
Beberapa minggu berlalu, persiapan pernikahan hampir selesai. Tinggal menyebar undangan, Jenny pun secara diam-diam selalu memeriksakan diri ke rumah sakit.
"Semua bagus, hasil pemeriksaan terakhir kamu ok." Ujar dokter Alzeta.
Jenny mengangguk dia sering tinggal dengan Tara, jadi jarang bertemu dengan ibu tirinya Linda. Terakhir di rumah setelah pertunangan, walau Rafa menahan agar tetap tinggal di rumah Jenny tetap menolak.
"Besok datang ke pernikahan aku kan?" tanya Jenny.
"Jika tidak sibuk aku akan datang," balas Zeta.
Alzeta menyerahkan resep obat yang harus Jenny tebus.
"Lebih baik kamu jujur sama Dika Jen, mungkin dia bisa membawa mu berobat ke luar Negeri." Papar Alzeta.
"Nanti saja," balas Jenny, membuat Alzeta menggeleng pelan.
Jenny pun menuju apotek untuk menebus obat. Beberapa menit kemudian, Jenny memutuskan untuk pergi ke kantor Dika untuk makan siang bersama.
****
Dela tengah menyiapkan makan siang untuk Auriga dan kedua anaknya, tadinya dia ingin berkunjung ke kantor Auriga namun Auriga melarang dan akan pulang cepat.
"Terima kasih Ara, sudah bantu bunda."
"Sama-sama bunda," balas Ara.
Tak lama terdengar suara motor, di susul suara khas milik Lula. Lula pulang menggunakan ojek online, kadang di jemput Auriga atau Dela.
"Bunda," pekik Lula.
"Hai sayang."
Dela memeluk Lula dan menciumnya, kebiasaan Dela selalu mendapatkan pelukan dan ciuman dari Yumna dulu. Membuatnya melakukan hal yang sama pada Lula.
__ADS_1
"Gimana di sekolah?" tanya Dela.
"Seru bun, aku dapat nilai 100 di matematika." Kata Lula antusias.
"Wah... Ka Lula pintar yah!" puji Dela.
"Iya dong." Kekeh Lula.
"Ayok sekarang ganti baju, sambil nunggu ayah. Lalu kita makan," perintah Dela.
"Siap."
Lula pun sedikit berlari, walau sudah di peringatkan oleh Dela. Membuat Dela menggelengkan kepala, Dela mengirim pesan pada Auriga.
Sepuluh menit kemudian, Lula sudah turun dengan dress bermotif bunga. Nampak cantik dengan rambut di gerai, dan wajah cantiknya terlihat segar.
"Ayah belum datang?"
"Belum, mungkin ayah sibuk." Ujar Dela.
"Bentar lagi yah Ra, sabar."
"Baik bun." Balas Ara.
Lima belas menit menunggu namun Auriga tak kunjung datang, malah yang datang Dika si calon pengantin.
"Kenapa uncle di sini? Kaya gak ada kerjaan aja deh," cibir Dela.
"Maka dari itu gue kesini," kekeh Dika, membuat Dela memutar bola mata malas.
"Bunda aku lapar," keluh Lula.
"Ya sudah kita makan saja, mungkin ayah makan di luar."
__ADS_1
Ara dan Lula pun mengangguk, Lula mengambil makannya sendiri. Sedangkan Ara dia di ambilkan oleh Dela, tanpa di perintah pun Dika rajin ambil sendiri.
"Gue kangen rendang yang lo bawa minggu lalu," celetuk Dika.
"Gak ada, kalo mau pergi sono ke Pengalangan." Cetus Dela.
"Ya sudah nanti anterin gue," pinta Dika.
"Ogah yah, sama Jenny saja." Tolak Dela.
Sedangkan di kantor Auriga, dia kedatangan rekan kerja sekaligus mantan kekasihnya yang sudah menjadi janda. Mereka makan siang bersama, atas permintaan wanita yang bernama Riana tersebut.
"Makasih Riga," ucap Riana.
"Sama-sama, kalau begitu aku kembali ke kantor." Balas Auriga.
Auriga beranjak dari duduknya, dan meninggalkan Riana yang masih terpesona dengan ketampanan mantan duda tersebut.
"Sayang sekali, aku telat datang. Jika aku yang lebih dulu, mungkin kamu jadi milikku lagi." Ujar Riana menghela napas dengan pelan.
Dia masih ingat bagaimana dulu, dia dan Auriga menjalin kasih namun Jimi tak memberi restu saat Auriga memperkenalkan dirinya. Pada Jimi pada saat itu, dan merek pun putus.
Terakhir Riana dengar bahwa istri Auriga meninggal setelah melahirkan anak ke dua mereka.
"Aku ingin tahu, siapa istrinya."
Auriga sudah sampai di ruangan kerjanya, dia memeriksa ponsel yang tertinggal di meja kerjanya. Dan mendapati pesan dari Dela, bahwa mereka menunggu makan siang bersama.
"Astaga aku sampai lupa," gumam Auriga.
"Sayang maaf, aku lupa ponsel ku tertinggal. Dan aku tadi bersama klien di luar," ujat Auriga pada pesan untuk Dela.
Dela pun membalas dengan singkat, pertemuannya dengan sang mantan. Membuatnya sedikit melupakan Dela, ada debaran yang belum usai pada Riana cinta pertamanya.
__ADS_1
tbc...
Semoga suka jangan lupa tinggalkan jejak 💜