
Acara tersebut selesai pukul enam sore, karena Axel bagi-bagi hadiah pada tamu yang datang. Hanya keluarga inti saja yang masih berkumpul di rumah Axel dan Melinda, Miska pun di tahan oleh Melinda karena masih merindukan sahabatnya tersebut.
Rakai terus saja menggoda Miska, membuat Miska menunduk malu. Namun ada satu pria muda yang menatap tak suka, Miska dan Rakai.
Melinda pun menyadari itu, saat tak sengaja melirik pada sang adik Aaron.
"Kai, Miska jomblo loh! Kamu gak mau nandain dia? Dia pinter masak juga, kamu kan nyari yang pinter masak, nyenengin di rumah." Celetuk Melinda, membuat Miska melotot tak percaya.
"Melinda," desis Miska, dia sangat malu malah di promosiin seperti itu. Dih... Memangnya dirinya tak laku apa? Cebik Miska kesal dalam hati.
"Wah iya kah? Boleh dong aku antar kamu pulang malam ini," ujar Rakai, namun sebelum Miska menjawab Aaron sudah lebih dulu menyela.
"Aku yang antara Miska pulang ka Rakai, lebih baik ka Rakai antara ka Lula dan ka Ara pulang." Tegas Aaron dengan dingin.
"Dih... Aaron anaknya bapak Dika, memang lo siapanya Miska?" ledek Rakai, sedangkan para orang tua yang mendengar perdebatan kecil anak-anaknya hanya menggeleng saja.
"Aku atasannya, memang kenapa?" Rakai tertawa, menatap Aaron.
"Cuma atasan, lo terlalu posesif dia bukan cewek lo Aaron. Jadi biar gue yang antar Miska pulang," ujar Rakai mengedipkan matanya dengan genit, membuat Aaron mengepalkan tangannya.
Sementara itu di ruangan para orang tua, Dela yang mendengar pembicaraan anak-anaknya hanya tertawa saja.
"Uncle sepertinya anak mu, mau nikah muda." Celetuk Dela.
Membuat Dika dan Anyelir, menatap ke arah Aaron yang sedang berdebat dengan Rakai.
"Mereka hanya bercanda," sangkal Dika.
"Tapi kalau beneran gimana?" tanya Velia.
"Aku sih gak gimana-gimana, merestui hubungan mereka jika saling cinta." Timpal Anyelir, menatap Dika yang juga tersenyum.
Mereka tak akan membatasi anak-anaknya untuk jatuh cinta, bahkan jika Aaron mencintai orang yang di bawah mereka Dika dan Anyelir pun akan merestui hubungan mereka. Mereka hanya tak ingin, kejadian di antara mereka dulu terulang pada anak-anaknya.
Kembali ke tempat anak muda, di sana Rakai dan Aaron masih saja berdebat tentang Miska akan pulang dengan siapa? Sampai pada akhirnya, Ceilo memotong perdebatan saudara kembarnya dengan Aaron.
__ADS_1
"Lebih baik, Miska pulang sama gue dan dua kakak cantik gue." Celetuk Ceilo dengan nada dingin, membuat semua orang tertawa.
Aaron hanya memutar bola mata malas, sedangkan Rakai mencebik kesal dan memutuskan untuk bergabung dengan para orang tua dan membahas bisnis, dengan tuan Samanta ya siapa tahu tuan Samanta mau menanamkan modal di perusahaan sang ayah Auriga.
"Lebih baik kalian tanya Miska saja, mau sama siapa Miska di antar? Aaron atau Ceilo?" tanya Lula menatap Miska.
"A-aku itu..." Miska menunduk menahan malu, karena kini dia di tatap semua orang.
"Dasar Melinda, awas aja yah!" geram Miska dalam hati, tapi ada rasa senang juga kalau Aaron memperhatikan dirinya.
"Kamu pulang sama saya, titik! Tidak usah membantah. Aku atasan mu," celetuk Aaron, yang sejak tadi menunggu jawaban Miska.
"Baik," sahut Miska dengan pasrah, dia takut di pecat.
Setelah Aaron memutuskan untuk keluar sebentar, Miska menghembuskan napasnya dengan pelan. Seperti habis, melakukan uji nyali saja.
Mereka pun kembali melanjutkan obrolan yang lain, sesekali Miska menanggapi ucapan mereka. Tara kata, jangan terlalu kaku dengan keluarga Aaron mereka semua menyenangkan. Dan bakal selalu menerima Miska, walau usia mereka berbeda jauh.
****
"Aku pulang dulu Mel, lain kali aku main ke rumah kamu." Ujar Miska.
"Iya, kamu boleh main. Kamu kan calon adik ipar aku," goda Melinda, Miska langsung cemberut dan melirik sedikit pada Aaron yang sudah berada di dekat mobil.
"Ngeselin, udah ahh aku pulang dulu. Axel aku pamit," ujar Miska.
"Iya hati-hati, jangan ngebut Aaron." Kata Axel, di jawab anggukan oleh Aaron.
Hening kini Aaron dan Miska sudah melaju membelah jalanan ibu kota, yang masih ramai walau sudah malam. Tak ada obrolan yang berarti, baik dari Aaron atau Miska hanya suara lagu dari Jimin BTS yang terdengar. Karena memang, Aaron menyukai salah satu grup boy band tersebut.
Miska mengarahkan jalan menuju rumahnya, walau tak semewah rumah orang tau Aaron atau rumah Melinda. Tapi setidaknya Miska, memiliki rumah untuk bernaung dari teriknya panas dan derasnya hujan.
"Terima kasih pak Aaron," ucap Miska, setelah sampai di rumah sederhana namun terlihat sangat asri di antara rumah yang lain.
"Bisakah jika di luar tidak usah memanggil ku pak?" tutur Aaron.
__ADS_1
"Ta-tapi anda atasan saya," cicit Miska takut.
"Baiklah, mulai sekarang jangan panggil saya pak jika sedang berdua. Mengerti?"
"Iya saya mengerti," sahut Miska, lebih baik dia menjawab agar Aaron cepat pergi dari depan rumahnya. Karena tetangga Miska selalu kepo, jika ada lelaki yang mengantarnya pulang bisa saja itu kang ojol.
"Saya permisi," ujar Aaron.
"Iya hati-hati, Aaron." Kata Miska.
Miska menunggu sampai mobil Aaron tak terlihat lagi, saat akan masuk. Miska di tanya oleh tetangga samping rumahnya yang super duper kepo.
"Ehh... Mis, tadi di antara siapa lagi? Pasti cowok baru lagi yah?" tebak Entin tetangga Miska.
"Bukan bu, dia supir taxi online." Sangkal Miska, agar tak jadi masalah.
"Masa sih? Gak percaya ibu mah."
"Saya gak minta untuk anda percaya, itu bukan urusan anda bu. Saya permisi mari," pamit Miska, membuka pagar rumah dan masuk ke dalam.
Dia masih bisa mendengar umpatan dari mulut Entin, ibu-ibu tukang gosip seluruh warga sudah tahu. Dia layaknya wartawan atau paparazi yang selalu menguntit anak gadis.
"Cih... Mentang-mentang anaknya laki semua," cibir Miska dengan kesal.
"Kenapa sih?" tanya ibu Miska, yang melihat sang anak menggerutu.
"Ahh... Mama buat aku kaget saja," celetuk Miska.
"Biasalah Ma, si cctv." Kekeh Miska.
Sang ibu pun hanya beroh saja, tak aneh dengan tetangganya tersebut. Ibu Miska menanyakan siapa yang mengantarnya, dan Miska menjawab dengan jujur. Miska berpamitan pada sang ibu, karena ingin segera membersihkan diri dan beristirahat karena sudah lelah.
*****
Maaf typo, jangan lupa vote guys
__ADS_1