
Setelah selesai melakukan panggilan, Melinda memutuskan untuk membeli makanan di kantin rumah sakit. Sambil menunggu Azriel atau Anyelir datang, setelah pintu tertutup Ameera barulah membuka mata.
"Melinda," lirihnya, dia sendiri tak ada siapa pun di dekatnya.
"Kenapa kamu harus baik sama aku?" lanjutnya lagi.
Dia kemudian menangis lagi, walau matanya sudah bengkak dan sembab tapi Ameera sungguh tak peduli.
Sementara itu Azriel, yang kembali ke kediamannya. Mencari keberadaan Ameera, yang menurut pembantu di sana dia belum kembali saat mengejar mobil Azriel.
"Ya Tuhan Ameera, dimana kamu?" gumamnya, Azriel pun mulai khawatir akan keberadaan sang istri.
Dia menghubungi nomor ponsel Ameera, namun nomor tersebut sedang tidak aktif. Membuat Azriel mengumpat, dia pun terus berusaha menghubungi nomor yang lain dan hasilnya pun sama.
Jika dia menghubungi Anyelir, maka Anyelir akan tahu permasalahan dirinya dan Ameera. Azriel mengacak rambutnya dengan kasar, dia menyesal mengambil tindakan untuk berbicara yang melukai hati Ameera.
Tidak ada satu wanita mana pun, yang mau di madu. Azriel terus menyusuri jalan berharap dia melihat Ameera, namun setelah tiga puluh menit berkendara Azriel belum menemukan Ameera.
Sementara itu Melinda, sudah selesai membeli makanan untuk dirinya dan juga Ameera. Melinda lihat Ameera semakin kurus, Melinda sudah membeli makanan kesukaan Ameera.
Anyelir pun sedang dalam perjalanan menuju ke rumah sakit bersama Dika, jadi Melinda memutuskan untuk menunggu sedikit lebih lama. Saat membuka pintu dia terkejut melihat Ameera yang menangis, dia langsung menyimpan belanjaannya dan menghampiri Ameera.
__ADS_1
"Ameera, kenapa? Ada yang sakit?" cerca Melinda, dia melihat dari atas ke bawah. Sementara Ameera menatap Melinda dengan lekat, sulit sekali untuk mengucap kata maaf pada sang kakak.
"Ameera, kenapa?" tanya Melinda, dia mengusap lembut lengannya.
"Maafkan aku Melinda," isak Ameera, air mata yang belum kering kini kembali keluar tanpa permisi.
Ameera berusaha bangkit, dengan batuan Melinda walau sedang hamil besar tapi tak menyurutkan Melinda membantu Ameera untuk menyandar.
"Maafkan aku Melinda, aku banyak salah sama kamu. Aku jahat," lirih Ameera, dia meminta Melinda masuk ke dalam pelukannya. Melinda pun menurut, Ameera mencurahkan isi hatinya pada Melinda dan mengungkapkan bahwa Azriel akan menikah lagi karena dia tak bisa bangkit, akan kepergian calon anak mereka.
"Ssttt... Sudah jangan menangis lagi, ini ujian rumah tangga mu Ameera. Aku yakin Azriel tak akan tega melakukan itu, tapi Azriel ada benarnya juga. Kamu terlalu menangisi kepergian calon anak mu Meera, padahal kamu bisa hamil kembali. Jadi menurut ku kamu bangkit, layani suami mu kembali agar dia tak menikah lagi." Papar Melinda, yang masih setia memeluk Ameera walau terhalang oleh perut buncitnya.
"Iya, aku akan bangkit demi keutuhan rumah tangga ku. Sekali lagi maafkan aku Melinda," ucap Ameera, memeluk Melinda dan mengusap perutnya dan langsung di respon dengan gerakan-gerakan kecil.
Sungguh Ameera sangat senang, dan tak sabar ingin hamil lagi. Tak lama, Anyelir dan Dika tiba di ruang rawat Ameera dan mengkhawatirkan Ameera.
"Kamu gak papa sayang?" tanya Anyelir.
"Gak papa bu, aku cuma kelelahan aja. Dan kebetulan pas pingsan Melinda yang menolong ku," jelas Ameera tanpa memberitahu yang sebenarnya, Ameera menatap Melinda yang mengangguk.
Lalu Ameera menatap Dika, yang masih menatapnya dengan dingin. Ingin rasanya dia mendapatkan pelukan dari seorang ayah, Ameera pun menunduk tak bisa mengungkapkan keinginannya. Namun Melinda peka pada gerak gerik Ameera, dia menyenggol lengan sang ayah yang masih memeluk dirinya.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Dika berbisik.
"Ameera ingin di peluk daddy, kasian dia dad. Dia sedang dalam masalah dan juga butuh dukungan dari kita sebagai keluarganya," ujar Melinda berbisik pula.
Dika menghembuskan napasnya dengan pelan, dia pun menghampiri Ameera. Walau bagaimana pun dia adalah anaknya, walau statusnya tiri. Ameera merasakan pelukan hangat yang sudah lama dia rindukan, tangisnya pun pecah saat tahu Dika memeluknya. Dia mengungkapkan kata maaf, sudah jahat pada Melinda selaku anak kandung dari Dika.
"Sudah daddy sudah memaafkan kamu," kata Dika, Anyelir pun bahagia melihat Dika sudah memaafkan anaknya.
"Terima kasih dad," lirih Ameera, di jawab anggukan oleh Dika.
Ameera pun berjanji akan berubah menjadi lebih baik lagi, dan dia akan tetap bertahan dengan Azriel apa pun yang terjadi nantinya.
***
Perusahaan Wiriadinata, Miska tak hentinya mengumpat dalam hati karena Aaron. Pasalnya Aaron memberikan pekerjaan yang sangat banyak, dapat di pastikan dia akan lembur malam ini.
Bahkan makan siang dia memesan secara online.
"Dasar bos menyebalkan," gerutu Miska.
Aaron dari kejauhan menatap Miska yang mengomel, entah mengapa melihat Miska seperti itu terasa lucu dan menggemaskan di matanya.
__ADS_1
****
Minalaidzinwalfaidzin mohon maaf lahir dan batin, selamat hari raya Idul Fitri 1444H semua. 🙏