Cinta Dua Dunia

Cinta Dua Dunia
Bab 94


__ADS_3

Beberapa minggu berlalu. Kehidupan mereka berjalan seperti biasa. Tidak ada hal yang spesial terjadi pada kehidupan mereka. Bisnis keluarga Lee Joon meningkat pesat, hingga pria itu semakin sibuk. Terkadang dia harus pergi keluar kota untuk mengurusi cabang yang ada di sana.


Hal itu membuat Lee Joon memutuskan untuk pindah ke rumah orang tuanya di Bogor. Sofia senang bukan kepalang. Karena kalau ikut tinggal bersama bu Ratna itu tidak mungkin. Jarak rumah bu Ratna ke LJ GROUP sangatlah jauh. Sedang bu Ratna harus menemani Risma yang kini sudah bekerja di Atmaja Group.


Lee Joon tidak tega sering meninggalkan Nina sendirian. Walau ada Max dan Karin yang tinggal di sebelah unit mereka. Lee Joon jelas tidak ingin mengganggu pasangan itu.


Apalagi ada ibu Karin di sana. Karena sejak Karin dinyatakan positif hamil, sang ibu memutuskan untuk menemani Karin. Karena Max juga sering mengikuti Joon dinas keluar kota.


Selain kehamilan Karin, Nindy juga dikabarkan tengah hamil anak pertamanya dengan asisten Jo. Membuat asisten Jo bahagia bukan kepalang. Dia akan memiliki anak di usianya yang ke-37. Kabar yang membuat Nina merasa sedikit kecewa dengan dirinya sendiri. Karena di usia pernikahan mereka yang memasuki 1 tahun belum juga ada tanda-tanda dirinya hamil.


Meski suaminya sama sekali tidak pernah menyinggung soal anak. Tapi ia tahu suami dan mertuanya sangat menginginkan hal itu. Pernah dia memeriksakan dirinya ke dokter kandungan setelah Karin dinyatakan hamil. Dan dari hasil pemeriksaan dirinya sehat-sehat saja. Tidak ada masalah dengan kandungannya.


Ketika dia curhat dengan sang suami. Sang suami malah tertawa membuat Nina sebal.


"Oooo, itu sebabnya kamu akhir-akhir ini cemberut terus," goda Lee Joon.


"Iiihhh Hubby ini apa-apaan sih. Istri curhat malah diketawain," jawab Nina dengan bibir manyun-nya. Saat ini mereka sudah berbaring di ranjang di kamar Lee Joon. Nina dengan santainya memainkan jemarinya di dada bidang sang suami yang seperti biasa, shirtless saat tidur.


"Kamu tahu Baby, anak memang penting tapi aku lebih mementingkan kebahagiaan kita. Walau dengan adanya anak sudah pasti kita akan bertambah bahagia. Tapi jika sampai saat ini kita belum diberi mau apa lagi. Ya kita nikmati saja apa yang ada. Pacaran setelah nikah. Bukankah itu bagus," ucap Lee Joon sambil mengusap lembut bahu mulus sang istri yang seperti biasa hanya mengenakan lingerie.


"Tapi Hubby, papa dan mama sangat menginginkan cucu," rengek Nina manja.


"Lalu apa masalahnya. Wajar jika mereka menginginkan cucu. Tapi itu tadi jika kita belum diberi mau apa lagi," ucap Lee Joon. Nina hanya terdiam.


"Jangan terlalu dimasukkan ke hati. Apa yang orang bicarakan. Kita akan memiliki anak jika waktunya sudah tiba. Aku tidak menuntutmu untuk memiliki anak dalam waktu dekat ini. Jadi jangan terlalu memikirkan hal itu. Itu akan membuatmu stres. Stres akan mempengaruhi emosimu. Dan itu berdampak pada kemungkinan untukmu hamil," terang Lee Joon. Nina menarik nafasnya lega.


Ditengah kegalauan Nina soal dirinya yang belum juga hamil. Tiba-tiba kabar tentang Jae Kyung yang akan pindah ke Jakarta muncul. Nina sedikit merasa terganggu.


Nina bukannya tidak tahu jika Jae Kyung menaruh hati padanya. Bukan sebagai kakak ipar tapi sebagai seorang wanita. Dia pernah meluahkan isi hatinya pada sang suami. Lee Joon hanya mengatakan asal kamu tidak terlalu menanggapi perasaan adiknya itu. Perlahan Jae Kyung akan melupakan perasaannya padamu.


Jae Kyung tipe pria yang suka dengan sesuatu yang baru saja ia lihat. Tapi juga cepat bosan. Apalagi jika ia menganggap sesuatu itu menarik perhatiannya. Sudah pasti dia akan mengejarnya. Ini sudah hampir 1 bulan dan bisa dipastikan jika Jae Kyung sudah lupa dengan perasaannya pada Nina.


Nina sungguh berharap bahwa itu benar. Dia tidak bisa membayangkan hidup satu atap dengan pria yang memiliki perasaan khusus pada dirinya. Itu hanya akan membuat hubungan keluarga mereka jadi canggung.


Nina mengira kedatangan Jae Kyung masih beberapa hari lagi. Tapi nyatanya hari ini dia mendapat kejutan. Ketika dilihatnya pria itu sedang mengobrol santai di ruang kantor suaminya.


"Hubby, boleh aku masuk?" ucap Nina ketika ada proposal yang dia pikir harus didiskusikan dengan suaminya.


Dan surprise, dilihatnya Jae Kyung sedang berdiri sambil menyandarkan tubuhnya di meja kerja sang suami. Penampilannya kali ini seperti pinang dibelah dua dengan suaminya, karena Jae Kyung telah mewarnai ulang rambutnya menjadi hitam. Hingga keduanya nyaris tidak bisa dibedakan.



Kredit instagram @eunwoo_holic


Dan yang lebih membuat Nina terkejut adalah tatapan mata Jae Kyung yang begitu tajam saat menatap dirinya. Tatapan mata yang Nina sadar itu adalah tatapan penuh kerinduan.


"Ah kau sudah datang. Aku tidak tahu," ucap Nina berusaha setenang mungkin.


"Aku tiba pagi ini. Dan langsung ke sini. Aku rindu dengan kakakku. Betul tidak kak?" ucap Jae Kyung.


"Padahal kamulah yang aku rindukan," batin Jae Kyung.

__ADS_1


"Sudah bertemu Mama?" tanya Nina dan Jae Kyung mengangguk.


"Ada apa, Baby?" tanya Lee Joon.


"Ah, aku pikir ada beberapa yang harus kita bicarakan soal proposal ini," jawab Nina seraya mendekat ke arah sang suami.


Jae Kyung seketika memejamkan mata ketika Nina melintas didepannya. Menghirup harum wangi aroma tubuh Nina yang begitu ia rindukan.


"Proposal yang mana?" tanya Lee Joon sambil menerima map yang diberikan sang istri.


Sedang Nina mengambil duduk didepan Lee Joon. Di samping Jae Kyung yang masih berdiri.


"Oh, yang ini. Aku baru saja akan menghubungimu. Memang kita harus mendiskusikan ulang proposal ini dengan Paragon Corp. Dita akan menjadwalkan meeting kita dengan mereka" terang Lee Joon.


"Aku pikir kamu belum tahu. Jadi aku buru-buru kemari. Siapa tahu kamu sudah menandatanganinya," ucap Nina lega.


"Aku tidak akan meng-acc-nya jika kamu belum menyetujuinya, Baby," ucap Lee Joon sambil tersenyum. Nina ikut mengembangkan senyumnya. Yang terlihat sangat menawan di mata Jae Kyung.


"Kamu sudah makan, Jay?" tanya Lee Joon.


"Belum sih," jawabnya ambigu.


"Ingin makan siang bareng?" tanya Lee Joon.


"Tidak mengganggu kaliankah?" tanya Jae Kyung.


"Tentu saja tidak. Kita kan keluarga," jawab Lee Joon sambil menekankan kata keluarga. Sedikit memberi peringatan tersirat untuk adiknya itu.


Tak berapa lama. Beberapa makanan sudah terhidang di meja di ruang kerja Lee Joon. Meja yang khusus disediakan jika Lee Joon dan yang lainnya ingin makan diruang kerja mereka.


"Apa ini?" tanya Jae Kyung heran.


"Oh ini ada pecel ayam, soto betawi sama sate ayam," terang Nina.



Kredit google.com



Kredit google.com



Kredit google.com


Jae Kyung memandangi makanan yang ada didepannya itu. Meski asing tapi terlihat lezat.


"Coba saja. Pasti kamu suka," ucap Lee Joon.


"Oke, let me try," ucap Jae Kyung ragu.

__ADS_1


Meraih satu mangkok soto betawi yang terlihat lezat di matanya. Lantas mulai memakannya. Beberapa saat Nina dan Lee Joon hanya memperhatikan ekspresi Jae Kyung.


"Not bad. Lezat dan terasa ringan di lidah. Bolehlah," ucapnya. Lantas mulai serius untuk menghabiskan soto betawinya. Nina dan Lee Joon mengulum senyum.


Makan siang mereka berlangsung akrab. Diselingi canda tawa yang beberapa kali terdengar di ruangan itu. Setelah makan siang selesai. Jae Kyung bermaksud undur diri ketika tiba-tiba pintu ruangan Joon terbuka. Memperlihatkan Max, Karin, Nindy, Dita dan asisten Jo. Yang tampak penasaran dengan kembaran bos mereka.


"Kenapa?" tanya Joon heran.


"Yaelah Bos, penasaranlah sama adiknya si Bos. Jadi daripada kita ghibah tidak karuan. Mending kita pastiin aja sendiri. Bener nggak guys," jawab Max mewakili yang lain.


Membuat Joon memijat pelipisnya puyeng. Melihat tingkah absurd anak buahnya yang begitu penasaran pada sosok adiknya. Hingga hal itu berujung pada perkenalan mereka. Jae Kyung beberapa kali mengulum senyumnya. Kakaknya memiliki teman-teman yang asyik di Jakarta. Namun perkenalan itu berakhir dengan satu ancaman dari Lee Joon.


"Tapi brother, aku peringatkan mereka semua sudah sold out jadi jangan pikir untuk mendekati mereka," ancam Lee Joon.


Ancaman Lee Joon yang lain mengerutkan alisnya. Namun Jae Kyung tersenyum. Lantas berbisik di telinga kakaknya.


"Kakak tahu kan, satu-satunya wanita beristri yang mampu membuatku tergoda hanyalah istrimu," bisiknya pada sang kakak. Lee Joon langsung memberikan tatapan penuh ancaman pada sang adik.


"Aku bercanda, Kak. Jangan dianggap serius," ujar Jae Kyung akhirnya sambil menepuk pelan bahu sang kakak. Lantas mengenakan kacamata hitamnya dan berlalu dari hadapan mereka semua.


"Okay everybody, nice to meet you. And see you later," ucap Jae Kyung sebelum benar-benar menghilang dari ruangan Lee Joon. Lee Joon langsung memijat pelipisnya. Sekilas melirik pada Nina yang tidak peduli pada kehadiran Jae Kyung.


Bisa dibayangkan betapa hebohnya kantor LJ GROUP. Melihat pria yang begitu mirip dengan bos besar mereka. Atau malah mereka pikir itu adalah bos besar mereka. Berjalan keluar dari lift khusus langsung masuk ke Ferrari F8-nya dan melesat keluar dari kawasan kantor LJ GROUP.


"Putra Anda baru saja membuat kehebohan di bawah, Tuan," lapor asisten Jo.


"Dia memang suka membuat heboh," ucap tuan Lee membenarkan.


"Sepertinya ada konflik di antara dua putra Anda, Tuan?" tanya asisten Jo lagi.


"Hah, kau benar Jo. Putra bungsuku pernah membuat pengakuan kalau dia menyukai iparnya sendiri," jawab tuan Lee sambil menghela nafas. Hal itu sukses membuat asisten Jo terkejut.


"Tapi bagaimana bisa Tuan. Apa tuan muda Jae Kyung tidak tahu kalau Nina itu istri tuan muda Lee Joon," tanya asisten Jo.


"Dia tahu. Tapi dia sendiri tidak tahu bagaimana ia bisa menyukai istri kakaknya. Dia bilang sudah mencoba untuk mengontrol perasaannya. Tapi tidak bisa. Kita tahu bukan hal yang paling susah dikendalikan adalah perasaan " tutur tuan Lee yang hanya diangguki oleh asisten Jo.


"Jadi bisa kau bantu aku mengawasi mereka. Sejauh ini Nina terlihat tidak menanggapi perasaan Jae Kyung. Tapi aku takut lama-kelamaan ini akan membahayakan pernikahan Lee Joon dan Nina. Aku pernah menasehati Jae Kyung untuk membunuh perasaannya pada kakak iparnya. Dia bilang akan mencobanya. Dia sadar jika perasaannya pada kakak iparnya adalah salah. Tapi itu tadi perasaan adalah hal yang paling sulit dikendalikan," jelas tuan Lee.


Sejenak tuan Lee dan asisten Jo menghela nafasnya. Kali ini sepertinya berkumpulnya keluarga Lee malah akan membawa konflik baru.


******


Up lagi readers, bakalan ada cinta segitiga nih,


Jangan lupa buat selalu like, vote, gift dan komen ya readers,


Ingat don't be a silent readers, terima kasih sudah mampir,


Happy reading and salam sayang dari author, muah 😘😘😘😘


****

__ADS_1


__ADS_2