CEO Panas Suamiku

CEO Panas Suamiku
Viona Sebenarnya Ngapain Riri? (Flashback Awal Kedatangan Viona Di Rumah Sagara)


__ADS_3

"Betul itu," sahut Irna dan Intan yang sependapat dengan jalan pikirannya Rima.


Riri yang sedari tadi tetap fokus dalam memetik bunga, kini gerakannya mulai terhenti. "Terserah kalian saja lah." ucap Riri menanggapi semua ocehan dari rekan kerjanya dan kini dia mulai sibuk kembali memetik bunga.


Hatinya Rima, Irna, dan Intan menjadi dongkol karena Riri tidak menggubris semua perkataan mereka.


"Eh, itu wajah kamu kenapa memar gitu?" tanya Intan yang kini mulai penasaran dengan keadaan tubuh Riri yang saat ini terlihat sangat berantakan dan terdapat beberapa luka di bagian wajah gadis itu. Ditambah lagi dengan rambutnya yang acak-acakan seperti orang habis jambak-jambakan.


"Kepo banget sih." ketus Riri yang saat ini telah selesai memetik bunga. Langkah kakinya kini mulai menapaki lantai marmer kembali setelah sebelumnya menapaki rumput sintetis yang dipasang di beberapa bagian taman agar orang-orang bisa berjalan-jalan di taman ini tanpa takut kotor kena tanah. Hanya di bagian lahan yang ditanami tanaman saja yang tidak tertutupi oleh rumput sintetis.


Bukkk, kedua bahu Riri menabrak sebelah bahu Intan dan Irna saat gadis itu menerabas pagar dari ketiga manusia itu yang berdiri berjejeran memenuhi jalan.


"Sombong amat sih lu!" seru Intan yang sakit hati dengan jawaban yang diberikan oleh Riri.


Sepanjang jalan, Riri sesekali meniupi luka yang ada di tangan kirinya. "Nggak lagi-lagi deh aku bantah ucapannya Nona Viona." gumamnya pelan.

__ADS_1


Tubuh Riri bergidik ngeri tatkala dia teringat dengan peristiwa beberapa puluh menit yang lalu.


***


Viona yang baru sampai di kediaman milik Sagara mulai turun dari dalam mobil yang dia naiki. Para Bodyguard yang bertugas untuk mengantarkan Viona sampai ke tempat tujuan juga ikut turun dari dalam mobil.


"Nona Viona, silakan lewat sini!" ucap salah satu dari Bodyguard itu.


"Kita mau kemana ya, Paman?" tanya Viona lugu.


"Yeay, asyik!" seru Viona yang riang gembira mendengar berita ini. "Ayo, ayo, kita cepet masuk! Vio pengen cepet-cepet lihat kamar Vio sama Suami Vio."


"Mari ikuti saya, Nona!"


Bodyguard itu mulai memimpin jalan dan Viona mengikutinya dari belakang. Sedangkan Bodyguard lainnya memilih untuk segera pergi ke pos jaga mereka di rumah ini.

__ADS_1


"Nona, tolong lepaskan alas kaki Anda terlebih dahulu dan ganti alas kaki itu dengan alas kaki yang baru." Bodyguard itu menyerahkan sebuah alas kaki yang biasanya khusus dipakai saat berada di dalam rumah ini.


"Siap, laksanakan." jawab Viona ala ala tentara.


Alas kaki yang lama, mereka simpan di sebuah rak sepatu sebelah kiri, dan kini kedua kaki mereka telah memakai alas kaki khusus untuk di dalam rumah. Perjalanan pun kembali dilanjutkan.


"Woah besarnya," ucap Viona takjub saat melihat isi rumah Sagara yang sangat luas dan megah.


"Kenapa terlihat takjub seperti itu, Nona? Apakah Anda belum pernah melihat rumah sebesar ini?" tanya Bodyguard itu yang saat ini sedang terkekeh geli ketika melihat ekspresi wajahnya Viona.


"Belom pernah," geleng Viona kuat-kuat.


Kini mereka berdua mulai menaiki anak tangga ke lantai kedua. Sebenarnya ada lift juga di rumah ini, karena rumah ini terdiri dari empat lantai, namun lift itu hanya boleh dipakai oleh sang empunya rumah saja.


***

__ADS_1


Tekan tombol like, simpan di favorit dan wajib komen next atau up demi level novel ini.


__ADS_2