
Meski pada dasarnya kedua kakinya Sagara tidak lumpuh, namun tetap saja ada rasa kesal saat mendengar semua cemoohan dan gunjingan dari mulut lemes mereka semua.
Sekretaris Ken saat ini mulai berjalan menuju ke meja berkumpulnya makanan karena Sagara Tuannya menginginkan yang segar-segar untuk merefresh otaknya agar tidak butek di saat-saat seperti ini.
Pilihan Sekretaris Ken jatuh pada salad buah yang sudah diwadahi dalam kotak plastik khusus yang masih terkesan mewah karena kotak plastiknya bukan kotak plastik biasa.
"Eh," ucap seorang gadis di sebelah Sekretaris Ken saat mendapati bahwa kotak incarannya juga diincar oleh Sekretaris Ken.
Saat ini tangan Sekretaris Ken memegang tangan gadis yang sama-sama mengincar kotak yang sama dengannya. Dia menoleh dan taburan bunga mawar yang turun bagai hujan mulai terlihat dipandang halunya.
Wajah gadis yang sedang melihat ke arahnya pun terlihat bercaya dengan rambut yang berkibar ala-ala iklan shampo di televisi.
"Cantiknya," puji Sekretaris Ken tanpa sadar.
Gadis yang ada di depannya hanya mengerutkan keningnya saat mendengar gumaman Sekretaris Ken.
"Kakak tampan tolong lepasin tangan kamu dari tangannya Viona yang cantik ini kayak bidadari." ucap gadis itu dengan suara cemprengnya.
__ADS_1
"Eh, maaf, maaf." Sekretaris Ken tersadar dari lamunannya dan dalam sekejap hujan kelopak mawar dan cahaya dari wajah Viona langsung menghilang.
Dengan canggung Sekretaris Ken melepaskan tangannya dari tangan Viona.
Ya, gadis cantik yang dimaksud oleh Sekretaris Ken adalah Viona yang notabene-nya adalah gadid jelek dan bodoh yang terkenal di seluruh penjuru kota.
'Sepertinya semua orang di Kota A ini kedua matanya buta sampai-sampai tidak mengetahui betapa cantiknya bidadari yang saat ini ada di depanku.' batin Sekretaris Ken.
Meskipun Viona mengenakan make up yang menor seperti ondel-ondel namun Sekretaris Ken masih bisa melihat kecantikan yang terpancar dari gadis ini.
Kalau masalah otaknya yang bodoh, Sekretaris Ken juga meragukan hal itu. Dia masih ingat dengan jelas saat melihat Viona membenarkan keran air di taman dengan bahan-bahan seadanya di taman.
Viona yang telah berhasil mendapatkan salad buah incarannya mulai kembali duduk ke tempatnya semula dan Sekretaris Ken melihat kepergian Viona dengan raut wajah yang kecewa.
Bagaimana tidak kecewa jika gadis yang dia suka pergi meninggalkan kita seorang diri di belakang. Ya, benar, Sekretaris Ken saat ini sudah sepenuhnya jatuh hati kepada Viona.
Dengan lesu Sekretaris Ken mengambil kotak yang lain dan segera kembali ke mejanya Sagara.
__ADS_1
"Ini, Tuan." sodor Sekretaris Ken dengan nada bicara yang lesu.
"Hey, kau kenapa?" tanya Sagara dengan kening yang mengerut.
"Tidak apa-apa."
"Kenapa kau yang terlihat patah hati saat ini? Harusnya aku yang terlihat menyedihkan sepertimu karena calon istriku telah kabur dari pernikahannya hari ini."
"Aku juga sedih, Tuan." ucap Sekretaris Ken dengan kepala yang menunduk.
"Wah, setia kawan sekali kamu, Ken, kepadaku." kekeh Sagara.
"Aku bukan sedih karena masalah, Tuan. Aku sedih karena masalahku sendiri. Padahal aku ingin ngobrol dan kenalan dengan Viona, tapi gadis itu malah meninggalkanku sendiri, huft,"
"Astaga," Sagara memutar bola matanya malas. "dia lagi, dia lagi."
***
__ADS_1
Tekan tombol like, simpan di favorit, dan wajib komen next atau up.
Ayo lakukan! Ini demi level novel ini. Semangat!