Cinta Anyelir

Cinta Anyelir
Bab.107


__ADS_3

Singapura


Aaron menatap hiruk pikuk negara yang selama lima tahun ini dia tempati, dan besok dia akan pulang ke Indonesia dengan atau tanpa izin dari Dika sang ayah. Selama ini cukup sudah Aaron menurut pada ayahnya itu, dia sudah merindukan Miska dan sang anak yang tumbuh dengan cantik dan sehat. Dia tahu semu dari Melinda, sang kakak yang diam-diam selalu memberikan perkembangan tentang Kiara. Kiara Putri Arsalan itulah nama sang anak, dan nanti akan dia sematkan nama keluarga besarnya yaitu Wiriadinata.


Dering ponsel membuyarkan lamunan Aaron, sebenarnya dia bisa menghubungi Miska. Namun dia tak ingin konsentrasinya dalam belajar terganggu, dan rasa ingin pulang sangat besar.


"Maafkan aku Miska," gumam Aaron menghela napas dengan kasar.


"Ada apa ka Mel?" tanya Aaron, pada sambungan telepon.


"Kamu besok jadi pulang?"


"Iya, kenapa gitu? Jangan bilang mau minta oleh-oleh ya! Ogah, ka Axel kaya minta aja sama dia." Ketus Aaron, membuat Melinda tertawa.


"Idih enak aja minta, kita hari ini pun bisa berangkat secara suami ku kaya." Sombong Melinda, membuat Aaron memutar bola mata malas.


"Ya sudah katakan ada apa? Aku mau pergi,"


"Besok jadi pulang?" ulang Melinda, karena Aaron tak menjawab pertanyaan dirinya.


"Iya aku sudah rindu dua bidadari ku," ujar Aaron tersenyum.


"Cih... Bucin, giliran di temu gak mau."


"Oh... Ya Miska juga tanya kapan kamu pulang tadi, tapi aku jawab akan jadi kejutan untuk mu." Kekeh Melinda.


"Iya aku ingin memberikan kejutan padanya ka, kejutan yang tak pernah dia sangka sama sekali." Tutur Aaron, Melinda pun bertanya kejutan apa. Tapi Aaron tak memberitahu, sambungan terputus karena Nathan dan Neil ingin makan malam di luar.


Aaron memutuskan untuk mengambil penerbangan pagi, sebelum pulang dia akan pergi membeli oleh-oleh untuk Kiara. Mengingat wajah putrinya, selalu membuat Aaron tersenyum tipis. Banyak sekali gadis yang mendekatinya, namun Aaron selalu bersikap dingin dan menunjukan cincin di jari manisnya.


***


Keesokan harinya, Aaron sudah berada di dalam pesawat penerbangan menuju Jakarta. Dia sudah tak sabar menantikan saat di mana dia memeluk Kiara, dan membawanya jalan-jalan.


Menurut Melinda Kiara pulang pukul sebelas, dia selalu di jemput oleh pengasuh yang merangkap jadi asisten rumah tangga yang berada di rumah Miska. Atau sering di jemput oleh ibunya Miska, jika saja Anyelir tahu. Mungkin dia akan bahagia memiliki cucu yang lain, selain dari Melinda dan Ameera.


Kurang lebih menempuh perjalanan dua jam, akhirnya Aaron tiba di sekolah tempat Kiara sekolah. Bersama dengan keponakannya yang lain, Aaron tak mampir ke mana-mana dulu. Dia langsung menuju ke sekolahan sang anak, di lihat waktu masih menunjukan pukul sepuluh. Masih satu jam lagi, sekolah bubar namun Aaron memutuskan untuk menunggu di cafe yang berada di sebrang.


Dua puluh menit jam pulang sekolah, sudah ramai oleh orang tua atau pengasuh dan supir siswa dan siswi yang akan menjemput. Rata-rata mereka adalah anak orang kaya, Kiara masuk ke sekolah ini pun berkat Melinda. Tak lama, Aaron melihat mobil jemputan milik Nathan dan Neil, juga Aiyla. Tak membutuhkan waktu lama, Kiara muncul dengan rambut di kepang dua dan tas bergambar beruang berwarna coklat.


"Kiara kamu di jemput siapa?" tanya Aiyla, dia selalu menunggu jemputan datang bersama Nathan, Neil dan Kiara.


"Katanya sama mbak, tapi mbak mana yah? Belum keliatan," kata Kiara, menatap sekitar berharap ada yang menjemput.

__ADS_1


"Oh... Itu Papi ku udah datang, aku duluan yah!" ujar Aiyla, terkadang ada rasa iri dalam hati Kiara melihat teman-temannya di jemput oleh ayah atau ibu. Sedangkan dia lebih sering oleh pembantu di rumahnya atau sang nenek.


"Iya," sahut Kiara, Azriel pun sudah menawarkan untuk mengantar Kiara tapi Kiara selalu menolak. Begitu pun dengan si kembar yang mengajak Kiara pulang.


"Kiara ikut saja sama kita," ajak Neil.


"Engga, kalo aku pulang bareng kalian. Nanti mbak Tari cari aku," tolak Kiara.


"Tapi nanti kamu sendiri di sini Kiara," timpal Nathan, yang di jawan anggukan oleh Neil.


"Engga kok, Kiara gak sendiri. Dia sama uncle," celetuk Aaron.


"Da-daddy," pekik Kiara, dia berlari dan menghamburkan diri ke pelukan Aaron.


"Uncle Aaron?" seru Nathan dan Neil, mereka pun ikut memeluk sang paman.


Namun Kiara menyingkirkan si kembar.


"Kalian gak boleh peluk daddy aku, kalian kan punya daddy juga." Ujar Kiara.


"Kiara pelit," cebik Neil, berlari menuju mobil di ikuti oleh Nathan.


Lalu supir dan suster pun berpamitan pada Aaron dan Kiara, tinggal lah mereka berdua yang masih melepas rindu.


"Maafkan daddy sayang, daddy cari uang dulu buat kamu." Jelas Aaron.


Aaron mengajak Kiara pulang, ke rumah Kiara. Beruntung Melinda memberitahu pada Tari agar tak menjemput Kiara. Singkat cerita Aaron sudah sampai di rumah, dan di sambut haru oleh ibu mertuanya. Aaron menggumamkan kata maaf pada sang ibu mertua, karena mengabaikan anaknya selama di hamil sampai melahirkan.


Namun ibu dari Miska tersebut tak mempermasalahkan itu, justru dia beranggapan bahwa semua itu adalah ujian kisah cinta Aaron dan Miska. Bahkan diam-diam, Dika dan Anyelir sudah datang ke rumah Miska saat semua orang sedang tak ada di rumah. Aaron begitu terkejut, bahwa Anyelir dan Dika sudah memberi restu dan tahu soal pernikahan siri mereka yang sampai lima tahun lamanya.


Aaron sendiri berjanji akan segera menggelar pesta pernikahan yang mewah untuk Miska, tak terasa sore menjelang seharian Kiara bercerita kepada Aaron dan Aaron menjadi pendengar yang baik.


"Sebentar lagi mama pulang," beritahu Kiara.


"Ayok kita kasih kejutan mama sayang," ajak Aaron, dia menuntun Kiara untuk menunggu Miska di depan rumah.


Hanya membutuhkan waktu sepuluh menit, Miska sudah kembali ke rumahnya dan dia sangat terkejut mendapati laki-laki yang berperawakan-nya sangat mirip dengan Aaron.


"Aaron," desis Miska, membuat sang empunya nama tersenyum dan berbalik.


"Mama, lihat daddy sudah pulang." Seru Kiara, dia langsung berlari ke arah Miska yang masih terkejut dan tak percaya pada pengelihatannya.


"Aku pasti halusinasi, karena merindukannya." Gumam Miska, namun masih terdengar oleh Aaron.

__ADS_1


"Kamu gak halusinasi sayang, aku asli bahkan kamu bisa peluk dan cium aku." Tutur Aaron, tersenyum genit dan sekarang Miska percaya mana ada bayangan genit dia pun tertawa dengan mata berkaca-kaca dan langsung memeluk Aaron dengan erat, mengabaikan wajah cemberut Kiara yang di abaikan oleh kedua orang tuanya.


"Mama, daddy." Teriak Kiara yang merasa di abaikan.


Aaron dan Miska langsung melepaskan pelukan mereka, dan menatap Kiara yang cemberut. Aaron langsung menggendong sang anak dan menciumnya dengan gemas. Malam harinya, Miska sungguh sangat terkejut saat seluruh anggota Wiriadinata datang ke rumahnya bahkan Melinda dan Ameera pun turut hadir.


"Ada apa ini bu?" bisik Miska, kepada sang ibu yang menyambut besannya.


"Mereka mau lamar kamu, dan mengadakan resepsi pernikahan." Jawab sang ibu dengan berbisik.


"Hah? Masa sih?"


"Sudah duduk manis aja, anggap masih gadis." Kekeh sang ibu, Miska mencebik namun dia pun menurut untuk diam hanya sang ibu dan Denis sang adik yang berbicara.


Sampai pada akhirnya, mereka sepakat akan melakukan resepsi dan akad nikah ulang dua minggu lagi. Anyelir pun memeluk Miska, dan meminta maaf atas perlakuan sang anak yang mengajaknya menikah siri. Lalu Dika pun melakukan hal yang sama, meminta maaf pada Miska.


.


.


.


.


Tak ada yang lebih membahagiakan bagi Miska selain mendapatkan pengakuan dari keluarga suaminya, bahkan seluruh keluarga besar bersuka cita dalam pesta pernikahan Aaron. Karena Aaron anak terakhir, Dika mengeluarkan banyak hadiah untuk para tamu.


Bahkan Kiara, seharian itu bersama dengan Mario dan Laura walau di usia senja mereka. Masih saja gagah dan gesit bersama cicitnya, Miska menatap tamu undangan yang sedang bersuka cita lalu melirik pada Aaron suami yang kini sah secara agama dan negara.


"Kenapa? Udah gak tahan ya?" goda Aaron, dan mendapatkan cubitan dari Miska.


"Engga, aku gak nyangka semuanya bakal seperti ini. Aku kira bakal ada drama-drama mertua yang tak merestui," kekeh Miska.


"Mana ada kaya gitu, ibu dan daddy ku paling baik." Cetus Aaron, membuat Miska memutar bola mata malas.


Miska tak hentinya bersyukur kepada yang Maha Kuasa, atas kebahagiaan yang dia dan sang anak Kiara dapatkan. Sempat di cibir karena hamil tanpa suami, dan lainnya. Kini, dia mendapatkan kebahagiaan yang tiada tara saat melihat sang anak tertawa lepas dan bahagia di lingkungan ayahnya. Dan Miska, selalu bersyukur di beri suami seperti Aaron yang memiliki sifat yang hangat, lembut hanya pada orang-orang tertentu saja.


Mereka memiliki akhir kisah yang bahagia, menurut versi mereka masing-masing.


Tamat


Alhamdulilah udah tamat ya! Mohon maaf jika masih banyak kekurangannya. Terima kasih yang sudah membaca sampai sejauh ini, bahkan yang dari awal yaitu Twins makasih banyak 🙏


Sampai jumpa di novel ku yang lain 💜💜

__ADS_1


__ADS_2