
...----------------...
Aku terdiam sejenak dan berfikir,itu berarti Banyu memang sudah dekat dengan ku dari aku masih kecil dan pertemuan pertama waktu itu sesungguh nya bukan yang pertama.
"Nduk nenek ingin menanyakan sesuatu kepada kamu." Ucap nenek sambil menatap wajah ku
"ingin menanyakan soal apa nek." Ujar ku kepada nenek
"Tadi kamu kesini naik apa nduk?nenek tidak melihat ada suara kendaraan yang berhenti di perkarangan rumah nenek sewaktu kamu datang tadi." Ucap nenek sambil bertanya
"Hmm itu nek hmm...Lisa tdi berhenti di ujung jalan sana nek dan melanjutkan dengan berjalan kaki kesini." Ucap ku berbohong kepada nenek
"Oooo begitu ya nduk ya sudah kalau begitu kamu mandi dulu sana supaya rasa lelah kamu hilang."Ucap nenek sambil tersenyum kepada ku
Aku hanya menjawab dengan anggukan dan tersenyum,aku pun langsung bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri ku.
Setelah sampai di kamar mandi aku melihat diriku dari pantulan air di bak mandi dan mata ku tertuju pada tanda di leher ku.
"Apakah nenek tidak bisa melihat tanda ini di leherku?atau sebenarnya nenek sudah mengetahuinya tapi malah pura pura tidak melihat nya?" Ucap ku pada diri sendiri
Tak ingin berpikiran yang aneh tentang nenek ku,aku pun langsung bergegas untuk menyelesaikan mandi ku.
Setelah selesai mandi aku langsung masuk kemar ku dan tentu saja melakukan rutinitas ku yaitu perawatan wajah agar tetap cantik hahaha.
"Banyuu datang lah kesini aku merindukan mu." Ucapku seraya memanggil Banyu
" Ciiiieee tuan putri rindu pangeran nya rupanya nya hahaha." Ucap Banyu sambil cekikikan
" Yeee biarin lagi pun kn kita sudah menikah siapa yang ingin marah,kecuali kamu punya selingkuhan baru." Ujar ku kepada Banyu
__ADS_1
"Nah itu kamu tau kalau kita sudah menikah berarti sekarang boleh kan?" Ucap Banyu sambil memandang ku dengan tersenyum dan menggerakkan alisnya
"Boleh apa maksudmu?" Tanya ku kepada nya
" Apakah kamu ingat tentang 125 anak?" Ucap nya sambil menatap ku sambil tersenyum
Aku sontak membulatkan mata ku dan seketika itu juga wajahku memanas dan memerah menahan rasa malu.
" Hei lihat lah wajah mu memerah seperti kepiting rebus hahahha." Ucap Banyu sambil tertawa mengejek
" Tidak ini adalah efek samping dari cream wajah yang aku pakai sekarang ini." Ucapku berbohong kepada Banyu
Banyu tak menanggapi perkataan ku dan malah justru berjalan mendekat ke arah ku,aku sontak jadi salah tingkah dan sedikit gelagapan
Kini kami saling berhadapan dan Banyu menatap ku dengan penuh makna yang tersembunyi di balik mata nya yang indah. dan dengan sigap tangannya menarik pinggangku dan kini sudah tak ada jarak yang tersisa si antara kami
"Ba..Banyu kamu ma..mau ngapain?" Ucap ku sedikit terbata bata
" Apa yang kamu lakukan Banyu." Ucap ku dengan nafas yang tak beraturan
" Maaf kan aku Lisa aku sangat ingin melakukan nya dengan ku sampai sampai aku tak bisa mengendalikan nya kepada mu."Ucap nya sembari meminta maaf
" Ya sudah jangan ulangi kesalahan ini lagi Banyu karna aku tidak ingin hamil duluan." Ucap ku kepada Banyu
Namun sesuatu yang tak di duga terjadi tanpa aku sadari ternyata nenek mendengar perkataan ku tadi di balik pintu kamar ku.
" Lisa kamu sedang ngobrol dengan siapa bolehkah nenek masuk kedalam?" Ucap nenek sembari minta izin untuk masuk kekamar ku
Aku sontak menjadi panik dan saling pandang dengan Banyu
__ADS_1
" Bagaimana ini Banyu aku takut nenek akan amarah kepadaku jika dia tau ada kamu disini." Ucap ku sedikit berbisik kepada Banyu
" Tidak akan Lisa nenek mu tidak akan marah jika dia mengetahui ini buka lah pintunya lalu jelaskan kepadanya tentang kita nenek mu tidak akan marah kepada kita." Ucap Banyu seakan meyakinkan aku tidak akan terjadi apa apa
Aku pun menuruti perkataan Banyu dan membukakan pintu untuk nenek,setelah pintu terbuka nenek memperlihatkan ekspresi wajah terkejut,aku rasa karena nenek melihat sosok Banyu dengan jarak yang cukup dekat dan jelas. Seketika nenek berlutut di hadapan Banyu.
"Ampun beribu ampun pangeran,apa yang membuat pangeran Banyu datang ke kediaman saya." Ucap nenek dengan posisi yang tetap sama yaitu berlutut dengan tangan yang di rapatkan
" Tidak perlu berlutut begitu berdirilah dan anggap lah aku sebagai cucu mu."Ucap Banyu sambil memegang bahu nenek dan menyuruhnya untuk berdiri
"Maaf Pangeran saya tidak mengerti apa yang pangeran kata kan." Ucap nenek sembari menundukan kepalanya untuk memberi hormat
" Nek aku sudah menikahi cucu mu Lisa,walaupun tidak secara nyata tetapi dia adalah istri ku." Ucap Banyu kepada nenek
Nenek hanya terdiam dan menggangguk sebagai tanda mengerti dan tidak terkejut sama sekali aku jadi merasa heran dengan nenek apakah nenek mengetahui sesuatu tentang kami.
"Mengapa nenek biasa saja mendengar Banyu mengatakan itu?apakah nenek mengetahui sesuatu?" Tanya ku kepada nenek
"Nenek sebenarnya sudah mengetahuinya Lisa nenek melihat Pangeran Banyu waktu kamu datang kesini tadi dan nenek juga melihat tanda di leher mu,awal nya nenek tidak ingin seuzon kepada mu tetapi sekarang nenek mengetahui kebenarannya dan itu tidak meleset dari pemikiran nenek."Jawab nenek kepada ku sembari menjelaskan
Aku seketika memeluk nenek dan meneteskan air mata ku sembari meminta maaf kepada nenek atas semua yang sudah aku lakukan.
"Maaf kan Lisa nek Lisa tidak tau jika akan seperti ini jadi nya,awal nya Lisa hanya menganggap Banyu sebagai teman Lisa tetapi seiring berjalan nya waktu Lisa jatuh hati dengan Banyu, sekali lagi maafkan Lisa nek ." Ucap ku sambil memeluk nenek dan menangis
" Sudah nduk tidak apa apa ini sudah takdir dari yang maha kuasa untuk kamu nduk,selagi pangeran Banyu bisa menjaga kamu nenek tidak masalah nduk tetapi nenek takut jika orang tua mu tidak setuju." Ucap nenek sambil melerai pelukan dan menghapus air mata yang jatuh di pipi ku
" Tenang saja aku bisa menggunakan kekuatan ku dan membuat seakan akan aku adalah manusia biasa seperti kalian,aku juga akan mengikut sertakan ibu ku dalam urusan ini yang terpenting aku dan Lisa bisa menikah dan bersama selama nya dengan begitu tidak akan ada yang berani menyakiti Lisa." Ucap Banyu kepada aku dan nenek
nenek hanya menganggukkan kepala nya sambil terus merangkul ku dan mengelus elus bahu ku dengan senyuman seakan akan mengatakan semua nya akan baik baik saja.
__ADS_1
bersambung...