Cinta Dua Dunia

Cinta Dua Dunia
Bab 90


__ADS_3

Sementara itu, di mansion keluarga Lee, masih di kamar utama,


Setelah mengirim pesan pada "kakaknya". Lee Jae Kyung, begitu nama pria itu. Yang tak lain adalah adik kembar Lee Joon. Perlahan mendekati Nina yang masih tertidur.


Jae Kyung terpaksa membius Nina. Karena sang kakak ipar terus saja berteriak dan meronta. Dia bertumpu pada dua lututnya. Menyamakan tinggi dengan ranjang king size-nya.


Perlahan tangannya terulur merapikan anak rambut milik Nina. Dipandanginya wajah cantik kakak iparnya itu.Dia masih ingat, bagaimana memabukkannya aroma lembut tubuh sang kakak ipar memenuhi seluruh rongga pernafasannya. Saat ia mengangkat tubuh Nina yang tertidur karena obat bius. Dari mobil menuju kamarnya.


"Hebat sekali dia bisa mendapatkanmu," gumamnya.


Lee Jae Kyung adalah kembaran Lee Joon. Jadi otomatis yang ada di dirinya adalah fotocopy dari Lee Joon. Dari wajah, bentuk tubuh hampir 98% keduanya memiliki kesamaan.


Jae Kyung terlahir 5 menit setelah Lee Joon lahir. Di usianya yang sama dengan Lee Joon dia mempunyai fashion magazine sendiri di negaranya, Korea. Dengan label majalah JK Fashion Magazine.


Dan majalahnya sangat sukses di Korea. Banyak menjadi acuan para fashionista. Yang tidak ingin ketinggalan berita tentang perkembangan fashion terbaru. Dia sukses, tampan, digilai banyak perempuan.


Hampir sama seperti kakaknya Lee Joon. Satu hal yang membedakan adalah Lee Jae Kyung seorang penikmat ONS (One Night Stand). Seperti Max. Tapi Max sudah tobat ya.


Hidup dikelilingi banyak wanita cantik membuat Lee Jae Kyung tidak kehabisan partner ONS. Tapi semenjak dia tahu memiliki kembaran atau lebih tepatnya kakak kembar. Serta sang kakak sudah menikah. Dia penasaran seperti apa wanita yang mampu menaklukkan hati kakak kembarnya. Yang dia kira seleranya tidak akan jauh beda dengan dirinya.


Pertama kali melihat foto Nina, istri kakaknya. Dia langsung tidak percaya. Masih ada wanita dengan kecantikan alami tanpa polesan make up di zaman seperti sekarang.


Semakin ke sini dia semakin tertarik dengan kakak iparnya sendiri. Hingga terbit niatnya untuk menculik Nina tatkala Jae Kyung tahu mereka akan berlibur ke Korea.


Niat hati ingin menyakiti Nina untuk membalas sakit hati yang ia rasakan. Dia merasa telah diabaikan oleh keluarganya sendiri. Membiarkan dirinya hidup sendiri bersama sang kakek di Korea.


Tapi niatnya berbalik arah. Dia merasa begitu sayang untuk menyakiti wanita yang masih tertidur pulas dihadapannya itu. Sebagai penikmat ONS, Jae Kyung tentu tahu dengan sekali lihat. Bahwa wanita yang ada di hadapannya itu sangat luar biasa di ranjang. Tubuhnya sangat seksi dan begitu sempurna di semua bagian.


Dia akan membuatmu, tidak bisa berpaling darinya. Tipe wanita yang mampu memuaskan has***t pria manapun. Seberapa kuat staminamu , wanita tipe ini akan sanggup mengimbangimu.


Jae Kyung benar-benar terpesona pada kecantikan kakak iparnya. Perlahan dia mendekati wajah Nina dan sejurus kemudian bibirnya sudah bertaut sempurna di bibir sang kakak iparnya.


"Aku pasti sudah gila, jatuh cinta pada kakak iparku sendiri," batin Jae Kyung sambil terus mencium bibir Nina.


*******


Lee Joon tiba di sebuah bangunan megah. Bangunan dengan konsep minimalis modern dengan desain yang mewah dan berkelas.



Kredit Pinterest.com


Lee Joon langsung melesat turun dari mobil. Setengah berlari menuju gerbang. Yang langsung dikejar Jonathan.


Seorang bodyguard tampak membukakan pintu. Namun hanya mengizinkan Lee Joon masuk. Dan menahan Jonathan serta Jimmy. Tentu saja hal itu membuat kedua pria itu panik bukan kepalang. Pasalnya Lee Joon sempat meminta paksa senjata api yang Jimmy punya.

__ADS_1


"Haduh bagaimana ini? Masak iya kakak adik nggak pernah ketemu. Sekalinya bertemu langsung saling menodongkan senjata," ucap Jonathan panik. Dia khawatir Lee Joon tidak bisa mengontrol emosinya yang memang terkenal temperamental.


Sejenak dia meraih ponselnya. Mengirim pesan pada seseorang. Dia sejenak menunggu. Bertambah panik karena pesan yang dia kirim hanya menunjukkan tanda terkirim. Belum dibaca.


Sedang Lee Joon langsung masuk ke dalam rumah megah itu. Rumah dengan interior modern. Sesuai dengan kepribadian Lee Jae Kyung.


"Lee Jae Kyung keluar kau!" teriakan Joon membahana di seluruh penjuru rumah mewah itu.


Lama tidak terdengar jawaban dari orang yang dia cari. Membuat Lee Joon marah.


"Lee Jae Kyung! Kalau kau tidak keluar. Jangan salahkan aku, jika aku mengobrak-abrik rumahmu untuk mencari istriku!" teriaknya lagi.


Dan lagi-lagi tidak mendapat jawaban.


"Lee Jae Kyung! Kau tidak keluar aku akan naik!" teriak Lee Joon lagi.


Dia baru menaiki anak tangga pertama, ketika didengarnya suara sang pemilik rumah turun dari lantai dua.


"Isshhhhh, Kakak ini tidak sabaran sekali," sindir Lee Jae Kyung.


"Kau menyuruhku bersabar? Apa kau sudah gila? Di mana istriku?!" tanya Lee Joon.


"Apa Kakak tidak lihat jika istrimu yang cantik itu sedang tidur....di kamarku," ucap Lee Jae Kyung.


Ucapan sang adik langsung membuat emosi Lee Joon naik. Dia langsung merangsek maju. Meraih kerah baju Lee Jae Kyung.


"Aku tidak menyentuhnya Kak, hanya sedikit meng-observasi tubuhnya. Dan tubuhnya ck, ck, ck benar-benar sempurna. Sangat seksi dan menggairahkan," jawab Lee Jae Kyung setengah berbisik.


Dan buuggghh, satu pukulan mendarat di wajah Lee Jae Kyung. Namun Lee Jae Kyung sama sekali tidak mengeluh. Dia langsung bangkit dan tersenyum smirk, sambil mengusap darah yang keluar dari bibirnya.


"Jaga ucapanmu tentang istriku!" ancam Lee Joon kembali.


"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya. Kakak tahu itu benar. Bukankah Kakak menikmati tubuhnya setiap hari. Jadi untuk apa Kakak marah," ucap Lee Jae Kyung lagi.


Dia masih bisa tenang. Padahal sang kakak sudah seperti gunung berapi yang siap memuntahkan laharnya. Itulah yang membedakan keduanya. Lee Joon dengan sifat temperamentalnya. Sedang Lee Jae Kyung, dia memiliki sifat yang lebih tenang ketimbang sang kakak.


"Sudah kubilang berhenti mengucapkan kata-kata menjijikkan itu tentang istriku. Dan satu lagi jangan memanggilku kakak. Aku belum tahu siapa kau," jawab Joon dengan wajah penuh amarah.


Jawaban Joon memicu amarah Lee Jae Kyung. Perasaan diabaikan dan ditinggalkan itu muncul kembali.


"Hah jadi seperti itu. Kalian meninggalkanku di sini dan hidup bahagia di sana! Apa kalian tidak memikirkan perasaanku ha?" kemarahan Lee Jae Kyung akhirnya muncul juga.


"Mungkin saja kau memang pantas mendapatkannya," ucap Joon sambil menyeringai mengejek.


Keduanya saling menatap dengan api amarah yang tampak berkobar di mata masing-masing. Hingga "klatak" bunyi pistol yang siap ditembakkan diacungkan oleh mereka. Keduanya saling menodongkan pistolnya. Siap menembak setiap saat.

__ADS_1


Sementara itu di kamar utama, di lantai atas. Nina perlahan mulai membuka matanya. Sedikit terkejut mendapati dirinya bangun di tempat yang asing baginya. Dia terbangun di sebuah ranjang besar dan mewah. Di sebuah kamar yang sepenuhnya bernuansa putih dan abu-abu. Dengan jendela kaca yang langsung menyuguhkan pemandangan langit kota Seoul. Ya, dia pikir dia masih di Seoul.



Kredit Pinterest.com


Kepalanya sedikit pusing. Ia melihat dirinya sudah tidak memakai coat dan sepatunya.


"Di mana aku?" gumannya pelan.


Sembari mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi. Dia diculik, ya dia diculik lagi. Satu ingatan yang dengan segera timbul di kepalanya. Oleh? Oleh pria yang dia tabrak kemarin. Dan pria itu ...membiusnya. Satu rangkaian ingatan yang kembali memunculkan ketakutannya.


"Aku harus kabur dari sini," gumanmya lagi.


Perlahan dia turun dari ranjang besar itu. Sekilas dia bisa melihat coat dan sepatunya diletakkan di sofa yang menghadap jendela. Namun ia tidak mempedulikannya.


Berjalan mendekati pintu besar kamar itu.


Ceklek, tidak dikunci batin Nina.Menyembulkan kepalanya. Mencoba mencari tahu keadaan di luar kamar itu. Sepi, batinnya lagi. Lantas wanita itu melangkah keluar kamar.


Beberapa saat kemudian dia mendengar suara ribut-ribut, seperti suara orang yang tengah bertengkar di lantai bawah. Nina tahu dia berada di lantai dua. Setengah berlari menuju tangga yang terlihat di ujung ruangan. Dan alangkah terkejutnya dia.


Melihat dua orang saling menodongkan pistolnya. Satu orang jelas dia kenal adalah suaminya. Dan satu orang dia tidak tahu itu siapa. Meski dari kejauhan dia melihat wajah pria itu mirip dengan wajah Lee Joon, suaminya.


"Bagaimana jika salah satu dari kita mati malam ini?" tanya Lee Joon.


"Itu bagus. Berarti aku bisa memiliki istrimu. Karena kau yang akan mati malam ini!" jawab Lee Jae Kyung.


"Dasar brengsek!" teriak Joon. Dan keduanya sudah siap menarik pelatuk masing-masing. Ketika tiba-tiba sebuah suara mengalihkan perhatian mereka.


"Stop!! Berhenti!!" ucap suara itu sambil berdiri di tengah-tengah mereka.


Kedua pria itu sedikit menurunkan pistol masing-masing.


****


Hai, up lagi readers,


Masih part tegang antara dua saudara kembar itu ya readers,


Tegang boleh, tapi jangan sampai lupa kasih like, vote, gift dan comment-nya. Biar author tambah semangat buat up lagi.


Anyway, terima kasih sudah mampir dan baca karya author,


Happy reading, and salam sayang dari author, muah 😘😘😘😘

__ADS_1


***


__ADS_2