
Velia tak tahu jika Melinda memiliki riwayat alergi terhadap semua jenis ikan, Melinda pun salah tak memberitahu terlebih dulu pada ibu mertuanya tersebut. Tanpa sepengetahuan Melinda, Velia memasukan kuah sup ikan yang dia buat. Untuk sang menantu Freya yang sedang mengandung, awalnya Melinda baik-baik saja saat suapan pertama.
Tapi setelah empat suapan, tiba-tiba dia merasa gatal di mulut dan tenggorokan, lalu dia merasakan napasnya sesak, munculnya ruam di kulit dan Melinda merasa mual luar biasa.
Melinda berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan makanan, yang dia makan barusan. Velia yang melihat itu pun merasa khawatir.
"Astaga Mel, kamu kenapa?" tanya Velia.
"Aku sesak mom," ucapnya terbata, tenggorokannya tercekat dan hidungnya berair lalu dia mengelapnya menggunakan tisu.
"Apa?" pekik Velia.
"Astaga bagaimana ini? Kamu kenapa Mel? Bibir mu bengkak itu," ujar Velia, membawa kembali Melinda untuk duduk di ranjang.
Velia melirik Melinda yang sudah memerah, Velia tak menyadari sejak tadi cuping telinga dan Melinda sudah merah.
"Sebentar ya, mommy panggil Rakai buat bawa kamu ke rumah sakit." Kata Velia, sedangkan Melinda tak menjawab sama sekali dia mengatur napasnya agar bisa bernapas.
Velia dengan wajah panik, menuju kamar sang anak Rakai. Dia terus menggedor kamar tersebut sampai si empunya kamar keluar, melihat ibunya yang panik. Rakai pun langsung menuju kamar Melinda, setelah Velia menceritakan semuanya.
"Melinda," pekik Velia dan Rakai, dengan sigap Rakai menggendong Melinda dan akan membawanya ke rumah sakit.
"Melinda, dia kenapa?" tanya Freya.
"Aku tidak tahu, aku mau bawa dia ke rumah sakit. Kamu tunggu di sini sama mommy yah!"
__ADS_1
"Engga aku mau ikut," rengek Freya.
"Iya... Iya kamu juga ikut Freya," sahut Velia, menarik lengan sang menantu.
Karena kondisi Melinda mungkin sudah memprihatinkan, terlihat dari wajah dan tangannya yang terdapat ruam dan sudah memerah. Dan tak lupa, bibirnya sudah membengkak.
"Freya telepon Axel, suruh ke rumah sakit." Titah Velia, kini mereka sudah berada di dalam mobil yang melaju cepat menuju rumah sakit.
"Iya mom," jawab Freya.
Freya selesai menghubungi Axel, dia menatap Melinda yang berada di pangkuan Velia. Dua puluh menit kemudian, mereka sudah sampai di rumah sakit milik keluarga Johnson.
Mereka dengan gerak cepat menangani Velia, memberikan obat anti alergi. Lalu dia langsung di bawa ke ruangan VVIP khusus keluarga Johnson.
"Bagaimana keadaan menantu saya dokter?" tanya Velia dengan cemas.
"Syukurlah." Velia bisa bernapas dengan lega.
"Kira-kira Melinda kenapa?" tanya Freya.
"Dia memiliki alergi dengan ikan, baik itu olahan ikan atau makanan ringan yang mengandung semu ikan." Papar dokter.
"Ikan?" tanya Velia, di jawab anggukan oleh dokter. Velia pun teringat jika tadi, memberikan Melinda sup ikan yang dia buat untuk Freya.
"Tadi saya memberikan dia makan ikan dok, saya tidak tahu jika Melinda memiliki riwayat alergi ikan." Kata Velia.
__ADS_1
"Satu lagi nyonya, saya sarankan nona Melinda untuk di bawa ke dokter kandungan. Karena hasil pemeriksaan nona Melinda sedang mengandung," jelas dokter.
"Hamil? Benar kah dok?" tanya Velia tak percaya.
"Iya, kalau begitu saya permisi. Mari," pamit dokter.
Di jawab anggukan oleh Rakai, karena Velia sedang syok akan berita bahagia kehamilan Melinda yang di nanti oleh mereka.
Axel sendiri, dia baru saja sampai di rumah sakit. Dia langsung menuju lantai dimana jika anggota keluarganya sakit, saat membuka pintu hanya ada Velia. Karena Rakai dan Freya sudah pulang lebih dulu, untuk menyiapkan keperluan selama Melinda dan Axel di rumah sakit.
"Mommy," panggil Axel, dia melihat Melinda yang belum bangun dengan masker oksigen untuk melancarkan pernapasannya.
"Maafkan mommy Axel, mommy gak tahu. Jika Melinda alergi ikan," ujar Velia memeluk sang anak.
"Tidak apa-apa mom, aku juga tidak tahu. Melinda mungkin tidak memberitahu kita," kata Axel menenangkan sang ibu.
Axel melerai pelukannya dengan sang ibu, dia menatap Melinda dengan nanar. Mungkin pengaruh obat, Melinda belum sadarkan diri. Axel tak akan memberitahu Dika, terlebih dulu tentang Melinda yang di rumah sakit.
"Sebaiknya mommy pulang, aku akan jaga di sini." Ujar Axel.
"Tidak mommy mau di sini, mommy bersalah memberikan Melinda makanan tesebut."
"Sudah mommy, tidak apa-apa." Kata Axel, satu hal yang Velia lewatkan adalah. Dia tak memberitahu Axel kabar tentang kehamilan Melinda.
**Semoga suka, maaf typo 💜💜
__ADS_1
Maaf dikit ngantuk banget soalnya**.