
Trriiiing, ponsel tuan Lee berdering.
"Ya, halo," jawab tuan Lee.
"..."
"Apa?" ucapnya panik.
"...."
"Baik aku akan terbang ke sana sekarang juga," ucap tuan Lee.
"Jo siapkan pesawat pribadiku sekarang. Aku akan menyusul Lee Joon ke Korea," ucap tuan Lee begitu melihat asisten Jo masuk.
"Tapi tuan ini sudah larut," asisten Jo beralasan.
"Lakukan sekarang Jo. Kalau tidak anakku akan saling bunuh di Korea," jawab tuan Lee. Kepanikan luar biasa jelas tergambar di wajah tuan Lee. Asisten Jo melongo.
"Cepat Jo," perintahnya lagi. Jo langsung melesat keluar dari ruangan tuan Lee.
"Ma, kita ke Seoul sekarang. Bersiaplah. Jae Kyung menculik Nina," ucap tuan Lee cepat. Lantas ikut keluar ruangan kerjanya menyusul asisten Jo.
********
Sementara itu di sebuah rumah mewah di daerah Hannam-dong, Seoul, Korea.
Di kamar utama,
Tampak seorang pria tengah memandang takjub pada seorang wanita yang tengah tertidur pulas. Di ranjang king size miliknya.
Wanita itu tertidur masih mengenakan dres yang tadi dipakainya saat mengantar teman-temannya pulang lebih dulu ke Jakarta. Coat dan sepatu wanita itu sudah dilepaskan oleh pria yang tengah menatapnya dengan jutaan perasaan yang ia sendiri tidak tahu apa.
Ya, wanita itu adalah Nina.
Setelah mobil mereka ditabrak dari samping. Nina mengalami benturan kecil di kepalanya. Namun hanya sedikit membuatnya pusing.
Dia masih sadar ketika pintu mobilnya dibuka paksa. Dan seorang pria bermasker menyeretnya keluar dari mobil. Hal yang sama juga terjadi pada Lee Joon, suaminya.
"Lepaskan! Lepaskan," Nina meronta begitupun dengan Lee Joon.
"Lepaskan aku brengsek!!" umpat Joon sambil berusaha melepaskan diri dari pegangan dua pria yang memegang kedua tangannya.
"Lepaskan tanganmu darinya! Jangan menyentuhnya!" kembali Joon berteriak. Ketika melihat pria itu menahan tubuh sang istri.
"Lee Joon!!! Tolong aku!!! Lepaskan aku!!!" teriak Nina. Wanita itu kembali teringat traumanya, membuatnya menangis seketika.
Lee Joon terus berusah melepaskan dirinya. Hingga satu suara mengejutkannya.
"Kalian berisik sekali," ucapnya santai.
Seorang pria bermasker keluar dari sebuah mobil CRV yang terparkir tidak jauh dari tempat itu. Di belakang sebuah mobil yang telah terparkir lebih dulu.
"Siapa kau brengsek!! Berani melakukan ini pada kami!" teriak Joon.
Namun pria itu tidak menggubrisnya. Pria itu berjalan ke arah Nina. Yang reflek menjauhkan dirinya.
"We meet again, Yeppeun," ucap pria itu. Nina terkejut dibuatnya.
"Kamu? Kenapa?" tanya Nina terkejut melihat pria yang pernah dia tabrak kemarin. Berdiri di depannya.
"Jangan sampai dia terluka," pesan pria itu kepada orang yang memegangi kedua tangan Nina. Sedang dia menuju ke arah Joon yang terus berteriak minta dilepaskan.
"Tidak bisakah kau diam sebentar?" tanyanya santai.
"Diam katamu?!!! Lepaskan dia!! Dia istriku!! Jangan berani-berani menyentuhnya!!!" teriak Joon.
"Aku tahu dia istrimu. Karena itu aku ingin meminjamnya sebentar," ucapnya lagi.
__ADS_1
"Dasar brengsekkk! Bajingan! Kurang ajar!" umpat Joon.
Sedang pria itu hanya tertawa.
"Siapa kau brengsek! Beraninya melakukan hal ini padaku?" tanya Joon.
Seolah paham dengan rasa penasaran Joon. Pria itu membuka masker dan topinya. Lee Joon terkejut bukan main.
"Nice to meet you, Brother," ucap pria itu.
"Kau? Bagaimana bisa?" Joon jelas terkejut melihat siapa pria yang telah melakukan hal ini pada dirinya dan Nina.
"Lepaskan dia setelah aku pergi," ucapnya, berlalu dari hadapan Joon.
"Hei, hei brengsek kau mau kemana? Aku bilang jangan menyentuhnya!!" teriak Joon. Ketika pria itu malah menjauh darinya. Dan mendekati Nina.
"Kembali! Jangan menyentuhnya!!" teriak Joon.
"Kau mau apa? Jangan mendekat!" ucap Nina panik ketika pria itu malah mendekatinya.
"Aku tidak akan menyakitimu. Ikutlah denganku sebentar. Yeppeun," ucapnya lembut.
"Tidak mau!! Jangan bawa aku!! Lee Joon! Lee Joon! Tolong aku!! teriak Nina ketika pria itu, menarik tangannya menuju ke mobil CRV yang pintunya telah terbuka.
Nina terus meronta. Terus meronta tanpa berhenti. Hingga nyeri yang teramat sangat menyerang perut bagian bawahnya.
"Awww," ringisnya pelan. Namun pria itu tidak mendengarnya. Dan terus menariknya masuk ke dalam mobil. Nina terus berteriak memanggil Lee Joon. Bahkan ketika mobil itu mulai meninggalkan tempat itu.
Joon masih terus berteriak melihat istrinya dibawa pergi oleh pria itu. Teriakannya berubah menjadi sebuah ringisan ketika sebuah pukulan mendarat di perutnya. Lantas kedua orang itu meninggallkan Lee Joon begitu saja. Masuk ke mobil satunya lagi dan beranjak pergi.
"Lepaskan aku! Biarkan aku kembali pada suamiku," ucap Nina setengah memohon.
"Sudah kubilang ikutlah denganku sebentar," pria itu menjawab.
"Tidak mau! Aku tidak mau ikut denganmu! Lepaskan aku!" teriak Nina berusaha melepaskan cengkeraman tangan pria itu dari pergelangan tangannya.
"Berani kamu menggigit tanganku!" ucapnya marah. Membuat nyali Nina ciut.
Nina sangat takut. Ini kali kedua dia mengalami penculikan. Ketakutan jelas terlihat di wajahnya.
"Give it to me!"
Perintah pria itu pada orang yang duduk di kursi depan. Orang itu memberikan sebuah sapu tangan. Membuat Nina merangsek mundur.
"Apa itu? Kamu mau apa?!!" Nina kembali berteriak dan meronta. Dengan cepat pria itu menarik pergelangan Nina. Membuat tubuhnya kembali mendekat ke arah pria itu.
Nina masih berusaha meronta ketika dengan cepat pria itu membekap mulut dan hidungnya dengan sapu tangan itu. Dalam hitungan detik. Seperti dejavu, kesadarannya mulai hilang.
"Mianhae,"
Bisik pria itu di telinga Nina. Hingga perlahan kesadaran Nina hilang sepenuhnya dan jatuh dalam pelukan pria itu.
******
"Lee Joon berhenti dulu. Kamu tidak bisa gegabah. Bagaimana jika mereka menyakiti Nina?" ucap Jonathan Kusuma.
Dia dan Risma baru saja sampai. Langsung shock mendengar tentang penculikan Nina. Risma langsung menangis. Teringat kembali peristiwa yang lalu.
"Justru karena aku takut dia akan menyakiti Nina seperti Heri waktu itu," jawab Joon.
Dia sudah melacak cincin pernikahannya dan menemukannya di Mansion Keluarga Lee. Di daerah Hannam-dong, Seoul.
"Dengar, kamu tahu bahwa dia adalah adik kembarmu. Jadi dia tidak mungkin menyakiti kakak iparnya sendiri," jelas Jonathan.
"Tapi aku tidak tahu tujuan dia membawa Nina apa? Aku takut Nina terluka," balas Joon.
"Mungkin dia ingin kenalan sama istrimu," ucap Jonathan sambil nyengir. Sebuah tendangan melesat ke tulang kering Jonathan, membuat Jonathan meringis.
__ADS_1
"Masih bisa bercanda kamu," salak Joon.
"Iya, iya. Sorry. Tenangkan dirimu dulu," Jonathan berusaha menenangkan.
"Jangan beritahu Ibu dulu " ucap Jonathan pada Risma. Gadis itu mengangguk paham.
"Duduklah dulu," Jonathan kembali membujuk.
Akhirnya Joon mengikuti saran Jonathan. Mendudukkan dirinya di sofa. Rasa cemas bergejolak di dadanya. Dia tahu bahwa pria yang menculik Nina adalah adiknya dari pesan singkat papanya.
"Jangan bertindak dulu. Pria yang menculik Nina adalah adik kembarmu. Papa akan jelaskan semua,"
Pria itu, adalah adik kembarnya. Kenapa dia baru tahu sekarang? Berjuta tanya kembali muncul di pikirannnya. Tunggu dulu.. Joon ingat 2 tahun lalu dia pernah menemukan data. Kalau dia memiliki DNA yang persis sama dengan miliknya. Data itu milik seorang pria asal Korea. Tapi waktu itu Lee Joon tidak terlalu menghiraukannya.
Mungkinkah data itu milik adik kembarnya. Papa, dia pikir, dia harus menghubungi papanya. Hanya dia yang tahu dan bisa memberikan jawaban atas semua pertanyaan di benaknya.
Tiiing, sebuah pesan masuk ke ponsel Joon. Dan Joon langsung melesat keluar kamarnya sambil marah-marah. Jonathan sontak mengikutinya.
"****!! Kenapa semua orang selalu menculik wanitaku. Dan menggunakan fotonya saat tidur untuk memprovokasiku," umpat Joon. Jonathan melongo seketika.
"Maksudmu apa?" tanya Jonathan tidak paham.
"Lihat saja sendiri," ucap Joon sambil melempar ponselnya. Yang langsung sigap ditangkap oleh Jonathan.
Melihar pesan di layar ponsel Joon.Sebuah pesan dengan bunyi,
"Datanglah ke Mansion Keluarga Lee, di Hannam-dong. Bukankah istrimu sangat manis saat tertidur,"
Dan bersama pesan itu nampak foto Nina yang tengah tertidur.
"Tidak Heri, tidak adikku sendiri. Suka sekali mengganggu milikku," umpatnya sambil menuruni lift.
"Bagi mereka mungkin istrimu sangat menggoda," ucap Jonathan lagi sambil nyengir.
"Belum kapok aku tendang ya. Mau aku pukul?" bentak Joon. Yang bukannya membuat Jonathan takut tapi malah tersenyum.
"Another drama from Lee's family. Ada juga kelakuan adik nyulik kakak iparnya sendiri. Buat apa coba," batin Jonathan sambil mengulum senyumnya.
Joon langsung ke mobil diikuti Jonathan.
"Ngapain kamu ngikutin aku? Turun sana!" perintah Joon.
"Cuma mau jadi bodyguard kamu aja," ucap Jonathan santai. Membuat kepala Lee Joon yang sudah pusing jadi bertambah pusing.
"Terserah kamu saja," akhirnya Joon membiarkan Jonathan mengikutinya.
"Antarkan aku ke Hannam-dong, Jim," perintah Joon pada supir sekaligus bodyguardnya yang bernama Jimmy.
Dan mobilpun melaju mulai meninggalkan Lotte World Hotel menuju ke daerah Hannam-dong.
******
Hai up siang-siang,
Tak kasih bonus visual Lee Joon ya readers,
Kredit Instagram eunwoo _baby
Abang Lee Joon yang lagi puyeng mikirin istrinya lagi dibawa kabur ma adiknya sendiri.
Oke jangan lupa dukungannya buat author dengan memberikan like, vote, gift, and comment.
Thank's for reading, ya readers,
Happy reading and salam sayang dari author, muah 😘😘😘😘
__ADS_1
***