
Nina ditidurkan di sebuah kamar mewah bernuansa ungu lembut dan putih.
Kredit Pinterest.com
Setelah dokter Kang memeriksanya, pria itu menjelaskan kalau Nina mengalami kram perut. Hal biasa yang terjadi pada wanita yang sedang atau akan mengalami menstruasi. Namun pada Nina keadaannya cukup parah. Mungkin dipicu stress yang cukup dan tekanan psikis lainnya.
Ucapan dokter Kang hampir saja membuat Lee JΓ²on memberikan bogem mentah kepada adiknya jika saja hal itu tidak dicegah oleh tuan Lee.
"Ini semua gara-gara dia, Pa!" ucap Lee Joon marah. Sementara yang dimarahi hanya menatap Nina yang kembali tertidur setelah dokter memberikan obat tidur dosis rendah. Dan memasang infus karena tubuh Nina sangat lemah.
Lagi-lagi satu pukulan hampir saja mendarat di wajah Jae Kyung. Jika saja Jonathan tidak sigap menahan tangan Joon. Setelah drama di kamar Nina. Disinilah mereka berada. Sebuah ruang keluarga mewah.
Kredit Pinterest.com
Mereka semua berada di sana. Minus Nina dan Risma. Risma dijemput setelah kejadian ini. Dan tengah menemani sang kakak di kamarnya.
Para maid sudah selesai menghidangkan teh dan camilannya yang khas Korea. Tanpa disuruh oleh tuan rumah. Mereka mulai menyesap teh di cangkir masing-masing. Membuat Jae Kyung geleng-geleng kepala.
"Benar-benar tidak punya sopan santun," batin Jae Kyung.
Dia terus memandang kakak kembarnya. Yang duduk tepat dihadapannya. Tengah menyeruput tehnya. Jae Kyung benar-benar bisa melihat dirinya di diri sang kakak.
Ayah dan ibunya duduk di sofa single yang saling berdampingan. Diujung.
"Jadi benar jika dia adalah adikku," tanya Joon sambil menunjuk Jae Kyung dengan dagunya.
"Iya kalian berdua anak Papa dan Mama" jawab Sofia.
"Ada buktinya?" tanya Lee Joon.
"Astaga, Lee Joon," kesal Sofia.
"Ma, aku perlu bukti nyata agar dia dapat pengakuan dariku," kilah Lee Joon.
"Cih pengakuan? Aku tidak butuh pengakuan darimu!" sarkas Jae Kyung.
"Jangan mulai lagi," cegah tuan Lee.
Dia tahu, dua putranya ini jika dibiarkan akan saling baku hantam lagi.
"Jim, bawakan dokumennya kemari," perintah tuan Lee.
Jimmy datang membawa sebuah berkas yang langsung diberikan kepada Lee Joon. Pri itu langsung melebarkan matanya.
"Jadi dia benar adik kembarku," batin Joon tidak percaya.
"Apa sekarang kau akan mengakui aku sebagai adikmu, brother?" tanya Jae Kyung menyeringai.
Lee Joon menatap tidak percaya pada pria yang ada di hadapannya. Dia selalu merasa menjadi anak tunggal selama 27 tahun ini. Tapi tiba-tiba dia ternyata memiliki seorang adik. Kembar lagi dengannya.
"Oh God," ucap Lee Joon sambil memijat pelipisnya pusing.
__ADS_1
Semua bukti memang menunjukkan bahwa Lee Jae Kyung memang adik kembarnya. Bahkan sang mama pun sudah mengakuinya. Hanya saja dia belum bisa menerimanya. Ini terlalu tiba-tiba untuknya.
"Apa kita perlu tes DNA agar kamu yakin kalau aku adalah adik kembarmu," tanya Jae Kyung santai.
"Entahlah. Ini terlalu tiba-tiba untukku. Aku hanya sedikit shock mengetahuinya," ucap Joon masih dengan ekspresi tidak percayanya.
"Jadi Appa, aku pikir Appa harus menjelaskan kepadaku apa yang terjadi. Kalian tahu aku cukup marah dengan sikap kalian yang meninggalkanku di sini hanya bersama kakek," Jae Kyung mengungkapkan kemarahannya.
"Appa minta maaf Jae Kyung. Seperti yang Appa katakan. Seharusnya Appa tidak menuruti permintaan kakekmu untuk meminta salah satu dari putra kembar kami. Sebagai syarat agar kakekmu menerima pernikahan Appa dan Eomma," jelas tuan Lee dengan mata berkaca-kaca.
Dia teringat, hari di mana ayahnya, Lee Hee Kyung mengambil paksa salah satu dari putra kembarnya yang baru beberapa hari dilahirkan. Jika tuan Lee menolak. Maka kakek Lee akan memaksa mereka agar berpisah.
Tuan Lee bahkan memohon dan bersujud di kaki ayahnya agar tidak memisahkan kedua putra kembarnya. Tapi kakek Lee tidak peduli. Dia menentang keras pernikahan tuan Lee dengan Sofia karena mereka tidak selevel. Dan juga Sofia bukan orang Korea. Kakek Lee ingin tuan Lee menikah dengan sesama orang Korea.
"Apa kalian pikir hanya kalian saja yang menderita? Berpisah dengan anak adalah hal yang paling menyakitkan bagi semua orangntua. Terlebih seorang ibu," ucap Sofia.
"Kamu Lee Joon kamu akan tahu rasanya jika kamu memiliki anak," ucap Sofia lagi.
"Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Apapun akan aku lakukan untuk mencegah hal itu," jawab Lee Joon.
"Kamu pikir Papa tidak berusaha merebut adikmu? Semua cara papa lakukan waktu itu. Bahkan papa pernah menculik adikmu. Dan berakhir di penjara. Namun papa dibebaskan karena papa bisa membuktikan kalau adikmu adalah anak papa," cerita tuan Lee.
"Hingga akhirnya kakekmu melakukan hal terakhir yang membuat papa benar-benar tidak bisa menyentuhmu, bahkan melihatmu pun papa tidak bisa. Kakekmu memasukkan papa ke daftar hitam agar papa tidak bisa lagi memasuki Korea. Dengan kata lain papa dilarang masuk Korea dari jalur manapun. Dengan kekuasaan kakekmu waktu itu. Sangat mudah baginya untuk melakukannya," ucap tuan Lee dengan air mata yang terlihat menggenang di pelupuk matanya.
"Papa telah gagal sebagai seorang ayah. Tidak bisa melindungi putra sendiri. Maafkan Appa Jae Kyung. Maafkan Appa," ucap tuan Lee.
Penyesalan serta rasa bersalah jelas terlihat di wajahnya.
Jae Kyung menatap nanar pada Appanya. Dia tidak percaya jika ceritanya justru berbanding terbalik dengan apa yang kakeknya ceritakan. Kakeknya mengatakan kalau papanya meninggalkannya, karena lebih memilih mamanya.
"Kamu bisa bertanya pada pengacara Park. Dia tahu cerita yang sebenarnya. Dia juga yang mengeluarkan Appa dari daftar hitam. Sehingga Appa bisa masuk lagi ke Korea," jawab tuan Lee.
"Sekarang semua itu tidaklah penting. Yang penting semua sudah bisa berkumpul lagi. Lee Joon bagaimanapun dia adalah adikmu. Jadi berusahalah untuk menerimanya," pinta tuan Lee.
"Entahlah Pa. Aku masih marah karena dia menculik istriku," kesal Lee Joon.
"Siapa suruh punya istri begitu cantik dan menggoda," goda Jae Kyung.
"Papa lihat kan? Betapa durjananya dia. Aku bahkan belum mengakuinya sebagai adikku. Tapi dia sudah menunjukkan tanduk iblisnya," ucap Joon sambil menunjukkan ekspresi pura-pura marahnya.
"Oh astaga, Appa dengar sendiri bahkan kakakku sendiri menyebutku iblis," balas Jae Kyung.
"Makanya jangan sekali-sekali mengatakan hal yang menjijikkan soal istriku" ucap Joon lagi.
"Sudah kubilang yang aku katakan benar adanya. Apa kakak tidak mau mengakui kalau istrimu itu sangat cantik dan menggoda," goda Jae Kyung.
"Jayden Lee! Apa kamu kekurangan partner ONS hingga kamu melirik kakak iparmu sendiri," Lee Joon memanggil Jae Kyung dengan nama baratnya.
"Sebelumnya tidak, hingga aku melihat istrimu," balas Jae Kyung. Kali ini Lee Joon langsung melompati meja dan meraih kerah Jae Kyung.
"Jangan katakan hal seperti itu lagi. Atau aku akan benar-benar akan menghajarmu. Tidak peduli kau adikku atau bukan," ancam Lee Joon.
"Wah ternyata rumor yang mengatakan kalau kakakku sangat temperamental itu benar adanya. Tapi terima kasih sudah mengakuiku sebagai adikmu," sahut Jae Kyung.
Lee Joon tertegun. Baru menyadari kesalahan bicaranya. Sedang sang adik menyeringai penuh kemenangan.
__ADS_1
"Lee Joon lepaskan adikmu," perintah tuan Lee.
Lee Joon sejenak terdiam. Memandang Jae Kyung seolah melihat dirinya sendiri melalui cermin. Hanya satu yang membedakan mereka. Jae Kyung mewarnai rambutnya dengan warna abu-abu mendekati silver.
Lantas sedetik kemudian melepaskan kerah adiknya. Sejurus kemudian berlalu keluar dari ruang keluarga mewah itu.
"Hei kau mau ke mana?" teriak Jonathan yang sejak tadi hanya diam melihat drama keluarga Lee.
"Menyusul istriku tidur," sahut Lee Joon.
"Hei kau tidak boleh melakukannya dirumahku," kali ini Jae Kyung yang berteriak.
"Ini juga rumahku keles," jawab Lee Joon lebay.
Jawaban Lee Joon membuat yang lain mengulum senyumnya. Badai ini sudah berakhir. 27 tahun menunggu dan akhirnya berakhir sudah.
Lee Joon baru akan membuka pintu. Ketika pintu terbuka dari dalam.
"Ada apa?" tanya Lee Joon.
"Di mana yang lain, Kak. Aku lapar," jawab Risma malu-malu.
"Ada di ruang keluarga. Minta saja pada maid adikku kalau kamu lapar," ujar Joon.
"Jadi dia benar adik, Kakak?" tanya Risma.
"Yah, mau gimana lagi. Semua membuktikan kalau dia memang adik kembarku," jawab Joon malas.
"Wah bisa jadi berita heboh. Satu Lee Joon saja sudah heboh. Apalagi dua. Jakarta bisa kacau kalau tahu," seloroh Risma.
"Aishh, kamu tu ngomong apa to. Sudah sana makan kalau lapar. Aku mau menyusul kakakmu tidur. Ngantuk aku," ucap Lee Joon sambil masuk ke kamar. Lantas mengunci pintu.
Berjalan menuju ke ranjang, melepas jaketnya. Melepas kaosnya. Dan ikut naik ke ranjang. Merebahkan diri di samping tubuh sang istri.
Merasa ada pergerakan. Nina membuka matanya. Lantas menutupnya lagi. Mengetahui sang suami yang ikut menyusulnya tidur. Nina langsung merapatkan tubuhnya.
Mencari kehangatan yang biasa ia dapatkan kala tidur. Memeluk erat tubuh suaminya. Yang balik memeluknya. Menyorokkan kepalanya ke ceruk leher Lee Joon. Meresapi aroma khas sang suami. Ah nyamannya, pikir Nina.
Joonpun hanya tersenyum menanggapi tingkah istrinya itu. Berusaha membenarkan letak tangan sang istri. Karena masih ada jarum infus di tangan kiri Nina.
"Apa sudah merasa lebih baik?" tanya Lee Joon.
Nina hanya mengangguk. Enggan untuk membuka matanya. Membuat Lee Joon perlahan ikut memejamkan mata. Ikut menyusul istrinya ke alam mimpi. Menikmati malam yang mulai merayap pagi di kota Seoul Korea.
******
Up lagi readers,
Jangan lupa like, vote, gift and comment ya,
Terima kasih sudah mampir,
Happy reading and salam sayang dari author, muah ππππ
***
__ADS_1