
Joon sejenak terpaku mendengar ucapan Nina, yang tampak tersenyum ke arah dirinya.
"Pria yang sangat dia cintai katanya."
Sudut bibir Joon-pun tertarik membentuk sebuah senyuman tipis di wajahnya. Mendengar pengakuan yang sudah lama ia nantikan.
Perlahan sebuah lagu milik Rio Febrian yang berjudul Maaf mulai dimainkan. Diiringi suara Nina yang mulai mengalun lembut di telinga semua orang. Terlebih Lee Joon, pria itu semakin melebarkan senyumnya. Meski masih nampak seperti seulas senyum saja.
Kasih sudah kuakui
semua salahku padamu
beri aku kesempatan
untuk buktikan cinta setia padamu lagi
Maaf, maafkan diriku
yang telah membuat hatimu terluka
hanya kau cintaku
ku tak pikir tuk pergi darimu
walau hanya sekejap saja
Jangan pernah kau berpikir
untuk tinggalkan diriku
beri aku kesempatan
untuk buktikan cinta setia padamu lagi
Maaf, maafkan diriku
yang telah membuat hatimu terluka
hanya kau cintaku
ku tak pernah pikir tuk pergi darimu
walau hanya sekejap saja
Kan kupeluk dirimu
takkan kulepas lagi
untuk buktikan cintaku
kan kuhapus lukamu
akhiri semua ini
hanya untukmu oh
Oh maaf, maafkan diriku
yang telah membuat hatimu terluka
hanya kau cintaku
ku tak pernah pikir tuk pergi darimu
walau hanya sekejap
Oh janjiku, janjiku padamu
tuk mencintaimu sekali dalam hidupku
__ADS_1
Oh kasihku dengarlah
hanya engkau yang bisa temani hidup ini
sampai akhir usia kita
Nina memang memiliki suara yang boleh dikatakan enak untuk didengar. Senyum Joon mengembang sempurna di wajahnya.Terlebih mendengar bait terakhir lagu itu. Sebuah janji yang benar-benar membuat Joon ingin melompat saking senangnya.
Suara tepukan tangan terdengar di seluruh ruangan kafe itu. Joon tersadar dari lamunannya sendiri. Apalagi ketika Nina tiba-tiba sudah berada di depannya. Perlahan Joon merengkuh gadis itu ke dalam pelukannya. Jutaan kebahagiaan jelas Joon rasakan.
"Kamu suka?" tanya Nina malu.
"Apa kamu sedang melamarku?" tanya Joon balik.
Sejenak Nina terdiam, lantas ia berjinjit. Dan berbisik di telinga Joon.
"Nawa gyuhrhonhaejullae?"
Ucap Nina lirih, menirukan bait terakhir dari lagu Super Junior yang berjudul Marry U. Yang artinya sama dengan "will you marry me?"
Langsung saja Lee Joon menjawab "I Do". Dan serentak lampu menyala diiringi suara tepukan tangan yang kembali memenuhi ruangan itu.
Suara tepukan tangan yang ternyata berasal dari teman-teman mereka sendiri. Dina dan Doni. Maya dan Mike. Max dan Karin. Bahkan asisten Jo dan Nindy pun ada.
Sejenak Nina begitu malu. Hingga tanpa sadar dia terus menyembunyikan wajahnya dalam dada bidang Joon. Yang tak henti-hentinya menciumi puncak kepala Nina.
"Ye, otw nyetak gol," seloroh Max. Pria itu langsung mendapat keplakan dari Karin.
"Untung diterima. Coba kalau ditolak," oceh Nindy.
"Hemm, dia kalau Nina yang minta, dunia juga di kasih," sahut asisten Jo yang tidak biasanya ikut ngobrol santai.
"Emang Om nggak kayak gitu. Kalau Nindy minta-minta gitu?" omel Nindy.
"Oh, tentu saja akan aku kabulin. Anything for you, sayang," jawab asisten Jo, yang akhir-akhir ini mulai ketularan mulut lemes-nya Max.
"Dia mulai ketularan cerewetnya Nindy," bisik Karin pada Maya. Yang tentu saja di dengar Mike dan yang lainnya.
"Apa orang habis nikah bisa berubah ya?" tanya Maya.
"Bisa saja. Lihat tuh asisten Jo. Bisa bucin akut begitu sama Nindy," seloroh Max.
Sedang Dina hanya bisa berkaca-kaca melihat Nina begitu bahagia dalam pelukan Joon. Sebuah usapan di lengannya membuat dia menoleh ke arah Doni. Sesaat kemudian seulas senyum terbit di bibir Dina.
Tiba-tiba saja sebuah kecupan kilat dia dapat dari Doni. Dina langsung mencubit perut sixpack Doni hingga ringisan keluar dari bibir Doni. Bisa dibayangkan kebahagiaan yang semua orang rasakan hari itu.
******
"Jadi kapan kalian nikah?" tanya Dita. Mereka tengah menikmati makan siang mereka di ruang VIP kantin kantor LJ GROUP.
"Bulan depan. Gantian sama Karin harinya," jawab Nina. Dia sudah beraktivitas seperti biasanya. Traumanya sudah benar-benar hilang.
"Kenapa nggak barengan aja sih?" tanya Nindy. Yang kini ikutan nimbrung dengan mereka. Gegara sang suami harus mengikuti tuan Lee untuk makan siang dengan salah satu kliennya.
"Konsep kami beda. Lagian keluarga yang di Jogja maunya dipisah. Kan trah keluarga kami beda," jelas Karin.
"Apa itu trah?" tanya Dita kepo.
"Keluarga besar," jelas Nina. Nindy dan Dita hanya ber-oo ria.
"Jadi kalian nikahnya di Jogja?" Dita memastikan.
"Iya. Akadnya di sana. Terus resepsinya di sini," jawab Karin.
"Sebenarnya akad kita cuma beda sehari. Kalau barengan nggak bisa. Soalnya Max dan Joon walinya sama. Tuan Lee," sambung Nina.
"Oh iya ya. Max kan memang yatim piatu sejak kecil. Beda dengan om Jo yang baru yatim piatu setelah dia 15 tahun," sambung Nindy.
"Padahal dulu kita cita-citanya mau jadi bridemaids masing-masing. Eh malah nggak bisa. Boro-boro jadi bridemaids orang hadir di akad aja nggak boleh," curhat Karin.
__ADS_1
"La?" tanya Dita.
"Kami semua masuk pingitan H-3 sebelum akad nikah. Itu aturan pernikahan adat Jogja. Jadi nggak bisa dibantah," jelas Nina.
"Terus yang akad duluan siapa?" tanya Nindy.
"Bos Besar dulu lah," keluh Karin. Keluhan Karin langsung di sambut gelak tawa Nindy.
"Ha, ha, ceritanya ada yang ngambek nih. Nggak bisa belah duren duluan," ucap Nindy sambil terpingkal-pingkal. Yang lain langsung melongo.
"Hei anak kecil. Sejak kapan kamu ngerti istilah belah duren segala," tanya Dita heran.
"Mbak Dita, kecil-kecil begini. Aku lebih senior dari mereka dalam hal begituan. Aku sudah nikah hampir dua bulan Neng ingat nggak?" jawab Nindy sambil menunjukkan cincin pernikahan di jari manis kirinya.
"Iya juga ya," ucap Dita.
"So, bersiaplah buat menjerit waktu malam pertama kalian," ujar Nindy dengan wajah berubah serius.
"Emang beneran sakit banget ya?" tanya Karin yang langsung diangguki Dita dan Nindy bersamaan. Seketika nyali Karin dan Nina menciut.
"Tapi cuma diawal kok. Abis itu beeeuuhhh bikin nagih," bisik Nindy. Wanita itu langsung mendapat pelototan dari Nina dan Karin.
"Hei anak kecil. Kok otak kamu jadi gesrek begini sih sejak kamu nikah?" tanya Karin heran dengan tingkah Nindy.
"Nanti juga kalian akan jadi gesrek setelah nikah. Betul nggak mbak Dita?" tanya Nindy pada Dita. Wanita itu langsung mengangguk.
"Emang benar ya Mbak, malam pertama itu sakit sekali?" tanya Nina. Perasaan dia kemarin waktu diforeplay sama Joon rasanya menyenangkan. Tidak sakit sama sekali.
"Iya memang sakit. Mbak aja dulu sampe nangis. Betul nggak Nin?" Nindy langsung mengangguk. Karin dan Nina saling pandang, lantas bergidik ngeri.
"Jangan khawatir. Seperti kata Nindy. Cuma sebentar kok sakitnya," jelas Dita.
"Aku mungkin terasa sakit banget. Soalnya posturku dan om Jo kan beda jauh. Jadi kayak dia tu berat banget gitu waktu nindih aku," jelas Nindy langsung tanpa filter. Nina dan Karin kembali saling pandang.
Dan terbayanglah part tindih menindih versi mereka masing-masing. Keduanya kembali bergidik ngeri. Dita dan Nindy seketika tertawa terpingkal-pingkal melihat ekpresi Nina dan Karin.
"Astaga Mbak lihat deh muka mereka. Baru diceritain soal MP aja udah gitu banget mukanya. Gimana kalau mereka diajak main semalaman nonstop," kelakar Nindy. Nina dan Karin langsung melotot.
"Ha? Semalaman? Begituan?" tanya Nina dan Karin bersamaan.
"Iyalah. Lihat calon suami kalian masing-masing. Aku rasa mereka betah deh semalaman begituan. Betul nggak Nin?" tanya Dita memprovokasi.
"Iya. Orang om Jo yang nggak terlalu suka ngegym aja kuat 2 sampai 3 jam. Apalagi mereka yang hobi ngegym tiap hari. Pasti stamina mereka beeuuuuhh," sahut Nindy.
"2 sampai 3 jam? Semalaman begituan? Ah tidaakkkkk," batin Nina membayangkan part 21 plus antara dirinya dan Lee Joon.
Pun tak jauh beda dengan Karin, yang langsung geleng-geleng kepala membayangkan hal yang sama antara dirinya dan Max.
"Gila ini beneran bikin gila!" batin Karin pada akhirnya.
Sementara Dita dan Nindy kembali terbahak-bahak melihat ekspresi Nina dan Karin.
****
Up pagi-pagi sambil nyimak obrolan absurd mereka ya readers,
Sekalian mau ngasih bonus visualnya Mbak Nina yang bisa bikin tuan muda Lee kelimpungan kalau ditinggal pergi,
Gimana? Cantik nggak? Cantik nggak? Menurut author sih cantik nggak tahu deh menurut kalian. Kembali ke selera masing-masing seperti kata author kemarin.
Maklum author adalah penikmat drakor, dracin, dan lakorn ( drama thailand), walaupun udah lama nggak update drama apa yang lagi on going. Jadi visual author mungkin nggak akan jauh-jauh dari artis tiga negara itu.
Anyway, apapun itu tetep dukung author ya dengan cara seperti biasa. Like, vote, gift and comment.
Happy reading dan terima kasih atas dukungannya ya. Salam sayang dari author, muah 😘😘😘😘
***
__ADS_1