
Para pasangan pengantin baru itu terus menikmati liburan mereka di Korea. Yang isinya tidak lepas dari jalan-jalan, kulineran dan tentunya shopping. Walaupun para istri mereka kurang suka kegiatan shopping. Mereka memang jarang keluar bersama. Karena mereka hanya pergi dan menginap di hotel yang sama.
Selebihnya semua terserah mereka. Mereka hanya sepakat untuk pergi bersama saat menonton konser BTS di akhir minggu ini. Terkadang mereka juga bertemu saat sarapan atau makan malam di restoran hotel itu.
Seperti pagi ketiga mereka di Korea. Keempatnya bisa berkumpul di restoran untuk mengambil sarapan mereka. Meja para wanita dan pria terpisah. Membuat mereka bebas bergosip.
"Kamu kenapa, May?" tanya Karin yang melihat tingkah Maya pagi itu. Terlihat tidak nyaman.
"Ah itu apa rasanya memang seperti ini ya?" tanya Maya sambil meringia, membuat yang lain saling pandang.
"Kamu baru di-unboxing ya sama Mike?" tanya Dina. Maya mengangguk. Sebab memang Mayalah yang terakhir kali menikah, yang lain langsung tertawa mendengarnya.
"Enak nggak?" tanya Nina.
"Enak apanya? Orang kayak ditembak pake rudal Rusia," jawab Maya tanpa filter. Tawa meledak di meja itu.
"Emang punya Mike gedhe banget apa?" seloroh Karin.
"Bisa juga. Kan Mike paling bule di antara mereka," sahut Dina sambil terkekeh.
"Malah diledekin," protes Maya.
"Cobe deh May habis ini kamu main lagi. Pasti udah nggak sakit lagi. Malah bikin nagih," saran Nina yang akhir-akhir ini ketularan otak mesum teman-temannya.
"Semalam saja sudah enak banget rasanya. Cuma masih perih sedikit," jawab Maya
"Habis ini kamu main lagi deh. Rasanya bisa bikin otak pindah ke lutut," tambah Dina, disambut gelak tawa yang lainnya.
"Kenapa mereka?" tanya Max yang heran melihat para istri mereka yang tertawa terbahak-bahak.
"Paling juga lagi ngeledek istrinya Mike," ucap Doni. Membuat Mike langsung menggaruk tengkuknya. Kikuk.
"Kamu baru "menghajar" istrimu ya?" tanya Joon.
"Enak saja. Aku baru bisa unboxing tadi malam" jawab Mike malu. Jawaban Mike disambut gelak tawa yang lain.
"O, ceritanya ada pengantin baru yang malam pertamanya tertunda to," ledek Max.
"Sialan kamu!" umpat Mike.
Keempatnya kembali tertawa. Sama dengan meja sebelah yang berisi istri mereka, dengan tema yang sama. Meledek pengantin baru yang tertunda malam pertamanya.
Joon dan kawan-kawannya hanya sering berjalan-jalan di Myeongdong. Kawasan wisata yang cukup dekat hotel tempat mereka menginap. Sekedar menuruti istri-istri mereka yang ingin melihat-lihat barang-barang brand Korea. Yang sering mereka lihat di drakor tontonan mereka. Padahal mereka belum tentu membelinya. Karena rombongan istri-istri orang tajir itu kurang suka shopping.
Atau sekedar berjalan-jalan di sekitar Sungai Han. Melihat jembatan Sungai Han yang ikonik. Yang sering muncul di drama-drama Korea.
Selebihnya mereka akan menghabiskan waktu mereka di dalam kamar masing-masing. "Ngadon," bahasa Max.
*******
Akhirnya hari yang ditunggu tiba. Para wanita begitu bersemangat. Hingga para suami mereka geleng-geleng kepala.
Olimpyc Seoul Stadium hanya berjarak sekitar 3 km dari Lotte World Hotel. Memerlukan waktu tempuh lebih kurang 1 jam ke Incheon Airport Itulah mengapa para wanita meminta menginap di sana. Biar nggak terlalu capek pulangnya. Begitu alasan mereka. Sedang para suami hanya bisa menurut tanpa bisa membantah.
__ADS_1
Memesan tiket VIP, mereka mendapat spot yang begitu dekat dengan stage utama. Para Army begitu bersemangat, menyaksikan penampilan idola mereka.
Kredit Koreaboo
"Ini kalau dia tidak menjanjikan malam panas nanti malam. Ogah aku ada di sini," ucap Max yang seperti biasa menjadi yang paling cerewet diantara kumpulan suami tampan itu.
"Tapi apa kamu rela bini lo jadi bahan pelototan para pria brengsek di luar sana?" tanya Doni.
"Ya enggak mau sih," jawab Max sedikit ragu.
"Berarti bini kita sepakat buat menjanjikan hal yang sama supaya kita mau jadi bodyguard mereka?" tanya Joon. Yang lain mengangguk sebagai jawaban.
"Haisssh," umpat Joon.
Umpatan Joon membuat yang lain tergelak. Mereka duduk di dua baris kursi penonton. Dengan para istri dibagian depan dan para suami di bagian belakang, seolah sebagai bodyguard mereka. Padahal mereka sendiri pun tak lepas dari tatapan heboh para Army, yang mungkin belum pernah melihat, penonton konser yang sama tampannya dengan idola yang akan ditonton.
Konser dimulai dan teriakan histeris menggema di seluruh venue konser. Tak terkecuali para istri pria-pria tampan itu, mereka hanya bisa memijat pelipis mereka yang pusing melihat tingkah istri masing-masing.
"Astaga bagaimana bisa mereka jadi seperti orang gila hanya melihat para pria itu menyanyi?" heran Joon.
Lee Joon memang dikenal paling posesif kepada istrinya, Nina. Kadang Nina merasa pusing dengan tingkah suaminya itu. Namun kadang ia juga merasa beruntung. Melihat suaminya memperlakukannya begitu istimewa.
"Nah Lee Joon, apa kata kamu mau ikut kesana dan menyanyi. Kamu kan mantan penyanyi" usul Mike.
"Tidak bisa, aku sudah lama tidak melatih vokal dan nafasku," kilah Joon.
"Kalau vokal iya, kamu tidak pernah latihan, Tapi kalau napas, siapa bilang kamu tidak pernah melatih nafasmu. Tiap hari kamu juga latihan. Sama istrimu," goda Doni sambil memperhatikan istri mereka yang turut bernyanyi bersama Jungkook cs.
"Eh itu beda tujuan. Yang itu buat program Lee Joon junior," ucap Joon narsis.
"Aku pernah dengar istrimu dan istrimu (menunjuk ke arah Joon dan Max) berkata cakep deh punya anak kayak Jungkook," kompor Doni.
"Enak saja. Kita yang tabur benih. Tapi muka mirip mereka. Tidak boleh!" marah Max.
"Kita lihat saja. Malam ini kita buat mereka tidak bisa memikirkan dan menyebutkan nama pria lain selain kita," tukas Joon sambil menyeringai. Langsung diangguki oleh yang lain.
Hampir dua jam para pria itu harus menahan diri. Melihat para istri mereka seolah memuja pria lain di depan mereka.
Kadang membuat emosi mereka naik.
"Ngomong-ngomong, terima kasih untuk firewall dan liburannya," ucap Mike yang duduk di sisi kanan Joon.
"Sama-sama. Padahal kalian yang sedang kaya raya. Tapi aku juga yang kena rampok," sungut Joon.
"Ha, ha kena rampok? Itu tidak ada apa-apanya di banding uangmu yang menggunung di bank," ujar Mike. Joon hanya tersenyum sekilas mendengarnya.
"Soal firewall itu. Aku hanya bisa memasang yang satu tingkat dibawahku. Kalau yang sama persis dengan milikku. Maaf itu terlalu beresiko. Ini saja aku sudah meminta Fao untuk menghilangkan jejakku. Hingga mereka benar-benar tidak bisa melacakku," terang Joon.
"Siapa suruh jadi anak nakal amat," gumam Mike yang bisa didengar oleh Joon dan yang lainnya.
__ADS_1
"Kamu sebut aku anak kecil? Hei anak kecil ini sudah bisa membuat bayi kecil tahu," protes Joon.
"Tahun depan gantian kalian yang traktir," ujar Joon.
"No problemo," jawab Mike.
"Ya iyalah tidak menolak. Orang mereka tahun depan sudah dapat keuntungan dari aset mereka yang baru," timpal Max.
"Tidak menyangka jika dua istri kalian seorang milyarder," tambah Mike menatap ke arah Joon dan Doni.
"Hah, mereka membuat kita bertambah mumet. Bagaimana tidak? mereka menyerahkan urusan pengelolaan semua perusahaan kepada kami berdua," keluh Doni.
"Tapi kan asyik. Bisa menambah pundi-pundi keuangan kalian" ujar Max.
"Tapi sepadan dengan lelahnya. Aku dan Lee Joon belum pernah menghandle perusahaan ekspor impor," keluh Doni.
"Ada untungnya kita bisa mengelola perusahaan ekspor impor" ucap Joon sambil tersenyum penuh misteri.
"Apa maksudmu?" tanya Mike.
"Aku menginginkan La Voiture Noire ada di garasiku" ucap Joon.
Kredit google.com
"Kamu gila ya. Kamu tahu harganya berapa?" tanya Max. Dia beli Lamborghini Aventador saja sudah kembang kempis. Apalagi ini? Bugatti La Voiture Noire? Yang benar saja.
"Memangnya Nina setuju?" tanya Mike.
"Memang Veyronmu masih kurang?" giliran Doni yang bertanya.
"Haisahh jangan keras-keras," ujar Joon.
Membuat yang lain jadi tahu. Kalau ini proyek rahasia Joon. Mereka jelas tahu. Nina kurang suka dengan hobi Joon. Menumpuk mobil di garasinya. Toyota Rush, Alphard, Veyron itu yang sudah Nina naiki. Tapi masih ada beberapa lagi di garasi yang belum pernah Nina naiki.
"Kalau Nina tahu, habislah kamu " kompor Mike. Ternyata dugaan mereka benar. Karena di tengah-tengah dentuman musik yang terdengar. Tiba-tiba saja satu suara terdengar, begitu penuh ancaman.
"Aku mendengarnya Hubby " ucap Nina sambil memandang tajam sang suami.
"Matilah aku. Gagal sudah La Voiture Noire ada di garasiku" batin Joon.
Ekspresi Joon langsung membuat yang lain tertawa terbahak-bahak. Seorang Lee Joon langsung mengkeret nyalinya mendengar satu kalimat dari istrinya.
*****
Hai, hai, hai up lagi readers,
Episode halunya author. So buat para Army jangan marah ya nama idol kalian aku pinjam. Aku juga suka sama BTS cuma tidak sefanatik kalian. Nggak ada biaya buat fanatik sama mereka 😅😅😅
Jangan lupa buat dukung author selalu ya. Like, vote, gift and comment-nya jangan lupa,
Happy reading ya readers. Salam sayang dari author, muah 😘😘😘
__ADS_1
**