Cinta Anyelir

Cinta Anyelir
Bab.106


__ADS_3

Sesuai janji Aaron setelah makan, mereka akan pergi jalan-jalan ke pusat kota Bandung. Tapi sebelum pergi ke pusat kota, Aaron mengajak Miska menaiki perahu yang Aaron sewa full hanya untuk berdua. Mereka mengelilingi situ Cileunca, dan memetik buah jeruk dan strowberi. Aaron sempat menawarkan untuk arung jeram, tapi Miska menolak dengan alasan takut hanyut.


"Mana ada hanyut, orang arusnya gak terlalu deras. Dulu waktu aku SMP pernah coba." Ujar Aaron, menatap Miska yang sedang menikmati pemandangan sekitar. Sesekali dia merekamnya dan mengirim pada Melinda, Miska tahu Melinda selalu ingin datang ke Bandung.


"Nyebelin gak ajak-ajak," kesal Melinda, pada pesan yang dia kirim pada nomor Miska, dengan emoticon marah yang banyak.


"Salahkan saja adik mu, dia yang ajak aku secara mendadak. Bahkan aku hanya bawa baju satu saja," balas Miska.


Melinda membalas pesan Miska, dengan foto wajah cemberut bersama si kembar yang sedang terlelap. Si kembar Nathan dan Neil sangat menggemaskan, apalagi kedua pipinya yang chubby ingin rasanya Miska mengigit pipi tersebut.


"Kamu mau yang kaya gitu satu?" celetuk Aaron, sejak tadi dia menyimak obrolan pesan Miska dan Melinda.


"Mau tapi yang kaya Nathan dan Neil," tutur Miska.


"Ya mana bisa, pabriknya aja beda. Ya walau aku sama ka Mel adik kakak, tapi spermanya beda lah." Ketus Aaron, membuat Miska tertawa dia merasa lucu pada tingkah suaminya yang sedang cemburu.


"Ya maksudnya aku mau punya yang lucu, imut dan gemesin kaya keponakan mu itu sayang, dan jelasnya ayahnya itu kamu. Bukan yang lain," ujar Miska, mengecup sekilas bibir Aaron yang kini kembali tersenyum tipis.


Setelah puas naik perahu, jam makan siang. Aaron dan Miska memutuskan untuk makan bakso dan mie ayam saja. Karena mereka, berencana untuk makan malam di daerah alun-alun Bandung di cafe atau resto yang astetic.


Singkat cerita setelah makan dan berpamitan, Aaron melajukan mobilnya menuju Bandung. Tujuannya satu yaitu alun-alun Bandung.


Beberapa jam kemudian, mereka sudah sampai. Aaron mengajak Miska untuk melihat-lihat baju atau barang yang sang istri ingin di beli. Namun Miska malah mengajak Aaron berkeliling mall saja, dan membeli minum.


"Kita makan aja gimana? Aku udah lapar belum?" tanya Aaron.


"Lapar sih," kekeh Miska, melirik jam tangan berwarna ungu lambang BTS yang melingkar di tangannya menunjukan pukul lima sore.


"Udah jam lima aja, gak kerasa banget kalo cuma jalan-jalan keliling." Celetuknya.


"Iya lah gak kerasa, tau-tau kaki aku pegal," protes Aaron, membuat Miska tertawa hanya di luar yang jauh dari kota mereka Miska bisa memeluk Aaron di tempat umum sesuka hati.


"Bukannya itu Aaron?" tanya seorang lelaki paruh baya, pada sang istri.

__ADS_1


"Mana?"


Jimi menunjuk Aaron yang sedang duduk bersama Miska, yang menunggu pesanan minuman mereka. Tak pernah ada yang menyangka bahwa, mereka sepasang suami istri.


"Itu pacarnya kah?" tanya Sekar.


"Tidak tahu," sahut Jimi, membuat Sekar memutar bola mata malas.


Mereka hanya mengawasi dari jauh, tanpa mendekat. Mungkin Aaron bersama kekasihnya begitu pikir Jimi dan Sekar. Singkatnya setelah puas jalan-jalan, Aaron memutuskan untuk mengajak Miska pulang.


"Maaf aku belum bisa memberikan apa yang kamu mau," gumam Aaron, menatap Miska yang terlelap. Kelelahan karena seharian jalan-jalan dan juga belanja.


Hanya Aaron yang terjaga, di temani lagu kesukaannya. Dia berharap rumah tangganya berjalan dengan mulus, walau masih di rahasiakan dia pun ingin mengungkapkan kepada seluruh dunia, bahwa Miska adalah istrinya.


.


.


.


.


Tak terasa waktu cepat berlalu, dan seperti baru kemarin kedua anak Melinda dan Axel masih bayi. Dan kini si kembar sudah berusia lima tahun, dan memiliki satu orang adik perempuan berusia tiga tahun bernama Belvana Sabhira Johnson. Sedangkan Ameera dia memiliki satu orang putri dan satu orang putra yang masih bayi, sedangkan Miska dia pun memiliki anak yang hanya berjarak satu tahun dari si kembar.


Usapan lembut terasa di bahu Miska, membuatnya menoleh menatap sang ibu. Yang kini ikut memperhatikan sang anak yang sedang bermain sendiri di halaman rumahnya. Rumah yang dia beli, dari menjual hasil apartemen yang Aaron belikan saat itu. Satu minggu setelah pulang dari Bandung, mendadak Aaron di sibukkan dengan perkuliahannya juga pekerjaannya. Walau satu kantor, mereka jadi jarang bertemu karena yang menghandel semua pekerjaan Aaron adalah asisten pribadinya sedangkan Miska hanya membuat laporan saja.


Sampai pada akhirnya Miska ingin memberikan kejutan bahwa dirinya hamil, namun Aaron malah pergi ke Singapura atas permintaan Dika. Yang tak bisa di bantah sama sekali, bahkan Melinda pun tak bisa membujuk Dika menghentikan Aaron. Sebagai gantinya, Melinda menjaga dirinya yang sedang hamil kala itu.


"Mama." Pekik Kiara putri Aaron dan Miska, melambaikan tangan pada Miska dan sang nenek.


Miska membalas lambaian tangan sang anak, begitu juga ibunya Miska.


"Kamu yang sabar nak! Yakinlah, Aaron pasti akan kembali." Kata sang ibu.

__ADS_1


"Ya aku percaya bu," sahut Miska, dia sudah menunggu hampir lima tahun lamanya.


Hanya Melinda lah perantara dirinya dan Aaron, itu pun sangat sulit karena menurut Melinda Aaron tinggal di asrama yang sangat ketat. Miska pun tak ada niat, untuk memberitahu suaminya tersebut tentang anak mereka.


"Ajak anak mu masuk, sebentar lagi sore. Pamali," ujar sang ibu, membuyarkan lamunan Miska.


"Iya bu,"


Miska menghampiri Kiara, yang sedang bermain dengan kelinci yang di berikan oleh Neil.


"Sayang, ayok kita masuk." Ajak Miska, menatap bocah kecil yang menurutnya sangat mirip dengan Aaron. Aaron versi perempuan, begitulah Melinda selalu menyebutnya.


"Aku udah siapin bunga ini buat daddy," celetuk Kiara, yang baru selesai memetik bunga secara asal.


"Anak pintar, tapi daddy masih lama pulangnya." Ujar Miska.


"Kapan?" tanyanya dengan bingung.


"Tidak tahu," jawab Miska sambil terkekeh.


"Sekarang Kiara lebih baik mandi dulu, lalu kita makan. Kalau daddy pulang terus Kiara kurus kan gak lucu, nanti daddy kira Kiara gak di kasih makan sama mama," canda Miska, membuat Kiara cemberut.


"Baiklah kalau gitu ayok Ma," dengan antusias, Kiara menarik Miska untuk masuk ke dalam rumah.


Saat memandikan sang anak, Miska mendengarkan Kiara bercerita bahwa Aiyla dan si kembar selalu membelanya dari anak nakal di sekolah. Karena hanya beda bulan dan tahun, Nathan, Neil, Aiyla dan Kiara satu sekolah dan satu kelas. Sedangkan Isabella anak dari Freya dan Rakai Johnson, dia sudah memasuki TK besar dan akan masuk ke sekolah dasar. Sedangkan Belvana dia masih mengikuti Play grup.


"Mereka baik, karena mereka saudara mu." Gumam Miska, mengeringkan rambut Kiara yang panjang dan hitam.


"Sudah selesai, ayok kita makan. Nenek pasti sudah menunggu," kata Miska, dia menuntun sang anak untuk ke lantai satu dimana sang ibu sudah menunggu dengan berbagai hidangan yang sudah tersusun rapi di meja makan.


Miska pun memperkerjakan satu orang asisten rumah tangga, untuk membantu ibunya di rumah. Karena tak jarang asisten rumah tangganya, sering menjemput atau menunggu Kiara di sekolah. Sedangkan Miska di bekerja di tempat usaha yang dia dirikan dari hasil tabungan dan juga uang yang selalu Aaron berikan.


****

__ADS_1


__ADS_2