Cinta Dua Dunia

Cinta Dua Dunia
Bab 53


__ADS_3

Doni sedang termenung di balkon apartemennya. Dia baru saja pulang dari pertemuannya dengan Lee Joon dan Max.


"Aku rasa sebenarnya Mike tahu siapa yang telah melenyapkan orang tuanya. Papaku berkata saat ia datang, Mike ditemukan tengah bersembunyi di lemari. Namun dia mengalami trauma akibat kejadian itu," ucap Joon beberapa jam yang lalu.


"Kalau tuan Mike tahu siapa yang sudah melenyapkan kedua orang tuanya kenapa dia malah menuduh tuan Lee Jae Ha yang melakukannya. Bukankah itu tidak masuk akal. Tuan Besar Lee jelas punya alibi yang kuat. Tapi kenapa tuan Mike bersikeras menuduhnya. Kecuali ada sesuatu yang tidak beres dengan ingatan tuan Mike. Seperti perkataan dokter Pras," gumam Doni.


"Aku menyimpulkan ada beberapa ingatan yang sengaja dihilangkan atau diubah oleh seseorang."


"Apakah ini perbuatannya?" kembali Doni bergumam.


Ceklek, pintu apartemen terbuka. Dina masuk dan langsung menghampiri Doni di balkon. Dipeluknya pria itu.


"Bagaimana keadaan Kak Mike,"


"Dia terlihat lebih baik."


"Syukurlah. Maafkan aku waktu itu. Aku terlambat memberitahu apa yang tengah ayahku rencanakan pada tuan Lee Joon."


"Ya, memang agak terlambat. Untungnya yang terluka adalah kekasih tuan Lee Joon. Untungnya juga dia tidak mengalami luka parah. Sebab tuan muda Lee berhasil menyelamatkannya."


"Kekasihnya? Tuan muda Lee punya kekasih?"


Jika publik tahu, Lee Joon punya kekasih. Pasti akan heboh. Bagaimana tidak, Lee Joon yang terkenal tidak pernah dekat dengan wanita manapun, akhirnya memiliki kekasih.


"He em. Aku sempat bertemu dengannya. Saat terakhir kali kita meeting. Masih muda, mungkin cocok jadi adik kamu."


"Benarkah? Jadi penasaran pengen ketemu."


"Tidak boleh!" larang Doni keras.


"Kenapa? Kan dia perempuan. Nggak mungkin dong aku selingkuh sama perempuan. Aku masih doyan pria kok," goda Dina.


"Nggak!"


"Oh ayolah. Kan kamu tau sendiri kalau aku gak punya teman selain Maya," rajuk Dina.


"Karena itulah aku melarangmu bertemu dengan kekasih tuan muda Lee dan Max. Kamu berteman dengan Maya saja kerjaanmu hunting idol Kpop saja. Apalagi ditambah jika kamu berteman dengan mereka," kata Doni bersungut-sungut.


"Memangnya mereka kenapa?"


"Mereka juga Kpopers kaya kamu," akhirnya Doni keceplosan ngomong.


"Ha? Yang bener?"


"Aduh aku keceplosan," umpat Doni pada dirinya sendiri.


"Wah. Maya perlu tahu nih. Jadi pengen kenalan deh sama mereka."


"Tuh kan"


"Kamu kenapa?"

__ADS_1


"Kamu tahu kan aku nggak suka kamu terlalu suka dengan mereka. Kamu jadi nyuekin aku." keluh Doni.


"Oh, jadi kamu cemburu sama para idol Korea itu?"


Doni mengangguk pasti.


"Ohhh...sayangku ngambek. Sayangku cemburu sama idol Korea," ucap Dina menirukan gaya imut anak-anak.


"Sudahlah kalau ngomongin mereka pasti aku kalah."


"Jangan gitu dong sayang. Aku kan cintanya cuma sama kamu," bujuk Dina.


"Beneran?"


"Tentu saja. Mereka itu cuma selingkuhanku. Sedangkan kamu adalah cinta sejatiku"


Doni kembali merengut. "Kamu bilang mereka selingkuhanmu?"


"Iya selingkuhan. Dimana-mana yang namanya selingkuhan pasti kalah sama cinta sejati."


"Yakin?"


"Yakinlah. Sudah ah jangan ngambek lagi. Kayak anak kecil saja. Lagian aku tu suka mereka cuma buat hiburan saja."


Doni hanya terdiam. Sebab apa yang dikatakan Dina adalah benar. Gadis itu tidak memiliki banyak teman. Jadi ia menjadikan Kpop sebagai hiburannya. Di tengah kesedihan yang sering menerpanya.


"Makan yuk. Lapar," rengek Dina.


Keduanya lantas keluar dari apartemen Doni. Mencari makanan untuk makan malam mereka.


*****


Hari berganti hari. Akhirnya hari ini adalah hari terakhir masa percobaan untuk Max. Bisa dibayangkan betapa bahagianya pria satu itu.


Hari ini dia pergi ke kantor menggunakan Lamborghini Aventador berwarna hitam terbarunya. Membawa sebuket bunga mawar berwarna merah. Sukses membuat satu lobi kantor heboh. Mereka begitu penasaran, siapakah gerangan yang akan mendapat buket bunga itu.


Pun tak terkecuali dengan Stella yang melihat Max turun dari Lambo-nya. Semakin senang hatinya ketika melihat pria itu membawa seikat bunga kesukaannya. Stella pikir, Max akan meminta maaf padanya karena sikapnya akhir-akhir ini. Dan berbaikan.


Karena sikap Max pada Stella benar-benar berubah. Dia jadi dingin, cuek dan tidak pernah mau diajak ONS lagi. Marah, tentu saja Stella sangat marah. Ditambah lagi rumor yang beredar mengatakan kalau Max sedang PDKT dengan asisten direktur keuangan alias Karin.


Namun khayalan Stella hanya tinggal khayalan. Karena begitu ia keluar di lantai 34. Dia disambut pemandangan yang membuat hatinya panas dan marah sekaligus. Bagaimana ia tidak marah level akut.


Di lihatnya Max tengah berlutut di hadapan Karin. Meminta Karin untuk menjadi pacarnya. Disaksikan seluruh penghuni lantai 34. Hancur sudah hati Stella melihat kenyataan itu. Ia begitu kecewa pada Max yang dengan mudah melupakan hubungan mereka. Dan lebih memilih Karin.


Seketika timbul keinginan untuk membalas sakit hatinya. Ia bertekad untuk merebut Max kembali dari tangan Karin. Karena dari sekian banyak laki-laki yang pernah ONS dengannya, hanya Max yang mampu membuatnya jatuh cinta. Dan memuaskannya di ranjang.


Stella berlalu dari tempat itu dengan mata memerah menahan marah. Setelah suara tepuk tangan terdengar, menandakan jika Karin mau menerima Max menjadi pacarnya.


"Lihat saja, apa yang bisa aku lakukan pada kalian. Tunggu dan lihat saja!" gumam Stella penuh dengan amarah.


Dan buntut dari kejadian tadi pagi di kantor. Disinilah Stella kini menghabiskan malamnya. Di tengah hingar bingar musik yang terdengar di salah satu klub malam di Jakarta. Tempat ia dan Max bertemu untuk pertama kalinya. Berlanjut ke hubungan ONS mereka.

__ADS_1


Dia duduk di meja barterder. Memesan minum seperti biasa. Dia sudah menghabiskan bersloki-sloki cocktail. Namun ia tak kunjung mabuk. Dia ingin mabuk untuk melupakan kemarahannya pada Max.


"Selamat malam. Sendirian saja, Mbak?" sapa seorang pria yang tiba-tiba saja sudah duduk di sampingnya. Pria itu menatap Stella penuh has***.


Bagaimana tidak, Stella malam itu mengenakan mini dress berwarna hitam. Sangat kontras dengan warna kulitnya yang putih. Mini banget sampai paha dan belahan dadanya terekspos sempurna. Pria yang melihatnya pasti akan langsung terpancing has***nya. Tak terkecuali pria itu. Yang tak lain adalah Heri.


"Ah minggir sana. Semua laki-laki sama saja. Aku benci kalian."


"Oooo, ada yang sedang patah hati rupanya."


"Bukan urusanmu! Minggir sana!"


"Mbaknya cantik deh kalau marah," rayu Heri.


Stella menatap pria yang ada dihapannya. Tampan juga pikir Stella. Bibirnya se***. Begitulah hal pertama yang terlintas di pikiran Stella.


"Jangan marah-marah terus. Bagaimana kalau kita bersenang-senang?" ucap Heri sambil mengerlingkan matanya.


Sebagai wanita yang sering ke klub malam. Stella tentu tahu makna dari kata


bersenang-senang. Yang mengacu pada ONS.


Stella melihat pria itu tersenyum ke arahnya. Tangan Heri sudah berada di paha mulus Stella. Meremasnya sens***. Stella paham kode itu. Sedang Heri sudah mati-matian menahan gejolak yang datang dari juniornya.


"Apa yang bisa kamu berikan padaku?" kali ini Stella bertanya tepat di telinga Heri. Membuat has*** pria itu kian terpancing.


"Apapun akan berikan padamu, sayang" kali ini Heri menjawab. Dan suara Heri terdengar sek** di telinga Stella. Ditambah lagi pria itu sudah menempelkan pipinya ke pipi Stella.


Sejenak keduanya saling berpandangan. Pandangan mata mereka sudah penuh dengan gabut gai***. Detik berikutnya kedua bibir mereka sudah bertaut. Saling ******* satu sama lain. Ciuman mereka semakin panas.


Stella yang memang sudah lama tidak berhubungan intim dan Heri yang mulai ketagihan dengan ONS. Membuat mereka langsung terbakar api asmara yang meluap-luap.


Sejenak ciuman mereka terlepas. Saling memandang dengan nafas terengah-engah. Selanjutnya senyum terkembang di bibir keduanya.


Meminta kunci pada bartender. Lantas keduanya naik ke kamar VIP di lantai tiga. Untuk melanjutkan kegiatan panas mereka tentunya.


******


Stella ke kantor dengan sumringah pagi itu. Setelah mendapat asupan vitamin tadi malam. Heri benar-benar bisa diandalkan. Membuatnya kewalahan. Senyum terkembang sempurna di wajah Stella.


Namun senyum itu memudar seketika melihat Max dan Karin berlalu di hadapannya sambil bergandengan tangan, mesra. Sesaat rasa marah itu muncul lagi.


Namun tak lama, seringai muncul di wajah Stella. Heri menawarkan diri untuk membantu membalas sakit hatinya. Ya, setelah sesi panas mereka semalam. Keduanya berlanjut ke sesi curhat. Di mana ternyata Heri juga merasa sakit hati dengan orang-orang dari LJ GROUP. Padahal sebenarnya targetnya adalah Nina ataupun Lee Joon.


Tapi bukankah tidak ada salahnya untuk memanfaatkan wanita ini. Dia bisa memenuhi ambisinya untuk balas dendam sekaligus mendapatkan partner ONS yang super hot.


Mereka akan segera memulai rencana mereka untuk sedikit membuat kacau di kantor LJ GROUP.


"Tunggu saja. Apa yang bisa aku lakukan pada kalian," ucap Stella dengan seringai penuh dendam ke arah Max dan Karin. Yang terlihat sangat bahagia.


*****

__ADS_1


__ADS_2