CEO Panas Suamiku

CEO Panas Suamiku
Surprise


__ADS_3

Semua orang langsung tegang saat mendapati layar besar di dalam gedung itu mulai mengerjap-ngerjap.


Blub blub blub.


"Patrick, kenapa kau taruh semua bawang di dalam krapie pati?"


"Biar makin tambah enak, Spongebob."


"Cepat taruh kembali bawang-bawang itu ke piring dan ganti dengan tomat dan selada, Patrick!"


"Tidak mau, Spongebob."


"Hahaha!" suara ledakan tawa kembali memenuhi seisi ruangan gedung ini karena video yang ditampilkan di dalam layar besar adalah cuplikan video dari film kartun yang ternama bukan video tentang Viola yang diculik.


"Oh, jadi ini video tentang keadaan Viola yang diculik ya, Tuan Ken, hahaha!" celetuk seseorang.


Sagara menggenggam erat tangannya karena sangat kesal dengan tingkah orang itu yang sedari tadi selalu mengolok-olok-nya. Sagara juga sangat kesal dengan tawa semua orang.


'Awas saja kalian semua.' ancam Sagara dalam hatinya.


Sedangkan Sekretaris Ken hanya menatap datar saja ke arah kumpulan orang-orang yang tengah menertawakan Sagara dengan penuh suka cita. Semua wajah dan indentitas mereka semua telah terpatri dalam benak Sekretaris Ken dan ketika waktunya tiba, mereka semua akan menangis darah menyesali tawa mereka hari ini.

__ADS_1


Awan dan Sekretaris Diana serasa di awang-awang melihat kehinaan Sagara yang semakin bertambah parah saja.


"Sungguh menghibur sekali tontonan kali ini." ucap Awan mengomentari kejadian saat ini.


"Iya, betul. Sekertaris Ken sungguh paling jago kalau disuruh ngelawak, hahaha," tawa Sekretaris Diana.


"Tapi Ken bukanlah tipe pelawak seperti itu." komentar Yunita. "Aku paham betul karakternya seperti apa."


"Kamu kenal ya sama Kenzo?" tanya Awan penasaran.


"Nggak juga. Aku hanya menilai dari keseharian-nya saja yang selalu tepat waktu dalam menjalani semua aktivitas-nya."


"Oh, aku kira kau mengenalnya."


"Jangan kesal gitu donk, Sayang! Kalau kamu kesal kayak gitu, cantiknya jadi ilang lho." tutur Awan.


"Terserahlah." Yunita tiba-tiba jadi bad mood setelah membahas tentang Sekretaris Ken.


Sedangkan Sekretaris Diana menggigit bibirnya pelan dan tangannya yang saat ini sedang memegangi garpu mengepal kuat. Wanita itu sedang merasa marah setelah mendengar perkataan dari Yunita yang pola pikirnya sama seperti Sagara.


'Apakah derajat orang miskin begitu hinanya di mata mereka? Sehingga orang kaya seperti mereka enggan untuk berkenalan dengan kaum rendah seperti kami?' batin Sekretaris Diana. 'Tunggulah giliranmu Yunita, aku akan pastikan kau juga akan hancur dan terpuruk seperti Sagara. Kita lihat, apakah setelah kau jatuh miskin, kau masih bisa sesombong ini.'

__ADS_1


Plup.


Tiba-tiba layar besar di dalam gedung ini padam kembali dan tawa semua orang masih saling bersahutan.


Blub.


Layar besar di dalam gedung ini menyala kembali dan terlihat video tentang Viola yang sedang diculik. Gadis itu sedang duduk terikat di sebuah kursi tanpa lakban di mulutnya.


"Heh, madep sini!" terdengar suara preman di dalam video itu meski wajahnya tidak terlihat.


Viola langsung menghadap ke arah kamera.


"Cepet kasih salam buat Bapak dan Ibumu, dan minta mereka buat nyiapin uang seratus juta!" lagi-lagi suara seorang preman menyuruh Viola untuk bersuara.


Viola yang telihat sangat ketakutan mulai bersuara, "Pah, Ma, tolong Viola. Cepat tolong Viola!" pekik Viola dengan air mata yang mengalir deras.


"Good, good, good," terdengar gumaman pelan preman itu yang tertangkap di dalam video sedang memuji Viola yang nurut dengan semua perkataannya.


Suasana di dalam gedung ini langsung hening tatkala video tentang penculikan Viola ditayangan di layar besar itu.


***

__ADS_1


Tekan tombol like, simpan di favorit, dan wajib komen next atau up demi level novel ini.


__ADS_2