah ini dan mobil kolbak itu bertugas untuk mengangkut material-material bangunan yang telah hancur dan tidak terpakai kembali.


Supir mobil kolbak itu segera keluar dari dalam mobilnya saat mobil yang dia kendarai sudah terparkir di tempat yang seharusnya. Supir kaget saat melihat ada seorang wanita menumpang di mobil miliknya.


"Hei, siapa kau!" seru supir itu yang membuat Bunda Amanda terkaget dan segera turun dari atas mobil dengan cara melompat.


Untung saja wanita itu bisa mendarat dengan aman di atas tanah berpaving di sekolah ini.


"Hei, mau ke mana kau?!" teriak Supir itu sambil menunjuk Bunda Amanda yang sudah berlari menjauh darinya.


Bunda Amanda begitu gesit sehingga supir itu tidak bisa mengejar langkah kakinya.


Setelah situasi aman, Bunda Amanda berjalan menyusuri sekolah ini. Beberapa murid melihat wanita itu dengan tatapan aneh dan bertanya-tanya.


Sedangkan Bunda Amanda terus melaju tanpa mempedulikan tatapan orang-orang di sekitarnya.


Tangan putih bersihnya mulai saling tertaut dan saling memainkan jemarinya satu sama lain tanpa sadar. Sedangkan kedua matanya memindai semua orang yang dia lihat siapa tahu ada sosok Arrabella diantara mereka semua.


Siswa yang merupakan anggota OSIS di sekolah ini segera melaporkan keberadaan Bunda Amanda ke pihak sekolah takut kalau wanita itu adalah orang gila yang bisa melukai siswa-siswi di sekolah ini.


Pihak sekolah yang mendengar aduan dari salah satu murid di sekolahnya segera bertindak cepat dan memerintahkan petugas keamanan di sekolah ini untuk menangkap Bunda Amanda.


Berkali-kali Bunda Amanda diburu oleh para petugas keamanan, namun untung saja, wanita itu selalu bisa melarikan diri.


Saat ini Bunda Amanda sedang bersembunyi di sebuah gudang yang biasa dipakai nongkrong anak-anak bandel di sekolah ini.


Anak-anak bandel itu acuh tak acuh dengan keberadaan Bunda Amanda selama wanita itu tidak menggangu kesenangan mereka.


"Bro, sepertinya dia orang gila yang lagi dicari Pak Sapto tuh," celetuk salah satu siswa berkulit gelap kepada teman-temannya yang lain.


Teman-teman siswa itu mulai mengedarkan pandangannya untuk menemukan sosok wanita yang dimaksud oleh temannya itu. Mereka melihat Bunda Amanda sedang meringkuk di dekat tong sampah dengan raut wajah ketakutan.


"Biarin aja," sahut siswa lainnya, "toh nggak mengganggu kesenangan kita.


"Iya, juga sih." sahut siswa itu yang akhirnya ikutan masa bodo.

__ADS_1


***


Di lain tempat, Sekretaris Ken menerima laporan dari para detektif yang dia sewa bahwa Bunda Amanda tertangkap kamera CCTV sedang menaiki mobil kolbak yang terparkir beberapa puluh menit yang lalu di komplek perumahan pemuda itu.


Namun yang membuat Sekretaris Ken kecewa adalah jalan yang dilalui oleh mobil kolbak itu bercabang tiga dan di dekat persimpangan itu tidak ada satu pun kamera CCTV yang terpasang sehingga akan sulit untuk melacak keberadaan mobil kolbak itu.


Sekretaris Ken tidak mau tahu, pokoknya mereka semua harus bisa menemukan Bunda Amanda hari ini juga apa pun caranya.


Para Detektif bayaran itu mengangguk patuh dan mulai membagi regu menjadi tiga kelompok untuk menyusuri semua ruas jalan yang kemungkinan dilalui oleh mobil kolbak itu.


Semakin banyak cabang jalan yang ditemui, kelompok para detektif itu pun mulai terpecah dan pasukan semut milik Sagara pun akhirnya ikut dikerahkan oleh Sekretaris Ken untuk membantu menyisir semua ruas jalan.


Barulah setelah beberapa jam melakukan penyisiran, salah satu kelompok pasukan semut mendapati rekaman CCTV di minimarket yang menangkap mobil kolbak itu melewati jalan itu.


Titik terang dari keberadaan Bunda Amanda mulai terlihat dengan jelas.


Sekretaris Ken yang tahu informasi ini langsung memusatkan pencarian di lokasi yang ditunjukkan oleh salah satu kelompok pasukan semut.


Tidak butuh waktu lama, keberadaan mobil kolbak itu ditemukan, yaitu berada di sebuah sekolah swasta di daerah ini yang tidak lain adalah sekolahnya Viona.


Beruntung, pihak sekolah mengijinkannya meski dengan sebuah syarat tidak boleh lebih dari lima orang yang masuk ke dalam area sekolah agar tidak terlalu menarik perhatian banyak siswa-siswi di sekolah ini.


Namun sayang sekali, keberadaan Sekretaris Ken yang tampangnya begitu rupawan berhasil menarik perhatian para siswi dan guru perempuan di sekolah ini. Untungnya tidak ada keributan yang timbul, hanya ada pekikan lirih saja dari mereka sambil berbisik satu sama lain.


Tidak sengaja Sekretaris Ken mendengar obrolan para siswa berseragam olahraga sedang menggunjingkan seorang wanita yang tiba-tiba berjalan masuk ke area lapangan basket dan membuat acara main basket mereka terganggu.


Sekretaris Ken langsung menghadang langkah mereka.


"Maaf, Dek, bisa beri tahu kakak ciri-ciri wanita yang sedang kalian bicarakan tadi!" pinta Sekretaris Ken dengan tatapan mata penuh harap.


Kedua siswa itu saling berpandangan sesaat kepada rekan di sampingnya sebelum menjawab pertanyaan Sekretaris Ken.


"Ciri-cirinya memakai baju merah marun, rambut tergerai dan memakai rok berwarna hijau," jelas salah satu siswa itu dengan sorot mata yang bingung.


Senyum Sekretaris Ken mengembang tatkala mendengar semua ciri-ciri itu dari mulut siswa di depannya.


Semua ciri-ciri itu cocok dengan ciri-ciri pakaian yang terakhir digunakan oleh Bunda Amanda.

__ADS_1


"Makasih ya informasinya, Dek," ucap Sekretaris Ken sambil menyalami kedua siswa itu bergantian.


Kini langkah kaki Sekretaris Ken mulai diarahkan ke area lapang basket di sekolah ini. Kebetulan lelaki itu pernah singgah di sekolah menengah atas ini semasa SMA-nya dulu saat ada pertandingan persahabatan dengan sekolah ini, sehingga tidak sulit baginya menemukan lokasi yang sedang dia tuju saat ini.


Senyumnya semakin berkembang saat melihat sosok Bunda Amanda sedang berada di tengah lapangan basket dengan pandangan mata yang kebingungan seperti sedang mencari-cari sesuatu.


Sekretaris Ken mulai bersiap untuk memanggil Ibundanya, namun suaranya tertahan saat dia mendengar ada suara teriakan lain dari seorang gadis yang menyebut nama Bunda.


"Bundaaaaaaaaaaa!"


Sekretaris Ken mulai melihat ke sumber suara dan kedua bola matanya membulat saat melihat sosok gadis yang sedang berteriak itu adalah Viona.


Kedua mata Sekretaris Ken bisa melihat dengan jelas Viona sedang berlari memasuki lapangan basket dan saat posisi tubuh gadis itu sebentar lagi akan mencapai tempat Bunda Amanda, langkah gadis itu terhenti dan tubuhnya langsung ambruk ke arah depan dengan bagian kepalanya yang membentur keras lantai lapangan basket ini.


"Arra!" pekik Bunda Amanda yang langsung bisa mengenali wajah anaknya meski tersamarkan dengan make up tebal yang Viona pakai.


Bunda Amanda langsung mendekat ke arah anak perempuannya dan langsung memangku kepala Viona dengan panik dan telapak tangannya menepuk pelan pipi gadis itu.


"Arra sayang, tolong bangun! Ini Bunda sayang," tutur Bunda Amanda dengan berderai air mata yang entah kapan datangnya.


Sekretaris Ken yang sedari tadi terbengong seketika tersadar dan langsung berlari mendekat ke arah Bunda Amanda.


"Bunda, Vio kenapa?" tanya Sekretaris Ken panik.


"Bunda nggak tahu Arra kenapa," geleng Bunda Amanda yang masih terisak.


"Cepat selamatkan Adikmu, Ken!" pinta wanita itu.


Tanpa menunggu berlama-lama, Sekretaris Ken segera mengangkat tubuh Adiknya dan dia mulai berjalan dengan cepat ke arah pintu keluar sekolah ini untuk membawa Viona ke Rumah Sakit terdekat.


Lelaki itu bahkan belum ngeh dengan kenyataan yang ada. Yang dia pikirkan saat ini adalah menolong gadis pujaannya agar bisa terselamatkan.


Bunda Amanda ikut berjalan cepat membuntuti Sekretaris Ken, sedangkan empat orang anak buah Sekretaris Ken lainnya mengawal dari belakang dan menjaga agar Bunda Amanda tidak kabur lagi.


***


Tekan tombol like dan simpan cerita ini di gudang buku kalian agar jika cerita ini update kalian mendapatkan notifikasinya.

__ADS_1


__ADS_2