Cinta Anyelir

Cinta Anyelir
Part.18


__ADS_3

Kehidupan harus berjalan, karena dia yang di cinta tak akan peduli pada kita yang jauh di sana.


Anyelir melanjutkan hidupnya, walau tengah patah hati mengetahui pertunangan Dika. Dan pernikahan mereka yang beberapa minggu lagi, dia pun terus berusaha mencapai kebahagiaannya sendiri.


Hari ini Anyelir mencari tempat untuk berjualan di tempat wisata, walau jauh dari kontrakannya tak masalah. Dia memiliki cukup tabungan untuk sewa tempat.


"Gimana Cin?" tanya Sekar.


"Udah dapet bu, ya walau sewanya mahal tapi siapa tahu nanti bisa aku beli." Papar Anyelir dan di aamiinkan oleh Sekar.


"Ibu kita naik perahu dulu yuk," ajak Lilya, yang sejak tadi melihat orang-orang menaiki perahu.


"Adam gak mau, takut." Tolak pemuda kecil tersebut.


"Gak papa Dam, ada ka Cinta, ibu sama kaka." Ujar Lilya menenangkan sang adik.


"Gimana mau gak?" tanya Anyelir.


"Nanti kita botram(makan bersama), di kebun jeruk." Bujuk Anyelir.


Adam nampak berpikir.


"Oke, ayok kita naik perahu." Serunya antusias, Adam dan Lilya berjalan bersama bergandengan tangan.


Membuat Anyelir dan Sekar menyunggingkan senyum tipis, dua hari lagi. Anyelir akan berjualan di dekat Situ Cileunca, walau jarak tempuh dari kontrakannya cukup jauh tapi dia tak masalah. Siapa tahu, suatu hari nanti bisa beli rumah.


Kalau perlu dia akan pindah, begitu pikir Anyelir agar meminimalisir pertemuan dengan Dela.


Mereka menikmati waktu berempat, yang sangat jarang di lakukan oleh Anyelir, Adam dan Lilya.


Sedangkan Sekar dia cukup sering ke sini saat bersama mendiang suaminya.

__ADS_1


****


Dika sendiri sedang termenung menatap foto Anyelir, sebenarnya dia tidak boleh memikirkan Anyelir untuk menjaga perasaan Jenny.


Dia menikahi Jenny karena ingin melindungi Jenny dan Tara dari Alderik, dia tahu bahwa Jenny dan Tara selalu menerima tekanan dari orang tuanya.


"Tuan Dika," panggil Mona.


"Masuk Mon."


Mona pun masuk membawa berkas dari orang suruhan Dika, tentang pencarian Anyelir.


"Ini dari Axel Tuan."


Mona meletakan berkas di meja, lalu kembali lagi keluar. Dika membaca berkas tersebut, hanya Alderik yang setia memantau Anyelir yang mengaku Cinta.


"Baguslah setidaknya kamu bisa hidup lebih baik Nye, mau kamu namanya Cinta atau bukan. Aku tetap akan menyayangi mu," ujar Dika.


Dia pun meletakan berkas itu di berangkas pribadinya, dan kembali melakukan pekerjaan.


Anyelir tampak bahagia bersama Lilya, Adam dan Sekar. Semenjak kehadiran mereka Anyelir seperti tak sendiri, seperti menemukan keluarga baru.


Beberapa menit memutari Situ, mereka pun turun menuju kebun jeruk.


"Hati-hati Adam," tegur Sekar.


Tujuan mereka kali ini kebun jeruk dan strowberi.


"Ka Cinta, apa kita boleh memetik strowberi-nya?" tanya Lilya.


"Boleh, mau jeruk juga boleh. Tapi kayanya belum matang deh!" ujar Anyelir menatap sekeliling.

__ADS_1


Mereka pun terus mengikuti langkah kaki, si emang pengendara perahu tersebut.


Adam pun tak hentinya mengomel dan menanyakan banyak hal, seolah tenaga bocah berusia empat tahun  tersebut tak pernah habis.


"Adam kamu gak cape apa? Dari tadi ngobrol terus mana sambil jalan pula!" cetus Anyelir.


"Cape sih ka, tapi aku senang. Bisa jalan-jalan kan biasanya main depan rumah," jawab Adam.


Membuat Sekar tersenyum kecut, menatap kedua anaknya.


"Maafkan ibu nak," bisik Sekar.


"Ya sudah kalau gitu, kita makan dulu yuk!" ajak Anyelir.


"Ayok ka, aku gak sabar nih udah lapar banget," sahut Adam.


"Aku juga ka." Lilya mengangkat tangannya tinggi.


Setelah mendapatkan tempat untuk makan bersama, Anyelir pun membuka perbekalan mereka.


"Wah..." Mata Adam berbinar, karena semenjak tinggal bersama Anyelir. Adam bisa makan ayam atau ikan tiap hari, jika dengan sang ibu dia hanya makan telur atau kuah sayur.


Jika dulu sebelum mengenal Anyelir, kehidupan Sekar sungguh dari layak. Mereka kadang makan kadang tidak, jika dapat jatah makan. Maka itu pun kuah sayur saja.


"Terima kasih ka Cinta," ucap Adam.


"Sama-sama, ayok di makan." Anyelir pun mempersilahkan Sekar.


Dengan liburan seperti ini, Anyelir bisa melupakan sejenak masalah tentang cintanya pada Dika.


"Aku harus move-on, dari Dika. Dia akan menikah," gumamnya.

__ADS_1


tbc...


Semoga suka, maaf typo 💜💜💜


__ADS_2