Cinta Dua Dunia

Cinta Dua Dunia
Bab 91


__ADS_3

"Biarkan kami masuk!" teriak tuan Lee kepada para bodyguard yang menjaga di depan gerbang mansion keluarga Lee.


"Maaf tuan, tapi Tuan Muda berpesan selain tuan Lee Joon semua dilarang masuk."


"Kalian tahu siapa aku? Aku Lee Jae Ha putra Lee Hee Kyung. Ayah dari tuan muda kalian. Masih tidak mau membiarkan kami masuk?" ucap tuan Lee.


Dia langsung melesat ke mansion keluarga Lee begitu pesawat pribadinya mendarat di Incheon Airport. Apalagi mendapat pesan dari Jonathan kalau Lee Joon masuk ke mansion sambil membawa Revolver milik Jimmy.


"Cepat buka pintunya. Atau perlu aku panggilkan pengacara Park untuk membuktikan siapa diriku," ancamnya lagi.


Para bodyguard itu saling berkasak-kusuk mendengar nama pengacara Park disebut. Orang kepercayaan mendiang tuan Lee Hee Kyung. Dan akhirnya setelah berdebat cukup lama mereka diizinkan masuk dengan satu ancaman lagi dari tuan Lee.


"Kalau sampai terjadi apa-apa dengan kedua putraku. Kalian yang akan aku hukum!" ancamnya membuat para bodyguard itu seketika menelan salivanya berat.


Alamak ternyata ayah dari tuan muda mereka lebih berbahaya dari tuan muda mereka.


Sementara di dalam mansion,


"Menyingkir dari sana, Baby," ucap Lee Joon lembut tapi tidak mengurangi fokusnya pada Revolver yang tengah dia pegang dan Lee Jae Kyung di seberang sana.


"Tidak mau. Jika kalian ingin menembak. Tembak saja aku!" ucap Nina tegas. Sambil memandang para pria di sisi kanan dan kirinya. Dia mulai merasakan nyeri lagi di bagian bawah perutnya.


"Baby, aku bilang menyingkir! Berbahaya!" bujuk Lee Joon lagi.


Sedang Lee Jae Kyung hanya diam. Memperhatikan interaksi dua orang suami istri itu. Jantungnya berdebar hebat kala mata coklatnya bersirobok dengan mata hitam milik Nina. Dia juga sama sekali tidak menurunkan Revolver yang dia pegang.


"Bisa kalian hentikan tingkah kekanak-kanakan kalian ini. Hei kau bisa turunkan pistolmu?" tanya Nina tegas pada Lee Jae Kyung.


"Kalau aku tidak mau?" jawab Jae Kyung santai.


"Turunkan senjata kalian, brengsek!!!!" Nina mengumpat keras. Melihat dua pria dewasa bertingkah seperti anak kecil membuatnya marah. Ditambah lagi perutnya yang semakin bergejolak tidak nyaman.


"Baby, kamu mengumpatku?" teriak Joon namun tidak digubris Nina.


"Suruh dia menurunkan senjatanya lebih dulu. Baru aku akan menurunkan milikku," tantang Jae Kyung sambil menyeringai. Dia ingin tahu sejauh mana kakak kembarnya itu menuruti kemauan sang istri.


"Kamu dengar Hubby, turunkan senjatamu," perintah Nina.


Namun melihat seringai mengejek dari Jae Kyung diujung sana. Membuat Lee Joon tentu saja enggan menurunkan senjatanya kebih dulu.


"Tidak akan!" ucap Lee Joon.


"Kalau seperti ini apa kau akan menurunkan senjatamu?" ucap Jae Kyung tiba-tiba menarik tubuh Nina. Membawanya dalam dekapannya. Satu tangan Jae Kyung berada di perut Nina. Dan satu tangan mengarahkan Revolver ke leher jenjang Nina.


Sontak Joon terkejut. Panik jelas terlihat.


"Lepaskan dia!" ucapnya berapi-api.

__ADS_1


"Aku tidak mau. Turunkan dulu senjatamu," ujar Jae Kyung.


"Lepaskan aku brengsek!" bisik Nina tanpa bisa bergerak. Karena moncong Revolver itu tepat berada di lehernya. Posisi keduanya sangat intim. Nina bisa merasakan dada bidang Jae Kyung menempel ketat di punggungnya. Begitu juga sebaliknya. Dada Jae Kyung berdebar tidak karuan. Ditambah wangi rambut dan aroma lembut tubuh Nina yang langsung menyeruak memenuhi hidung mancungnya yang menempel di belakang kepala Nina.


"Kemarin kamu bersikap begitu manis padaku. Sekarang kamu menyebutku brengsek. Oh come on, yang benar saja, Yeppuen ( Korea, cantik)," ucap Jae Kyung sambil terus menahan gejolak di dadanya. Sejenak dia memejamkan mata. Menikmati aroma tubuh Nina.


Lee Joon berjalan mendekat. Membuat Jae Kyung menarik Nina mundur.


"Lepaskan dia! Atau aku akan menembakmu!" ancam Lee Joon.


"Silakan jika kamu berani!" tantang Jae Kyung.


"Baik jika itu yang kamu mau. Aku tidak akan segan lagi!" ucap joon sambil memantapkan posisi Revolver-nya. Bersiap menarik pelatuknya. Ketika suara yang terdengar sangat mendominasi terdengar di seluruh ruangan.


"Apa yang kalian lakukan?!" teriak suara itu, yang tak lain adalah tuan Lee. Setengah berlari ke arah dua putranya yang masing-masing memegang Revolver di tangannya.


"Appa, Eomma," bisik Jae Kyung di belakang telinga Nina.


"Appa, Eomma? Jangan bilang pria yang tengah menyanderanya ini adalah saudara suaminya," batin Nina.


Sesaat ekor mata Nina menangkap jika kedua mata Jae Kyung berkaca-kaca saat melihat ke arah tuan Lee and Sofia.


"Jae Kyung lepaskan kakak iparmu. Lee Joon turunkan senjatamu!" perintah tuan Lee.


Namun keduanya masih bergeming. Masih saling mengunci tatapan satu sama lain. Hingga tiba-tiba Nina menginjak kaki Jae Kyung yang kebetulan hanya memakai sandal rumah. Membuat pria itu meringis. Detik berikutnya Nina menekuk lututnya sedikit dan "duuggghh" suara tubuh Jae Kyung yang dibanting Nina menggunakan teknik bantingan taekwondo yang dia kuasai. Membuat yang ada di ruangan itu melongo.


Meski detik berikutnya Nina memundurkan langkahnya. Sadar dia hanya mengenakan dres selutut. Akan berbahaya jika Jae Kyung bisa melihat tubuh bagian bawahnya.


"Apa yang sudah kalian lakukan ha? Bertingkah seperti anak kecil. Membuat panik saja!" marah tuan Lee. Lee Joon masih terdiam di tempatnya begitu juga Jae Kyung. Yang tetap diam memandang langit-langit rumahnya. Tanpa mengubah posisi tubuhnya hasil bantingan dari Nina.


"Dia yang mulai dulu, Pa," bela Joon.


"Kalian yang mulai dulu! Siapa suruh meninggalkanku di sini sendirian," sangkal Jae Kyung, membuat semua orang terdiam. Kini sadar dengan apa yang pria itu rasakan. Tuan Lee menghela nafasnya.


"Semua salah Papa. Semua salah Appa. Tidak seharusnya Appa menyetujui keinginan kakek kalian.Untuk membagi kalian hanya karena kakek kalian dulu tidak menyetujui pernikahan Appa dan Eomma. Maafkan Papa," ucap tuan Lee sendu.


"Jadi benar kalian saudara kembar? Wah ini luar biasa," kagum Jonathan. Melihat Lee Joon dan Jae Kyung bergantian.


Jae Kyung masih terbaring di lantai meresapi ucapan Appanya. Ketika ringisan lirih ia dengar. Sontak dia membalikkan badannya. Terkejut ketika Nina sudah hampir ambruk sambil memegangi perutnya dan wajah sudah seputih kapas. Dengan cepat dia bangun dan berlari menuju ke arah Nina. Yang tubuhnya sudah hampir menyentuh lantai marmer rumahnya. Beruntung ia berhasil menangkapnya.


"Hei, hei bangunlah. Apa yang terjadi?" kata Jae Kyung panik mendapati tubuh Nina yang sudah lemas dalam pelukannya.


"Minggir kau!" teriak Joon. Sambil mengambil paksa tubuh Nina dari pelukan Jae Kyung.


"Baby, baby bangun!" ucap Lee Joon sambil menepuk-nepuk lembut pipi Nina.


Semua orang pun mulai mengelilingi tubuh Nina. Panik jelas terlihat di wajah mereka.

__ADS_1


"Ahn, panggilkan dokter Kang. Cepat!" teriak Jae Kyung pada salah satu bodyguardnya. Yang langsung melakukan perintah tuan mudanya.


"Bawa dia ke lantai atas," ucap Jae Kyung.


"Aku tidak sudi membiarkan istriku tidur di kamarku," jawab Lee Joon.


"Kau pikir aku terlalu miskin apa, hanya memiliki satu kamar di rumahku," ujar Jae Kyung terus melawan sang kakak.


"Sudah kalian jangan bertengkar!" ucap Sofia.


"Tunjukkan kamarnya sekarang," perintah tuan Lee.


"Dokter Kang akan tiba dalam sepuluh menit, tuan," lapor bodyguard yang dipanggil Ahn oleh Jae Kyung.


"Tunggu di depan. Setelah datang antarkan ke kamar tamu" perintah Jae Kyung yang langsung diangguki oleh Ahn.


Dan akhirnya semua orang mengikuti langkah Jae Kyung menaiki tangga menuju ke lantai dua.


"Setelah ini aku ingin mendengar penjelasan dari Appa dan Eomma," ucap Jae Kyung sendu.


**


Up lagi tapi cuma dikit. Anakku lagi manja pengen digendong mulu 😅😅


Btw sebagai gantinya tak kasih visual Jae Kyung dan Lee Joon. Kan mereka cuma beda di warna rambut aja.



Kredit instagram lee_dongmin_cew


Visualnya Lee Jae Kyung



Kredit kapanlagi.com


Visualnya Lee Joon


Anyway jangan lupa like, vote, gift and comment-nya biar author tetep semangat nulis. Biarpun sambil gendong si bocil.


Mencoba mengabaikan kontrak yang nggak turun-turun dari bulan lalu. Kalau turun kan lumayan bisa buat beli kuota nggak ngambilin jatah uang belanja mulu. he he curhat ni ceritanya,


Apapun itu thank's udah mampir dan mau baca karya author. Support kalian sangat penting bagi author,


So happy reading and salam sayang dari author, muah 😘😘😘😘


******

__ADS_1


__ADS_2