
Ternyata semua tidak seburuk yang Nina bayangkan. Dia pikir dengan tinggal satu atap dengan Jae Kyung. Akan membuatnya bertemu dengan pria itu setiap hari. Nyatanya tidak. Bahkan ini sudah satu minggu sejak kepindahan Jae Kyung ke Jakarta. Mereka tinggal dirumah mereka di Bogor.
Dan selama seminggu ini. Dia nyaris tidak bertemu dengan Jae Kyung. Membuat Nina benar-benar bersyukur. Baik dirinya maupun Jae Kyung sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
Pria itu kadang pergi pagi, pulang larut malam. Seolah hanya menumpang tidur di rumah itu.
Dan weekend ini Nina harus menemani Lee Joon ke pernikahan Kaizo. Salah satu sahabat suaminya. Dia ingat pria itu datang ke pernikahan mereka bersama seorang gadis cantik bernama Natasya. Namun Nina tertegun ketika membaca undangan pernikahan milik Kaizo.
"By, Kak Kaizo nikahnya sama Tifanny Hadiwinata bukan sama yang waktu itu datang kenikahan kita, tanya Nina heran.
"Ya kita tidak tahu yang namanya jodoh kan?" jawab sang suami diplomatis.
"Tapi kayaknya waktu itu Kak Kai cinta deh sama cewek itu. Aah siapa sih namanya..Aku lupa," ucap Nina sebal pada dirinya sendiri.
"Natasya kalau nggak salah. Yang aku dengar ini semua diatur oleh Kakeknya Kai. Kamu tahu Kakeknya Kai. Orang paling mengerikan sejagat raya. Semua perintahnya dan keinginannya tidak bisa dibantah. Apalagi ibunya Tifanny, wooo sudah kayak nenek sihir," jelas Lee Joon.
"Ha?" Nina hanya melongo mendengar gambaran keluarga Kaizo.
"Mengerikan sekali hidupnya Kak Kai," batin Nina.
Mereka mulai keluar kamar. Turun ke lantai bawah. Surprise ketika mereka sampai di bawah. Nampak Jae Kyung dan papanya tengah mengobrol santai.Sepertinya pria itu libur hari ini. Melihat Nina, Jae Kyung jelas tidak bisa menyembunyikan rasa kagumnya. Nina sangat cantik dengan dres kondangan simplenya.
Lee Joon dan Nina langsung berpamitan. Langsung menuju Toyota Rush mereka yang akan jadi kendaraan mereka.
"Sudah bisa menguasai hatimu," tanya tuan Lee.
"Aku sedang mencoba. Tapi melihatnya begitu cantik. Ahh aku pikir akan susah sekali melupakannya," jawab Jae Kyung.
"Appa tahu seminggu ini kamu berusaha keras menghindarinya," ucap tuan Lee sambil menyesap kopinya.
"Yeah, Appa mengetahuinya," jawab Jae Kyung.
"Kenapa tidak mencoba membuka hati untuk yang lain?" saran tuan Lee.
"Entahlah Pa. Kalau aku mencobanya mungkin dia hanya akan jadi pelarianku. Itu tidak adil baginya," Jae Kyung beralasan.
"Sejak kapan kamu memikirkan hati orang lain apalagi wanita," tuan Lee heran.
"Entahlah," jawab Jae Kyung ambigu.
"Hebat sekali pengaruh Nina padamu," tuan Lee benar-benar kagum dengan perubahan yang Nina bawa pada putranya yang satu itu.
Sementara itu, mobil Lee Joon masuk ke sebuah venue pernikahan outdoor. Sungguh cantik.
Kredit Pinterest.com
"Cantik," gumam Nina.
"Kenapa? Kamu ingin membuat foto pernikahan dengan view seperti ini," tanya Lee Joon sambil menggamit tangan sang istri. Tahu kebiasaan Nina jika berjalan tidak pernah memperhatikan jalan.
"Bolehkah?" tanya Nina antusius.
"Tentu saja boleh," Lee Joon menjawab.
Mereka lantas duduk di kursi yang telah disiapkan. Hingga seorang pria menggandeng wanita cantik menghampiri Lee Joon dan Nina.
__ADS_1
"Halo Bro, lama tidak bertemu," ucap pria itu.
"Halo Alex, akhirnya kalian bersama?" tanya Lee Joon. Keempatnya lantas duduk sambil mengobrol.
"Istrimu?" tanya pria yang disapa Alex oleh Lee Joon.
"Perkenalkan Nina," ucap Nina lembut. Membuat Alex terpana.
"Hebat sekali kamu bisa menakhlukan si terperamental Lee Joon," puji Alex.
Ucapan Alex embuat Nina tersipu.
"Lalu kalian akhirnya bersama?" tanya Lee Joon pada wanita yang duduk disamping Alex.
"Ya begitulah," ucap wanita.
"Apa aku bilang. Cukup bersabar menghadapi si kepala batu ini. Perkenalkan namanya Mandy," ucap Joon sambil mengenalkan Mandy kepada Nina.
"Mandy, penyanyi yang terkenal itu?" tanya Nina antusias. Membuat Mandy merona malu.
"Masih terkenal suamimu Nyonya," jawab Mandy merendah.
"Panggil aku Nina saja. Tidak usah sungkan," pinta Nina.
"By the way apa yang terjadi dengan Kai?" tanya Lee Joon.
"Entahlah. Aku tidak berani mengatakan apapun tentang ini," jawab Alex sendu.
"Apa benar rumor yang beredar kalau pernikahan ini adalah ulah kakeknya?" selidik Joon.
"Aku dengar seperti itu," jawab Alex. Mereka mulai diam. Karena upacara pernikahan akan segera dimulai. Kai sudah terlihat memasuki altar pernikahan.
Fanny sudah sampai didepan altar ketika ponsel Alex berdering. Dilihatnya nama Jocelyn di layar ponselnya.
"Ya Jo, ada masalah?" Alex pikir jika nama Jo pasti berhubungan dengan Natasya.
"...."
"Aku akan mencarinya. Jangan khawatir. Dia akan baik-baik saja," ucap Alex lantas menutup ponselnya.
"Ada apa?" tanya Mandy.
"Bantu aku mencari Natasya," ucapnya singkat. Membuat Nina dan Lee Joon bingung.
Mandy lantas ikut berdiri. Mencoba mengedarkan pandangan matanya. Sementara upacara sudah dimulai.
"Alex," ucap Mandy.
Alex lantas mengikuti arah pandangan mata Mandy. Dimana seorang gadis bergaun baby blue tampak berdiri di balik pohon di venue pernikahan itu. Namun tak lama gadis itu berbalik pergi menjauh.
Sesaat Alex mengalihkan tatapannya ke altar pernikahan. Dimana acara tukar cincin akan dimulai. Yang menandakan setengah dari upacara pernikahan itu sudah terjadi.
"Tunggu disini," ucap Alex.
Lantas keluar dari barisan tempat duduk mereka. Berlari ke arah yang ditunjuk Mandy.
"Ada apa sih sebenarnya?" tanya Nina.
__ADS_1
Mandy baru saja akan menjawab ketika mereka melihat Kai yang berlari turun dari altar pernikahan. Membuat semua tamu undangan berdiri dari tempat duduknya. Melihat pengantin pria meninggalkan pengantin wanita di altar.
Kai berlari ke arah Alex tadi berlari di mana suara sirine ambulans sudah terdengar. Tak lama terdengar teriakan seorang pria "Kaizo kembali!" Disusul tangis histeris Fanny.
Nina dan Joon seolah baru saja melihat drama yang terjadi didunia nyata. Mandy nampak menghubungi seseorang.
"Tidak masalah. Apakah keadaannya buruk?" tanya Mandy.
"...."
"Semoga dia tidak apa-apa. Disini kacau sekali. Tuan Hadiwinata dipastikan marah besar pada Kak Kai," ucap Mandy lagi.
"...."
"Baiklah aku mengerti," ucap Mandy lantas menutup ponselnya.
"Apa yang terjadi?" tanya Lee Joon.
"Entahlah. Hanya saja yang aku tahu Kak Kai dipaksa menikah dengan Fanny. Padahal Kak Kai mencintai Natasya," ucapnya singkat.
"Lalu siapa yang sakit? Kenapa kamu menanyakan apakah keadaannya buruk?" Lee joon benar-benar tidak paham dengan situasi ini.
"Natasya yang sakit. Aku hanya tahu keadaannya cukup buruk saat ini," jelas Mandy. Nina dan Lee Joon lantas memandang sekeliling. Dimana pesta pernikahan itu berubah menjadi kacau.
*******
Mandy akhirnya pulang naik taksi. Menolak tawaran Nina agar ikut mobil mereka.
"Terima kasih aku akan naik taksi saja. Ini masih siang. Jadi tidak apa-apa " tolak Mandy.
"Kamu masih tinggal di tempat lamamu?" tanya Lee Joon. Nina memcingkan matanya.
"Tidak aku sudah pindah. Jangan membuat istrimu berpikir yang aneh-aneh tentang kita," ucap Mandy sambil tersenyum melihat raut kecemburuan terlihat diwajah Nina.
"Ahhhh, aku hanya mengantarmu waktu kamu dikejar fans gilamu. Itulah mengapa aku jadi tahu tempat tinggalmu," ucap Lee Joon mengingat hal lampau.
"Jadi jangan cemburu ya, Nyonya Lee. Aku jamin aku tidak ada hubungan dengan suamimu," jelas Mandy.
"Aku mengerti," jawab Nina singkat. Lega seketika.
"Kamu mau mampir ke rumah sakit," tanya Lee Joon.
"Tidak. Disana pasti sangat kacau sekarang" jawab Mandy.
"Okay kalau begitu. Itu taksimu datang. Hati-hati di jalan," ucap Lee Joon saat Mandy masuk ke dalam taksinya. Dan dibalas lambaian tangan Mandy.
Lee Joon menghela nafasnya. Lantas menggamit lengan sang istri. Ikut meninggalkan venue pernikahan yang berubah menjadi kekacauan. Bersama tamu undangan yang lain, yang mulai banyak meninggalkan tempat itu.
***
Up tapi cuma sedikit. Sedikit intermezo. Karena part ini akan ada di karya aku yang satu lagi. Part ini dipandang dari sisi Lee Joon dan Nina ya readers, part lengkapnya ada di karya author yang satu lagi.
Jangan lupa buat like, vote, gift and komen,
Happy reading, terima kasih sudah mampir,
Salam sayang dari author, muah 😘😘😘😘
__ADS_1
***