CEO Panas Suamiku

CEO Panas Suamiku
Berpura-pura Lumpuh


__ADS_3

POV Author


Jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi dan sudah waktunya Tuan Muda Sagara bersiap-siap untuk menghadiri acara pernikahannya hari ini di sebuah gedung B di kota A ini.


Sagara mulai turun dari atas ranjang tidurnya dan masih dengan tubuh polosnya, dia berjalan menuju ke ruang kamar mandi yang ada di kamarnya.


Air dingin yang menyegarkan mulai membasahi tubuh Sagara dan membuat luruh semua sisa-sisa keringat yang masih menempel ditubuhnya akibat permainan panasnya tadi dengan wanita bayaran yang dipilihkan oleh Sekretaris Ken.


Beberapa saat kemudian Sagara keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan kimono warna birunya dan Sekretaris Ken sudah berada di dalam ruangan kamarnya.


"Ternyata kau sudah masuk," ucap Sagara sambil mengeringkan rambut basahnya dengan sebuah handuk kecil.


"Iya, Tuan Saga. Jika saya tetap berada di luar maka akan menimbulkan kecurigaan." sahut Sekretaris Ken.


"Pintu sudah kau kunci, kan?"


"Sudah, Tuan." angguk Ken.


"Kalau begitu kamu duluan sana yang ganti baju! Aku mau mengeringkan rambutku terlebih dahulu."

__ADS_1


"Baik, Tuan."


Sekretaris Ken mulai melangkahkan kakinya ke ruangan khusus yang berisi lemari pakaian raksasa yang di dalamnya terdapat baju, celana, sepatu, dan pernak-pernik lainnya.


Ini sudah menjadi rutinitas biasa bagi Sekretaris Ken yang selalu mengganti pakaiannya setelah Sagara selesai mandi, sebab semua orang tahunya kalau Sekretaris Ken membantu Sagara mandi setiap hari.


Pakaian Sekretaris Ken yang sebelumnya segera dia simpan ke tempat pencucian kotor di dalam kamar mandi dan beberapa bagian dia basahi dengan air agar semua orang tidak curiga bahwa dirinya tidak pernah membantu Sagara mandi.


Kini giliran Sagara yang masuk ke dalam ruangan khusus itu dan mulai mengenakan pakaian pengantinnya yang berwarna putih.


Sagara menatap ke arah cermin di ruangan itu. "Aku memang selalu tampan dengan pakaian apapun yang aku kenakan."


Sagara telah selesai berpakaian dan dia juga sudah rapi, kini saatnya dia mulai duduk kembali di atas sebuah kursi roda yang selalu menemani hari-harinya selama dua bulan ini jika sedang berada di luar ruang kamarnya.


Sesampainya di luar, Awan Kakaknya Sagara telah menanti kedatangan Sagara.


"Ganteng benar Adiknya Kakak." ucap Awan.


Sagara memasang senyum palsunya. "Terimakasih pujiannya, Kak."

__ADS_1


"Viola akan merasa sangat beruntung sekali mempunyai suami sepertimu. Sudah ganteng, pinter, jago di ranjang lagi." kekeh Awan meledek.


"Ah, Kakak bisa aja. Saga sudah nggak jago seperti sebelumnya." elak Saga.


"Masa sih?"


Sagara lagi-lagi memasang senyum palsunya.


'Si*lan banget sih si Awan. Kok bahasannya kayak gitu mulu, seolah lagi nyindir aku supaya aku sadar sudah cacat. Tapi boong, hahaha' tawa Sagara dalam hati.


Di permukaan, air muka Sagara sedikit sendu karena harus berpura-pura sedih dengan keadaan tubuhnya saat ini yang cacat.


Awan yang melihat raut wajah sedih dari Adiknya, menyunggingkan sebelah bibirnya tanda bahwa dia senang dengan keadaan ini.


"Ayo semuanya kita berangkat ke gedung B!" seru Awan kepada semua orang yang akan mengiringi mobil pengantin Sagara.


Semua orang mulai naik ke mobilnya masing-masing, begitu pula Sagara, dia naik ke dalam mobil dibantu oleh Sekretaris Ken karena saat ini dia sedang berpura-pura lumpuh kedua kakinya.


***

__ADS_1


Tekan tombol like, bagi yang belum simpan di favorit segera tap love.


Wajib komen next.


__ADS_2