Cinta Anyelir

Cinta Anyelir
Bab.90


__ADS_3

Setelah keluar dari ruangan Aaron, Miska menghembuskan napasnya dengan kasar. Dia langsung duduk di mejanya, yang berada di luar ruangan Aaron.


Miska menatap foto dirinya dan Melinda, yang di ambil waktu di Singapura dulu.


"Mel, aku kangen." Lirih Miska.


Sementara itu Ameera, kini sudah berada di rumah Anyelir. Dia ingin bertanya pada sang ibu dari mana mereka semalam.


"Kenapa Meera?" tanya Anyelir, yang sedang membereskan bekas sarapan.


"Aku mau tanya, semalam ibu sama daddy dari mana?"


"Makan malam," jawab Anyelir jujur.


"Sama siapa?"


Anyelir menghembuskan napasnya dengan pelan, lalu menatap sang anak yang tengah di liputi amarah.


"Ameera jika ibu jujur, kamu harap mengerti dan memaklumi."


"Sudahlah bu, langsung saja jangan bertele-tele." Sela Ameera, saat melihat Anyelir akan berbicara.

__ADS_1


"Melinda, bagaimana pun juga dia adalah anak kandung Dika Ameera. Sudah cukup selama ini dia memprioritaskan kamu," cetus Anyelir.


"Sebagai kakak Melinda selalu mengalah pada mu Ameera," ujarnya menatap Ameera, Anyelir berharap Ameera mengerti dan mereka bisa akur kembali.


"Tapi aku gak suka ibu, aku mau aku yang di prioritaskan. Melinda dari kecil sudah banyak yang sayang, sedangkan aku? Ayah pun meninggal saat aku kecil," isak Ameera.


Anyelir membawa Ameera kedalam pelukannya, berusaha menenangkan sang anak.


"Sudah jangan menangis, nanti kasian anak dalam kandungan kamu ikut sedih sayang." Ujar Anyelir.


"Aku ingin bertemu Melinda bu, aku ingin bicara berdua dengannya."


Ameera mengepalkan tangannya, saat mendengar langsung kabar kehamilan Melinda. Dari sang ibu, dia tak suka jika nanti perhatian semua orang pada anak dari Melinda.


"Kenapa ibu mempunyai pikiran buruk pada ku? Aku tidak mungkin begitu bu, aku hanya rindu dan ingin meminta maaf." Tutur Ameera dengan pelan, dan menunduk agar Anyelir yakin dia tak akan membuat sesuatu pada Melinda.


"Baiklah ibu akan menghubungi Melinda, dan memintanya datang ke rumah." Putus Anyelir, Ameera pun memeluk sang ibu dan menciumnya.


****


Jam makan siang pun tiba, setelah mengirim makan siang untuk Axel. Melinda memutuskan untuk pergi ke rumah Anyelir, karena menurut sang ibu Ameera ingin bertemu.

__ADS_1


Sedangkan makan siang untuk Dika, Aaron dan Miska. Melinda memilih mengirimkannya lewat jasa pesan antar, dan kini dia sedang menuju kediaman Anyelir.


Berpuluh menit kemudian, Melinda sudah sampai di kediaman Anyelir dan Dika. Dia turun dan menatap sekeliling rumah, dimana kenangan bersama Aaron hadir dalam ingatannya. Waktu cepat berlalu, tapi perasaan itu tetap sama.


"Sayang," sapa Anyelir, yang menyambut Melinda di depan pintu.


"Ibu." Melinda balas memeluk Anyelir, dari kejauhan Ameera menatap tak suka kehangatan antara Melinda dengan Anyelir.


"Aku kangen banget sama ibu, padahal semalam kita baru ketemu." Kekeh Melinda, membuat Anyelir tertawa. Anyelir mengajak Melinda masuk ke dalam, dan mengajaknya duduk di ruang keluarga yang sudah tersedia cemilan dan minuman.


"Sebentar yah, ibu panggil Ameera dulu."


"Biar aku saja bu," cegah Melinda.


"Tapi sayang..."


"Ibu jangan khawatir, aku akan baik-baik saja. Aku butuh privasi untuk bicara berdua dengan Ameera," jelas Melinda.


Anyelir pun menghembuskan napasnya dengan pelan, dia menatap Melinda sekilas ada keraguan dalam hatinya. Saat membiarkan Melinda berdua dengan Ameera, meski dia tahu tujuan sang anak baik.


****

__ADS_1


__ADS_2