CEO Panas Suamiku

CEO Panas Suamiku
Sekretarisku Sudah Gila Apa Ya?


__ADS_3

Di gedung B pihak keluarga dari mempelai wanita menyambut kedatangan dari keluarga mempelai laki-laki.


Pak Sofyan dan Bu Nadira selaku dari orang tua dari mempelai wanita memberikan senyum terbaiknya saat menyambut calon menantunya yang sedang terduduk di kursi roda.


Lain di wajah, lain di hati, itu adalah gambaran yang cocok untuk Pak Sofyan dan Bu Nadira saat ini.


Jika di permukaan mereka bisa tersenyum ramah dan menyambut hangat kedatangan Sagara tapi di dalam lubuk hati mereka berdua saat ini sedang mengumpat penuh kekesalan.


Mereka berdua tidak rela menikahkan anak perempuan kesayangannya yang penuh talenta dengan laki-laki cacat seperti Sagara yang lumpuh tidak bisa berjalan lagi.


Seandainya perusahaan milik mereka tidak sedang dalam ambang kehancuran, sudah bisa dipastikan mereka akan menolak mentah-mentah lamaran yang Awan kirimkan kepada keluarganya untuk meminang Viola menjadi calon istri Sagara.


Meskipun keluarga Sofyan tidak sekuat pengusaha lainnya, namun mereka yakin jika Viola telah lulus kuliah dan memegang kendali perusahaannya maka perusahaan mereka akan berkembang dengan sangat pesat mengingat talenta dan kecantikan yang dimiliki oleh Viola yang sangat mengesankan.

__ADS_1


Berbeda dengan Viona adik dari Viola yang jelek dan juga bodoh dan tidak becus melakukan apapun.


Ingin rasanya ketika Awan pergi melamar Viola untuk Sagara, mereka berdua menawarkan Viona saja untuk Sagara, Viona dan Sagara itu sangat cocok, sama-sama tidak berguna, pikir mereka dangkal. Namun usulan itu mereka urungkan mengingat perusahaan mereka yang hampir bangkrut tidak akan bisa tertolong jika tidak menukarnya dengan Viola.


'Maafkan kami ya Viola.' batin kedua orang itu yang merasa sangat bersalah kepada anak kesayangannya itu.


Sagara dan para tamu lainnya telah duduk di bangku masing-masing menunggu acara selanjutnya dimulai.


Dari jauh ada seorang anak perempuan yang masih remaja, usianya diperkirakan masih belasan tahun dan kemungkinan saat ini gadis itu sedang duduk di bangku terakhir sekolah menengah atas. Gadis itu adalah Viona, adik dari Viola yang sangat sempurna. Sesuai dengan rumor yang beredar, Viona memang jelek dan juga bodoh, terlihat dari dandanannya yang menor mirip seperti ondel-ondel. Saat ini Viona tengah asyik memakan hidangan di pernikahan kakaknya.


"Kenapa, Tuan?" tanya Sekretaris Ken.


"Itu tuh, cewek jelek itu menjijikan sekali cara makannya, sudah gitu make up-nya menor banget lagi. Jadi mual rasanya liat cewek itu makan." komentar Sagara.

__ADS_1


Sekretaris Ken mulai melihat ke arah Viona. Keningnya berkerut karena dia biasa saja melihat tingkah polah gadis itu yang sedang lahap menyantap makanannya.


"Menurut saya, Nona Viona cantik kok, Tuan. Menjijikan dari mananya ya? Saya lihat dia makan dengan lahap." timpal Sekretaris Ken.


"What!" Sagara terkaget dengan pendapat Sekretaris pribadinya.


"Sepertinya kamu harus periksa kedua matamu ke Dokter spesialis mata sepulang dari acara pernikahan ini."


"Baik, Tuan. Nanti saya akan periksakan kedua mataku kepada Dokter spesialis mata." sahut Sekretaris Ken yang mematuhi saran dari Tuannya. "Tapi menurutku Nona Viona memang cantik kok," gumam Sekretaris Ken sambil memandang ke arah Viona yang masih lahap menyantap makanannya, "dia terlihat sangat menggemaskan dengan make up-nya saat ini." lanjuta Sekretaris Ken sambil tersenyum.


Sagara melihat senyum Sekretaris Ken dengan tampang yang sulit dideskripsikan. "Sekretarisku sudah gila apa ya?" tanyanya pelan pada dirinya sendiri.


***

__ADS_1


Tekan tombol like, simpan di favorit, dan wajib komen next atau up demi keberlangsungan cerita ini.


__ADS_2