
Ameera kembali ke tempat duduknya, karena dia sudah menjadi pusat perhatian. Lalu menyeka sudut matanya, dia akan memperjuangkan Azriel. Tapi dia juga tak ingin, kalau Melinda bahagia atau melebihi dirinya.
"Nasib buruk ku, mungkin karena kamu Melinda. Aku menyesal sudah meminta kamu jadi saudari ku," gumam Ameera.
Sedangkan Melinda dia sudah sampai di apartemen miliknya, dia tak pulang ke rumah Dika karena ingin memberikan kejutan.
Dia menatap dress yang baru saja di berikan oleh Axel, lelaki itu selalu saja memberikan kejutan yang tak terduga, Melinda tak tahu kapan Axel membeli dress tersebut atau mungkin dia yang tak tahu apa-apa tentang laki-laki yang akan jadi calon suaminya tersebut.
Melinda menghembuskan napasnya dengan kasar, dia kemudian menata belanjaan makanannya ke dalam lemari pendingin. Apartemen selalu bersih karena Melinda selalu menyewa, jasa pembersih setiap satu minggu sekali.
Waktu berlalu kini telah menunjukan pukul tujuh malam, dan Axel sedang berada di apartemen Melinda menunggu kekasihnya berdandan. Tak lama Melinda keluar dengan dress o-neck lengan panjang, selutut berwarna biru kehitaman. Rambutnya di gerai dengan make-up natural.
"Kamu cantik sekali sayang," puji Axel.
"Memang selama ini aku jelek?" sahut Melinda, dengan wajah yang cemberut.
Membuat Axel tertawa, dan dia mengecup pipi Melinda.
"Tidak, kamu selalu cantik sayang. Ayok semua orang sudah menunggu kita," ajak Axel, dia menggandeng tangan Melinda membuat Melinda menyunggingkan senyum tipisnya.
Berpuluh menit kemudian, Axel dan Melinda sudah sampai di kediaman Johnson. Langsung di sambut oleh ibu dari Axel, Velia. Velia menyambut Melinda dengan hangat, bahkan memeluk yang katanya akan jadi calon dari Axel.
Melinda menatap lekat wajah Velia, dia baru ingat jika pernah bertemu dengan Velia. Tapi tak ingat di mana, dia pernah bertemu saat itu.
"Kamu cantik sekali sayang," puji Velia.
"Terima kasih tante," jawab Melinda.
Melinda menyalami Ello, yang begitu mirip dengan Axel. Lalu kembaran Axel Rakai, Alsaki dan terakhir anak bungsu keluarga Johnson Elena.
Setelah perkenalan, mereka masuk ke ruang tamu di mana semua anggota keluarga sudah kumpul. Serta keluarga dari Freya, calon dari Rakai.
Ngomong-ngomong soal Rakai, Melinda sangat merindukan anak dari Dela Rakai dan Ceilo. Dan berencana akan menemui si kembar, yang selalu sibuk.
Serangkaian acara utama, yaitu pertunangan Rakai dan Freya sudah selesai.
"Mommy mau, setelah Rakai dan Freya. Baru kalian," ujar Velia menatap Axel dan Melinda.
"Iya mommy," sahut Axel dengan cepat.
"Nanti kita berkunjung ke rumah tuan Dika," timpal Ello.
Melinda hanya pasrah mengikuti saja, dia tak bisa menolak dan hanya berdoa mudah-mudaha ini adalah yang terbaik untuknya dan masa depannya.
Axel mengantarkan Melinda sampai pintu apartemen, dia tak menginap di apartemennya tapi pulang ke rumah orang tuanya. Karena masih rindu, pada sang ibu.
"Baik-baik di sini, kalau ada apa-apa hubungi aku ok!"
"Iya, lagian gak akan ada apa-apa di sini. Berlebihan banget," ketus Melinda, tapi dia sangat bahagia di perlakukan seperti itu oleh Axel.
"Baiklah aku pulang dulu, sampai jumpa besok." Tiba-tiba Axel mencium keningnya lama, Melinda memejamkan matanya rasa hangat menjalar ke dalam hatinya.
Axel mengusap pipi Melinda, lalu melangkah meninggalkan Melinda yang tersenyum ke arahnya.
"Begini kah rasanya jatuh cinta?" gumamnya, menatap pintu lift yang sudah tertutup Melinda menyentuh dadanya yang berdebar kencang.
__ADS_1
****
Keesokan harinya Melinda memutuskan untuk menemui Anyelir, bagaimana pun dia adalah ibu untuknya. Sebelum ke rumah Anyelir, dia akan menuju kediaman Sanova.
Berpuluh menit kemudian, Melinda sudah sampai di kediaman kakeknya. Dia melihat pemuda tampan, yang akan masuk ke dalam mobil. Tapi sedang mendapatkan ceramah panjang, dari sang istri membuat Melinda terkekeh.
"Marahin saja aunti, uncle memang gitu," celetuk Melinda, di depan mobil Rafa.
Membuat Rafa dan istrinya Dea menoleh.
"Kamu," desis Rafa.
"Dasar anak nakal, ingat juga kamu ke rumah ini." Cibir Rafa, Melinda langsung memeluk sang paman.
Selain Alderik, Rafa adalah orang yang sayang padanya menuruti apa yang dia mau.
"Melinda," panggil Tara.
"Tante Tara, kok di sini?" tanya Melinda melerai pelukannya dengan Rafa.
"Iya aku lagi jenguk daddy, katanya gak enak badan." Ujar Tara, memeluk Melinda. Kini Tara pun sudah menikah dengan pria yang bekerja di perusahaan Sanova.
Pria yang baik hati, yang mau menerima kekurangan sang tante. Dan kini Tara pun sedang hamil.
"Aku pergi dulu," pamit Rafa berteriak.
"Sudah sana," usir Dea, entah mengapa Dea marah pada Rafa.
"Aunti kenapa sih? Marah-marah terus," tanya Melinda.
"Gak tau, bawaannya aunti tuh kesel banget." Katanya, sambil mengajak Melinda dan Tara masuk.
"Mungkin aunti hamil," celetuk Melinda, membuat Dea berhenti melangkah ke dapur dan bergabung duduk bersama Tara dan Melinda.
"Masa sih? Tapi kalau di pikir-pikir, tamu bulanan aunti telat sih. Tapi itu biasa," tutur Dea.
"Ya sudah besok pagi coba saja tes pakai alat tes kehamilan," timpal Tara.
"Baiklah nanti aku akan beli, semoga saja aku hamil." Lirih Dea, pasalnya Melinda tahu jika Dea. Sering jadi bahan gunjingan ibu-ibu perumahan sini.
"Ampun... Aku mau bikin minum buat kalian, tunggu di sini." Ujar Dea, lalu melangkah ke dapur.
"Padahal tinggal suruh bibi, malah bikin sendiri." Kekeh Tara.
"Kamu baru pulang dari Singapura?" tanya Tara.
"Ya kemarin tepatnya," balas Melinda.
Melinda, Tara dan Dea yang sudah kembali dari membuat minum. Terlibat obrolan seru, Melinda juga memberitahu bahwa dia sudah memiliki kekasih.
"Wah... Selamat yah, pasti bentar lagi bakal nikah." Celetuk Dea.
"Masih lama lah aunti," sahut Melinda.
"Siapa yang mau menikah?" celetuk Alderik, dia berjalan menuju sofa.
__ADS_1
"Melinda daddy, dia sudah punya kekasih." Tutur Dea.
"Iya kah? Cucu ku tersayang, sudah besar. Siapa dia?" tanya Alderik.
"Kakek juga tahu mungkin, dia Axel anak dari tuan Daniello."
"Oh... Dia, pemuda yang baik dan bertanggung jawab. Kapan-kapan suruh dia temui kakek," cetus Alderik, di jawab anggukan oleh Melinda.
Setelah mengobrol cukup lama, Melinda berpamitan pada Alderik, Tara dan Dea.
"Nanti aku ke sini lagi kakek," kata Melinda, pasalnya Alderik masih merindukan cucu kesayangannya itu.
Alderik pun tahu bahwa Melinda, baru pulang dari Singapura. Dan hanya akan beberapa hari berada di Jakarta, Melinda di antara oleh sopir keluarga Sanova menuju kediaman Dika.
Melinda menatap rumah, yang beberapa minggu ini dia tinggalkan. Bukan tak nyaman, tapi dia tak ingin kebencian Ameera padanya bertambah. Sungguh demi apa pun, Melinda sangat menyayangi Ameera terlepas apa yang dia lakukan padanya.
"Melinda," panggil Anyelir membuyarkan lamunan Melinda.
"Ibu."
Melinda menyambut pelukan Anyelir, dia juga merindukan ibu sambungnya tersebut.
"Ibu kangen sekali sama kamu, kamu gak pernah hubungi ibu." Keluh Anyelir.
"Maafkan aku ibu," ucap Melinda.
"Aku terlalu sibuk di sana," bohong Melinda, Anyelir mengusap pipi Melinda lalu mengajaknya masuk.
Sepi karena sekarang jam kantor dan jam sekolah bagi Aaron, adiknya itu selalu mencoba menghibur dirinya.
"Lain kali, kalau ada masalah jangan pergi. Cerita sama ibu, apa kamu sudah tidak menganggap ku ibu mu Melinda?" lirih Anyelir kini tatapannya menyendu.
"Ibu."
Melinda mengusap tangan Anyelir, dan menggenggamnya.
"Dan kamu juga memiliki kekasih, tapi gak bilang sama ibu." Cetus Anyelir.
"Maaf bu, aku bukannya gak bilang. Tapi dianya aja yang kecepetan nyatain cinta," kesal Melinda, jika ingat tentang Axel.
Anyelir tertawa melihat kekesalan sang anak.
"Tapi kamu cinta? Semalam tuan Daniello, menghubungi ayah mu. Dan mereka akan datang berkunjung," ujar Anyelir.
"Apa? Serius?"
"Iya, masa ibu bohong sih." Kekeh Anyelir.
Anyelir pun menghabiskan waktu dengan mengobrol, sampai jam makan siang. Saat menyiapkan makan siang, Aaron baru saja pulang dari sekolah. Dan sangat bahagia melihat Melinda.
"Aku kangen," rengek Aaron.
"Udah ahh, kaya anak kecil saja. Ayok makan, aku udah kangen masakan ibu," cetus Melinda.
Mereka pun makan bersama, setidaknya Melinda merasakan ketenangan saat Ameera tak ada di rumah. Jika di rumah, Ameera selalu mendominasi Dika dan Anyelir.
__ADS_1
****
Semoga suka, maaf typo 💜💜