Cinta Dua Dunia

Cinta Dua Dunia
Bab 106


__ADS_3

Bulan berganti. Dan nyidam Nina malah makin parah. Makan hanya bayam disayur. Kadang hanya makan apel merah. Atau hanya makan ayam goreng. Tapi yang mengejutkan adalah kesukaannya akan es krim. Tiap hari memeluk box es krim. Memakannya dengan lahap.


Kadang suaminya hanya bisa geleng-geleng kepala. Sedang sang mama hanya bisa menenangkan putranya. Meminta sang putra maklum, kalau keinginan ibu hamil itu macam-macam. Asal tidak berbahaya itu sudah cukup.


Ketika diperiksakan, kandungannya baik-baik saja. Hanya saja berat badan Nina menurun drastis. Karena dia sama sekali tidak mau makan nasi. Susu ibu hamil juga selalu ia muntahkan kembali setiap kali dia mencoba meminumnya.


Karena nyidamnya seperti itu, efeknya Nina menjadi lemas. Kadang seharian hanya tergolek di ranjang. Beruntung Sofia begitu pengertian. Tidak terlalu memaksa Nina ini dan itu. Hanya sekedar mengawasinya. Selama Lee Joon bekerja.


Bisa dipastikan pekerjaan departemen keuangan sedikit kalang kabut. Mengingat Karin juga baru melahirkan. Walau sedikit-sedikit sudah mulai masuk ke kantor. Ikut menghandle pekerjaan Nina.


Untungnya Neni sang sekretaris sangat bisa diandalkan. Selama dua petinggi departemen keuangan tidak bisa bekerja maksimal. Semua urusan departemen keuangan praktis menjadi tanggungjawabnya. Walau kadang untuk hal yang sangat penting. Terpaksa Nina dan Karin yang tetap mengurusnya.


Kadang jika tubuhnya bisa diajak berkompromi. Nina akan work from home. Mengecek ulang semua pekerjaan Neni. Yang sebagian besar sudah sangat bagus. Tapi kalau tubuhnya sama sekali tidak bisa diajak berkompromi. Dia seharian bisa hanya tiduran di kasur.Tanpa ada keinginan untuk melakukan sesuatu. Bahkan makanpun tidak.


Walau semua keperluan Lee Joon selalu disiapkan oleh Nina. Namun setelah suaminya pergi ke kantor dia akan kembali ke kebiasaannya selama hampir 4 bulan kehamilannya. Menjadi kaum rebahan menunggu suaminya pulang.


Namun dari semua cerita diatas. Ada satu yang membuat Lee Joon heran. Libido Nina naik hampir dua kali lipat. Kadang sebelum tidur mereka sudah melewati sesi panas mereka dengan durasi yang cukup lama.


Namun kadang saat lewat tengah malam. Ketika dia terbangun, dia sudah mendapati tubuh sang istri sudah berada diatas tubuhnya. Melakukan posisi women on top bahkan ketika dirinya masih terlelap. Membuatnya mau tak mau harus melayani keinginan sang istri.


Pernah Lee Joon berkonsultasi dengan dokter Rita secara pribadi. Menanyakan tentang hal itu. Dan dokter Rita hanya tersenyum sambil menjelaskan.


"Ketika seorang wanita hamil. Hormon progesteron-nya akan naik hampir dua kali lipat dari biasanya. Hormon ini berperan dalam menyiapkan rahim yang bagus untuk pertumbuhan janin. Mempersiapkan payudara ibu untuk memproduksi air susu ibu. Dan masih banyak perannya yang lain.


Salah satu efek dari kenaikan hormon progesteron adalah naiknya libido atau hasr** ******* seorang ibu hamil. Itu wajar terjadi, walau tidak terjadi pada semua wanita hamil. Tidak masalah jika seorang ibu hamil sering melakukan hubungan *******. Namun sangat tidak dianjurkan untuk terlalu sering melakukan hubungan suami istri di trimester pertama kehamilan. Karena ditakutkan akan membahayakan janin karena janin masih terlalu lemah dan rentan terhadap tekanan yang terlalu keras.


Namun setelah trimester kedua, hubungan suami istri bisa dilakukan seperti biasa. Yang terpenting adalah cara melakukannya. Harus dengan lembut. Tidak boleh kasar. Tidak boleh menekan terlalu keras. Karena bisa saja melukai rahim dan menyebabkan pendarahan. Apalagi istri Anda memiliki riwayat pendarahan di awal kehamilannya," tutup dokter Rita mengakhiri penjelasan panjang lebarnya.


"Jadi saya tetap boleh bercin** dengan istri saya, yang sedang hamil asal saya melakukannya dengan lembut. Dan tidak kasar?" Lee Joon akhirnya mengambil kesimpulan.


Dokter Rita mengangguk.


"Satu lagi Pak jangan ganas-ganas saat bercin** dengan istri Bapak," ucap dokter Rita setengah berbisik sambil tersenyum.


Lee Joon seketika menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Jadi kapan kami bisa mengetahui jenis kelamin baby kami Dok?" tanya Lee Joon akhirnya setelah cukup lama terdiam.

__ADS_1


"Seharusnya bulan ini sudah bisa diperiksa jenis kelaminnya. Tapi bersabarlah sampai bulan depan," ucap dokter Rita.


Lee Joon sampai dirumah ketika hari sudah malam. Semua keluarga sedang makan malam. Tapi dilihatnya sang istri malah asyik memeluk kotak es krim sambil memakannya. Duduk santai di sofa ruang tengah.


"Astaga Baby, sudah makan es krimnya. Ini sudah malam. Dingin lagi," bujuk Lee Joon.


"Kata mbak Dina nggak apa-apa. Waktu mbak Dina hamil dia juga tidak mau makan apa-apa. Dokternya menyarankan untuk makan es krim yang mengandung susu," balas Nina.


"Tapi nggak sampai habis tiga kotak juga kali," seloroh Jae Kyung dari meja makan.


"Alah, tapi kamu juga ngibrit aja waktu disuruh beliin es krim. Katamu itung-itung buat anak," timpal Sofia.


"Mama!" teriak Jae Kyung protes.


Lee Joon hanya memutar matanya malas. Lee Joon tahu Nina selalu terhubung dengan teman-temannya saat dia sedang jadi kaum rebahan. Mendengar cerita Karin dan Nindy tentang serunya mengurus anak masing-masing.


Atau mendengar curhatan hati kakaknya dan Maya. Yang deg-degan menunggu hari kelahiran buah hati mereka. Atau mereka yang mendengar cerita seru Nina yang selama hamil terpaksa menjadi kaum rebahan lantaran sang calon anak yang enggan diajak beraktivitas. Maunya rebahan mulu.


"Untung suamimu sultan. Dan mertuamu mertua idaman. Kalau tidak jadi apa kamu?" seloroh Karin.


Nina tertawa dibuatnya.


Nina termenung. Benar kata Karin. Dia benar-benar beruntung mendapat suami dan mertua yang sangat baik. Ataupun Jae Kyung yang sering jadi korban nyidam nyelenehnya. Pekerjaan Jae Kyung yang lebih fleksibel, membuatnya bisa keluar kapan saja dia mau.


Jadi terkadang jika Nina tengah menginginkan sesuatu. Jika suaminya tidak bisa membelikannya, lantaran tengah sibuk atau sedang meeting. Bisa dipastikan Jae Kyunglah korbannya. Dia sering kali mengumpat jika kakak iparnya itu meminta sesuatu yang sulit dicari.


"Oh, baby girl, please jangan nyiksa appa lagi. Minta rambutan pas lagi nggak musim. Nyari di mana coba," keluhnya suatu ketika.


Namun semua itu akan jadi kenangan yang indah jika diingat suatu hari nanti.


Kehamilan Nina sudah memasuki usia 6 bulan. Dan mereka pada akhirnya memutuskan untuk mengetahui jenis kelamin bayi Nina yang memang sudah dikonfirmasi jika itu adalah kehamilan kembar.


Perutnya cukup besar untuk usia kehamilan 6 bulan. Maklum kembar.


Ketika semua orang memaksa masuk ke ruangan dokter Rita. Dokter Rita cukup terkejut melihat Jae Kyung yang sama persis dengan Lee Joon.


"Ini adik kembar Anda, Pak?" tanya dokter Rita.

__ADS_1


"Iya, Dok. Kenapa?" tanya Lee Joon heran.


"Ini benar-benar kembar identik seratus persen," puji dokter Rita.


"Anda hebat Bu. Bisa membedakan mereka dengan baik," ucap dokter Rita lagi kepada Nina.


"Saya bahkan bisa membedakan mereka dengan mata tertutup, Dok" jawab Nina.


"Oke kita lihat siapa kamu, baby," ucap dokter Rita memulai pemeriksaannya.Semua orang tampak berdebar. Melihat ke arah monitor dan juga menunggu kalimat yang keluar dari bibir dokter Rita.


"Oke, satu saya bisa pastikan, Insyaallah, perempuan," kata dokter Rita.


Jae Kyung langsung melompat kegirangan.


"Yes!!! See brother? Aku benar kan?" kata Jae Kyung. Lee Joon merengut seketika. Namun hanya sebentar. Karena detik berikutnya dia sudah kembali tersenyum. Membayangkan seorang bayi perempuan yang begitu manis akan hadir di tengah-tengah mereka. Tidak lama lagi.


Sedang Sofia dan tuan Lee saling berpelukan saking bahagianya. Mereka yang terbiasa dengan anak laki-laki. Merasa sangat bersyukur masih bisa diberi kesempatan untuk bisa merawat seorang cucu perempuan.


Tak berapa lama. Rombongan keluarga sultan itu keluar dari ruangan dokter Rita.


Dengan hanya satu keputusan bahwa seorang dari bayi kembar mereka adalah perempuan. Sedang yang satunya lagi masih kekeuh menyembunyikan jenis kelaminnya.


Hingga akhirnya satu kalimat dari bibir Lee Joon membuat mereka berhenti melakukan pemeriksaan jenis kelamin bayi kembar mereka.


"Biarlah yang satu menjadi kejutan saat dia lahir nanti. Yang terpenting keduanya sehat serta ibunya juga sehat" ucap Lee Joon.


******


Up lagi readers, rencananya mau up dari tadi sore. Soalnya draft-nya sudah siap dari tadi sore. Eh malah ketiduran habis ngelonin si bocil. Jadi baru bisa up sekarang, 😁😁😁


Kata Insyaallah perempuan, mengingatkan author waktu hamil anak pertama. Perkiraan perempuan ternyata yang nongol baby boy, 😅😅😅


Anyway, thank's sudah mampir,


Happy reading semua,


And love you all, 😘😘😘

__ADS_1


****


__ADS_2