CEO Panas Suamiku

CEO Panas Suamiku
Viola Pura-Pura Pingsan


__ADS_3

Mobil rombongan dari Black Devils mulai meninggalkan tempat itu.


Sedangkan Viola saat ini sedang menatap ke arah Kim yang berdiri di sebelahnya dengan tatapan berbinar-binar.


'Ganteng banget sih ini cowok.' batin Viola.


Raut wajah Kim saat ini masih tetap saja datar seperti sebelumnya.


"Boss kecil, apa nggak apa-apa kita melepaskan mereka? (Black Devils)" tanya salah seorang anak buah Kim.


"Nggak apa-apa. Lagipula tujuan kita datang kemari untuk menyelamatkan gadis ini, bukan untuk menggagalkan transaksi mereka. Selain itu, kita juga nggak tahu saat ini mereka bawa barang-barang itu atau hanya barang biasa saja. Jika kita bergerak secara gegabah, kita bisa kena tuntutan atas perbuatan tidak menyenangkan. Dunia kita saat ini sudah tidak seperti sebelumnya. Jika mereka kalah di dunia bawah, mereka bisa balik menyerang kita di dunia atas." sahut Kim panjang lebar.


"Oh gitu ya." angguk anak buahnya mengerti.


Dari jauh -mobilnya Sagara yang dikemudikan oleh Sekretaris Ken sudah mulai dekat dengan posisi mereka saat ini.


"Ken, kenapa banyak sekali mobil rombongan yang mirip seperti pedagang?" tanya Sagara keheranan saat mendapati berpuluh-puluh mobil lewat yang berpapasan dengan mobil mereka.


"Itu bukan mobil para pedagang ataupun mobil para distributor. Itu mobil rombongannya Black Devils yang kemungkinan sedang dalam misi penyelundupan." sahut Sekretaris Ken menjelaskan.


"Tapi penampakan mobil mereka dan barang bawaan mereka sangat meyakinkan sekali kalau mereka para pedagang atau para distributor."

__ADS_1


"Itulah hebatnya mereka, Tuan. Mereka sengaja melakukan itu untuk mengecoh petugas kepolisian. Terkadang mereka hanya membawa barang dagangan pasar, tapi terkadang mereka menyelundupkan barang-barang terlarang dan juga senjata ilegal diantara barang dagangan itu."


"Oh~" angguk Sagara mengerti. "Oh iya, kira-kira Viola sudah berhasil diselamatkan belum ya?"


Cuit cuit cuit.


Baru saja diomongkan, kabar berita dari anak buahnya Sagara akhirnya masuk ke ponsel pintar pemuda itu.


"Eh, ada pesan dari Pasukan Elang." tutur Sagara memberitahu.


"Apa isinya, Tuan?" tanya Sekretaris Ken penasaran.


"Misi berhasil. Viola sudah aman."


Saat ini baik Sagara maupun Sekretaris Ken sudah bisa melihat kumpulan mobil yang berbaris rapi di pinggiran jalanan aspal hutan ini yang memanjang.


"Sepertinya itu mobilnya Pasukan Elang dan juga Black Claws." ucap Sekretaris Ken


"Black Claws? Kelompok apa lagi itu?" tanya Sagara.


"Itu nama kelompok mafianya Boss Chen."

__ADS_1


"Oh~"


Di tempat Viola dan Kim saat ini, gadis cantik itu mulai tersenyum malu-malu ke arah Kim. Dia sudah tahu bahwa orang yang ada di dekatnya adalah anak dari Boss Chen. Yang berarti bahwa jika Viola berhasil menaklukkan hati Kim, maka semua proyek Perusahaan orang tuanya akan berjalan dengan lancar dan mereka tidak usah mengeluarkan banyak uang lagi untuk menyewa jasa para preman.


"Tuan, terimakasih banyak karena sudah menyelamatkan saya." ucap Viola lemah lembut.


Kim masih tetap dengan raut wajah datarnya. Pandangan sinis kini mulai dia lancarkan ke arah Viola.


"Tidak usah lemah lembut seperti itu! Aku tahu kebusukanmu." ucap Kim dingin.


"Maksud Tuan Kim apa ya?" tanya Viola tidak mengerti.


Kim saat ini mulai berjalan mendekat ke arah Viola dan gadis itu mulai berjalan mundur karena dia tahu ada yang tidak beres dengan Kim.


"Tu-tuan, jangan mendekat!" cicit Viola.


"Kenapa? Kau takut?" tanya Kim yang saat ini masih berjalan mendekat ke arah gadis itu.


"Aw," pekik Viola yang tiba-tiba jatuh ke atas permukaan jalanan aspal setelah kakinya tersandung kakinya sendiri.


Kini Viola sedang bersimpuh dia atas jalanan itu.

__ADS_1


Kim mulai berjongkok mendekat ke arah Viola.


__ADS_2