Cinta Anyelir

Cinta Anyelir
Bab.26


__ADS_3

Pagi menjelang, Dela meraba sisi kiri tempat tidurnya. Dingin tak ada Auriga di sana, semalam dia pun langsung tidur karena lelah menunggu Auriga sejak sore.


Dia pergi ke kamar mandi, melakukan ritual mandi. Lalu menyiapkan sarapan yang simpel, untuk Lula dan Ara.


Dela melirik jam di dinding, menunjukan pukul setengah enam. Dia terlambat bangun, membuat Dela menghembuskan napasnya dengan pelan.


"Sebenarnya dimana kamu?" gumamnya, dia mencoba menghubungi nomor Auriga. Dan tak dapat di hubungi.


Menyerah Dela pun membiarkan saja,  Dela fokus menyiapkan sarapan untuk kedua anaknya. Dela memilih membuatkan roti bakar, untuk Lula dan Ara. Sementara bekal untuk Lula, Dela membawakan Lula chiken katsu dan kebab yang tinggal dia panaskan.


Tepat pukul enam semuanya telah selesai, Dela kembali ke atas. Menuju kamar kedua anaknya, dia mengetuk pintu kamar dan mendapati suara Lula dari dalam.


"Ka? Sudah siapa?" tanya Dela, menatap kamar Lula yang sudah rapih begitu pun tempat tidurnya.


Sementara Ara tengah membasuh wajah di kamar mandi.


"Sudah bunda, masak apa hari ini?" tanya Lula antusias.


"Cuma bikin roti bakar, gak apa yah! Tapi bunda buatin bekal buat kakak," ujar Dela.


Lula dapat menangkap raut lelah dari Dela, dan kecemasan. Namun dia lebih baik diam, dan tak ikut campur. Lula menggenggam tangan Dela, dan menciumnya lalu memeluk Dela.


"Bunda jangan kecapean, aku gak mau bunda kenapa-napa. Cukup Ara yang aku benci, jangan adikku yang lain." Cetus Lula, membuat Dela terdiam.


"Kenapa kamu berfikir seperti itu? Kamu percaya sama bunda kan? Bunda akan baik-baik saja," ucap Dela dengan lembut, karena Dela mengerti kenapa Lula berucap seperti itu. Dia takut apa yang terjadi, pada ibunya terjadi pada dirinya.


Lula mengangguk dan memeluk Dela lebih erat, Ara yang melihat sang kakak memeluk bundanya dengan erat. Membuatnya ikut bergabung memeluk Dela dan Lula, Dela tersenyum menatap Lula dan Ara begitu menyayangi dirinya.


Seketika rasa sedih, karena Auriga tak pulang hilang sudah.


"Ayok sekarang kita sarapan, bunda akan antar kakak ke sekolah. Karena ayah belum pulang," ungkap Dela.


"Ayah belum pulang?" tanya Lula tampak terkejut.


"Iya, tapi kamu tenang ayah kasih bunda kabar kok. Dia katanya lembur, dan ketiduran di kantor." Bohong Dela, agar Lula tak marah.


"Oh... Ya sudah, ayah memang selalu begitu. Ayok," ajak Lula.


Pagi itu mereka makan bertiga, tanpa kehadiran Auriga. Entah dimana laki-laki itu, dia pun tak memberikan kabar.


****


Sementara itu di kediaman Tara, semua orang sudah sibuk menyiapkan tempat agar terlihat lebih leluasa. Karena keluarga besar Dika, akan datang untuk pertama kalinya ke rumah yang di tempati Tara.


"Ingat kamu jangan terlalu cape," pesan Dika, sebelum berangkat ke kantor.


"Iya sayang," balas Jenny.

__ADS_1


"Hari ini kamu ke kampus kan?" tanya Jenny.


"Iya, sama Dela. Aku akan jemput dia," ujar Dika, membuat Jenny mengangguk.


Dika sudah siap dengan setelan kemeja, dan celana bahan berwana senada. Tak lupa, dia pun membawa jas. Karena setelah selesai dengan urusan perkuliahan dia akan pergi ke kantor dan pulang cepat.


"Bi, aku titip Jenny. Jangan sampai dia melakukan aktifitas di dapur," ujar Dika.


"Baik tuan, akan saya awasi."


Dika mengangguk dan berpamitan pada Jenny, dengan mengecup kening sang istri. Walau sudah lama, tetap Anyelir yang ada di hati Dika.


Semuanya memang salah, tapi Dika pun tak bisa menghilangkan Anyelir di hatinya. Cinta pertamanya.


Dika mendapati pesan bahwa dia akan ke kampus sendiri, dan sedang dalam perjalanan menitipkan Ara ke rumah Zea.


Saat dalam perjalanan menuju kampus, tak sengaja Dela melihat mobil milik Auriga. Kebetulan atau di sengaja, jendela mobil tersebut terbuka.


Dela bisa melihat seorang wanita di dalam mobil sang suami, membuatnya emosi. Dela ingin turun, tapi daerah sekitar itu sangat ramai. Dia tak akan mempermalukan diri sendiri.


"Kamu mengkhianati aku," geram Dela, menambah laju kecepatan mobilnya.


Tujuannya adalah rumah Laura, dia batal pergi ke kampus. Entah mengapa, dia ingin menenangkan diri terlebih dulu. Setelah semalaman dia menunggu, tapi sang suami malah berduaan dengan wanita lain. Air mata pun tak terasa menetes, dengan cepat Dela menghapusnya.


Dika sendiri dia sudah sampai di depan kampus, dia melirik ke arah gerbang berharap Dela muncul. Karena sebentar lagi, kelas akan di mulai.


"Wih... Pengantin baru," pekik Roby.


Roby menepuk pundak Dika, dan memeluk sahabatnya itu. Di susul oleh Hendra dan Irpan.


"Apa kabar bro? Udah jadi orang sibuk mah beda yah, susah di temui." Kekeh Irpan.


"Bisa aja lo, betewe kalian liat Dela?"


"Kayanya engga deh, dia belum datang." Timpal Hendra.


Dika mengangguk dan mengajak sahabatnya masuk kedalam, mungkin semester ini adalah semester terakhir mereka bertemu. Karena setelah ini, mereka akan di sibukkan untuk membuat skripsi dan lainnya.


Sepanjang kelas sungguh Dika tak konsen, karena Dela sulit di hubungi. Dika juga tahu, bahwa Dela sedang hamil.


***


Di sisi lain Auriga begitu marah saat mengetahui bahwa Riana menjebaknya, dia tak pulang semalam dan berakhir di kamar Riana. Lalu dengan terpaksa Auriga mengantar Riana, dengan alasan takut para preman mengganggunya lagi.


Dan kini dia akan menuju kantor, setelah itu akan pulang ke rumah berharap Dela mendengarkan penjelasan dirinya.


Jam makan siang, Auriga pulang. Tapi rumah tampak sepi. Auriga pun tak tahu, bahwa hari ini Dika mengundangnya untuk ke rumah.

__ADS_1


Laura datang memeluk menantunya, dan mengucapkan selamat atas kehamilannya. Lalu memeluk Tara, yang dia rindukan.


"Ibu kangen sama Tara," ujar Laura.


"Aku juga," balas Tara memeluk Laura dengan erat.


"Ayok masuk bu," ajak Jenny.


"Yumna, Yusra dan papi akan menyusul, katanya mereka masih banyak kerjaan." Jelas Laura.


"Iya tidak apa-apa, Dika pun belum pulang."


Laura sendiri tak tahu, Dela ada di rumahnya. Karena pada saat Dela datang, Laura sedang berada di luar. Pelayan pun tak tahu, karena sibuk di dapur.


Setelah semua kumpul termasuk Ara dan Lula, yang di jemput Dika. Mereka semua bertanya dimana Dela dan Auriga.


"Lula, dimana bunda mu?" tanya Yumna.


"Aku gak tahu Nana, setelah mengantar aku tadi pagi. Bunda bilang mau ke kampus," papar Lula.


"Ayah juga tidak pulang semalam," sambungnya lagi.


"Tidak pulang?" ulang Yumna.


"Kenapa tidak pulang?" tanya Yumna.


"Ayah sudah biasa lembur, sampai nginap di kantor atau di cafe." Katanya.


Yumna pun mengangguk dia tak akan bertanya lagi, nanti dia akan meminta penjelasan pada sang anak. Mereka pun berbincang, tentang kehamilan Jenny dan Dela.


Sementara Ara, Lula dan Tatiana bermain bersama Tara. Dan di ajarkan melukis oleh Tara, membuat mereka berdecak kagum. Dengan hasil lukisan Tara.


"Lukisan ka Tara bagus sekali," puji Lula.


"Te-terima kasih." Balas Tara, dia bahagia berkumpul seperti ini. Seperti ada teman jika selama ini dia hanya di temani oleh Bibi Maura dan seorang perawat.


"Aku mau di ajari dong, ka Tara." Pinta Ara.


"Boleh."


Tara pun mengeluarkan buku gambar, pemberian Jenny selama ini yang dia simpan. Dan memberikan pada, Ara, Lula dan Tatiana.


tbc...


Semoga suka maaf typo 🙏


Jadwal update Cinta Anyelir malam yah, lalu di cerita ini gak melulu tentang Dika tapi Dela juga, judul nya belum ganti karena belum nemu yang cocok. Semoga suka dan gak pernah bosan sama novel receh ku ini 💜💜

__ADS_1


__ADS_2