Cinta Dua Dunia

Cinta Dua Dunia
Bab 110


__ADS_3

Kebahagiaa jelas terlihat di seluruh wajah anggota keluarga Lee dan bu Ratna. Bahkan Jonathan pun tidak bisa menyembunyikan keharuannya ketika melihat Lee Joon keluar dari ruang bersalin. Dengan wajah bahagia bercampur tangis.


20 menit setelah Jae Kyung keluar. Lee Joon juga ikut keluar. Tidak ada kata-kata yang keluar dari bibirnya. Namun bahagia jelas tergambar di wajahnya.


"Kamu tidak akan sanggup mengatakan apa-apa begitu kamu keluar dari ruang bersalin. Setelah melihat bagaimana istri kamu berjuang melahirkan anak-anakmu. Aku jamin itu."


Sepintas ucapan Max terngiang di telinganya. Begitu keluar orang yang pertama dia peluk adalah mamanya.


"Ma....." ucapnya lirih. Airmata tidak sanggup lagi dia bendung.


Lee Joon menangis. Ya dia menangis. Setelah dia di dalam mati-matian menahan tangis di depan Nina. Agar sang istri merasa bisa mengandalkan dirinya. Tapi nyatanya di saat akhir dia tetap tidak bisa menahan tangisnya. Ketika bayi pertama mereka lahir kelegaan jelas terlihat.


Seorang perawat langsung menerima bayi merah itu setelahnya terus dibersihkan. Tangis bayi kecil terus terdengar nyaring di ruang bersalin itu. Sejenak Lee Joon tertegun. Satu bayinya sudah lahir. Tinggal satu lagi.


Hingga ketika cengkeraman tangan Nina mulai menguat lagi. Lee Joon dengan cepat merespon. Menggenggam balik erat tangan Nina. Perlahan dikecupnya kening Nina. Peluh dan air mata sudah bercampur menjadi satu.


"Maaf, maaf. Maafkan aku," ucapnya lirih. Saat Nina mulai mengejang lagi. Lee Joon bisa membayangkan rasa sakit yang tengah ditahan Nina. Andai, andai, dia bisa menggantikan rasa sakitnya. Ia bersedia melakukannya. Persis ucapan Max.


Berusaha mendorong bayinya keluar dari rahimnya. Satu kali gagal. Dua kali gagal. Nina mulai cemas. Dia sudah mulai lelah. Mulai kehilangan tenaga.


Namun dokter Rita masih tampak tenang.


"Istirahat sebentar tidak apa-apa Bu,"


Namun tidak bisa. Nina pikir dia harus segera melahirkan bayi yang satu lagi.


"Ayolah nak, tidakkah kamu ingin menyusul saudaramu melihat dunia. Mari berjuang bersama," batin Nina kepada bayinya.


Hingga tiba-tiba kontraksi itu datang lagi. Bayinya merespon, pikir Nina.


Dengan sisa-sisa kekuatannya. Nina mengambil nafas sebanyak yang ia bisa. Lantas menggunakannya untuk mendorong bayinya keluar. Detik berikutnya bayi itu terasa keluar dari rahimnya.


Suara tangis bayi Nina langsung memecah kesunyian ruang bersalin itu. Membuat bayi yang satu lagi ikut menangis. Seolah ikut menyambut saudaranya lahir ke dunia.


"So it's a boy, Pak, Bu. Yang dari kemarin malu-malu meong saat di USG. Wong anak lanang kok pemalu," celoteh dokter Rita menyambut bayi Nina yang kedua, yang ternyata laki-laki.


Derai air mata tidak bisa dibendung lagi. Ketika dua bayi itu bergantian diletakkan di atas dadanya yang terbuka guna melakukan IMD. Rasa sakit yang Nina rasakan sejak pagi langsung hilang seketika. Melihat bayi mungil itu bergerak-gerak lembut di atas dadanya. Mulut kecilnya bergerak-gerak mencari sesuatu yang akan menjadi sumber kehidupannya. Nina bahkan tidak peduli dengan perawat dan dokter Rita yang masih berada di bawah sana. Menyelesaikan pekerjaan mereka.


Satu bayi selesai langsung diserahkan kepada Lee Joon yang langsung berkaca-kaca. Suaranya bahkan hampir tidak keluar ketika dia meng-adzani putra dan putrinya. Lee Joon benar-benar spechless melihat dua bayi mungil yang tengah terbaring di kedua lengan kekarnya.


"Selamat Pak, Bu. Bayi kembar sepasang. Persalinan normal. Ibu benar-benar luar biasa. Biar si kembar memaksa lahir lebih awal. Tidak masalah. Namun kami tetap akan mengobservasinya selama beberapa waktu ke depan. Walaupun lahir 33 minggu tapi tetap terhitung prematur. Semoga semua baik-baik saja. Ibu akan segera dipindahkan ke ruang perawatan sebentar lagi. Dan si kembar sementara akan berada di inkubator," jelas dokter Rita panjang dan lebar.


Lee Joon berjabat tangan dengan dokter Rita.


"Terima kasih Dok atas bantuannya," ucap Lee Joon berkaca-kaca.


"Berterima kasihlah juga pada adik kembarmu. Saya pikir beban mentalnya lebih berat dibanding Bapak. Dia yang menemani istri Bapak sejak masuk ke sini. Tanpa persiapan sama sekali sebagai calon ayah," saran dokter Rita.


Dan begitu Lee Joon melepaskan diri dari pelukan sang mama. Lee Joon dengan cepat memeluk Jae Kyung yang masih duduk kursi tunggu.

__ADS_1


"Eehhhh. Apaan sih?" gerutu Jae Kyung setelah Lee Joon memeluk dirinya.


"Terima kasih. Terima kasih sudah menemani dia sebelum aku datang. Mereka sepasang laki-laki dan perempuan," ucap Lee Joon. Membuat Jae Kyung dan lainnya tersenyum bahagia.


"Kan aku sudah bilang. Mereka sepasang," balas Jae Kyung.


******


Ruang perawatan VIP,


Ruang itu dalam sekejap sudah penuh.Seluruh keluarga Nina dan tuan Lee sudah berkumpul di sana. Mereka takjub dengan kedua bayi kembar itu.


Dokter Rita mengizinkan dua bayi kembar itu keluar dari inkubator. Karena observasi pertama selama 6 jam bayi-bayi itu baik-baik saja.


"Oh ya Allah, lihatlah cantiknya. Gantengnya cucu mama," seloroh Sofia. Yang lain menimpali.



Kredit google.com


"Siapa dulu yang tanam benih," ucap Lee Joon yang langsung ditoyor kepalanya oleh sang papa.


"Sudah jadi ayah. Bicara jangan sembarangan," tuan Lee memperingatkan.


Tawa terbahak-bahak langsung terdengar dari sofa di sudut. Jae Kyunglah itu. Menertawakan kakak kembarnya.


"Kau juga harus menjaga sikapmu. Kau kan Om mereka. Aku tidak mau anak-anakku terkontaminasi sifat-sifatmu," balas Lee Joon.


*****


Malam semakin larut. Para orang tua memutuskan mencari makan malam. Mengingat sejak Nina masuk rumah sakit tadi pagi. Nyaris tidak ada orang yang bisa memakan apapun. Semua terlalu panik dengan kelahiran Nina yang jauh dari prediksi.


Jae Kyung masuk kembali ketika ponselnya tertinggal. Kala itu baby boy tengah tertidur dalam gendongan Lee Joon. Sedang baby girl baru saja selesai menyusu pada ibunya.


Sejenak Jae Kyung terdiam melihat pemandangan itu. Lantas meraih ponselnya. Ingin keluar dari ruangan itu.


"Kamu tidak ingin melihat mereka?" suara baritone kakak kembarnya membuat Jae Kyung menghentikan langkahnya. Lantas berbalik.


"Bolehkah?" tanya Jae Kyung.


Dan kedua orang itu langsung mengembangkan senyumnya.


"Tentu saja boleh," jawab Jae Kyung.


Pria itu mendekat.


"Yang cewek mana?" tanyanya antusias.


"Tu yang sama ibunya" jawab Lee Joon.

__ADS_1


"Hai, my girl," ucap Jae Kyung canggung. Nina tersenyum.


"Tidak ingin menggendongnya?" tanya Nina.


"Bolehkah?" tanya Jae Kyung lagi tidak percaya.


"Tentu saja boleh," jawab Nina sambil tersenyum.


Dan perlahan bayi kecil itu telah berpindah ke lengan kekar Jae Kyung.


"Hello, my princess. Nice to meet you," ucap Jae Kyung. Matanya jelas berkaca-kaca. Tidak bisa menahan haru di hatinya. Merasakan sosok mungil itu bergerak-gerak lembut di dalam gendongannya. Perlahan Jae Kyung mencium lembut pipi bayi mungil itu. Dan si bayi menggeliat pelan seolah merespon ciuman pipi dari Jae Kyung.


"Dia yang lahir pertama. Ketika kamu masih menemani Nina," ucap Lee Joon.


"Benarkah?" tanya Jae Kyung tidak percaya.


"Kamu bisa memberinya nama jika kamu mau. Kamu kan juga papanya," ucap Lee Joon lagi.


Kali ini Jae Kyung langsung menatap kakaknya. Yang kini telah berdiri di samping ranjang Nina. Keduanya tersenyum ke arah Jae Kyung.


"Kalian serius. Aku bisa memberikan nama untuk princess-ku ini?" tanya Jae Kyung tidak percaya. Terlebih ketika Lee Joon berkata bahwa dia juga ayah dari bayi yang tengah dia gendong.


"Iya, boleh, boleh, boleh," jawab Nina menirukan nada kartun Upin Ipin.


Sejenak Jae Kyung terdiam.


Lantas dia berguman, namun cukup jelas di dengar Lee Joon dan Nina.


"Kalyca Thalia Lee, kuncup mawar yang sedang mekar dalam bahasa Yunani."


Entah pernah membaca di mana. Tapi Jae Kyung ingin sekali menamai anak perempuannya kelak dengan nama itu.


Nina dan Lee Joon tersenyum mendengar nama itu.


"Aku harap princess-ku ini bisa menjadi seorang wanita yang cantik, anggun, pintar. Tangguh. Banyak disukai orang. Namun selalu bisa menjaga dirinya," ucap Jae Kyung pelan.


"Seperti ibunya."


Betapa hebat dirimu, menjaga dirimu dan hatimu dari semua yang mencoba mengganggumu dan menggodamu.


******


Up lagi readers,


Thank's sudah mampir,


Happy reading everyone,


Love you all 😘😘😘😘

__ADS_1


***


__ADS_2