Cinta Dua Dunia

Cinta Dua Dunia
3.Mencoba iklas


__ADS_3

"Segera ku gigit lengan dua rawang yang menyergap ku dan aku langsung kabur sebelum dukun itu menyemburkan air putih yang sudah bercampur ludahnya ke wajahku.


**Arrghh,!!


"As'ajag setan alas! gerutu seseorang rawang mengataiku.


aku langsung berlari menghindar kejaran mereka dan segera melesatkan motor ku dengan kecepatan tinggi.


"Wuushh,ngueeng,!!


Setibanya di rumah aku langsung membanting pintu kamar dan menangis sejadi-jadinya,rasa ingin mati saja saat ini karena percuma aku hidup kalau di sakiti seperti ini dan belum lagi nanti aku jadi buah bibir para tetangga gara-gara gagal lamaran.


"ah,,duhh,aku harus gimana,haruskah bajing'n itu aku santet agar mati saat hari pernikahannya atau apa aku guna-guna supaya dia balik sama aku ."pikiran ku sangat kalut saat ini.


Kepala ku yang biasanya selalu berpikiran positif dan selalu menjadi motivator teman-teman ku saat mereka sedang down, tiba-tiba di penuhi oleh pikiran dan aura negatif.


"Kamu kenapa lagi nduk?"kok nangis tanya ibu ku sambil mengusap rambut ku.


"Mas Dimas beneran mau nikah bu,,huuaa aku langsung nangis sejadi-jadinya di dalam pelukan ibu ku berharap wanita itu akan mencurahkan kasih sayangnya untuk menghiburku yang lagi galau tingkat dewa.


"sabarnya nduk, kalau kalian belum jodoh berarti mas Dimas bukan yang terbaik buatku,dan ALLAH mungkin sudah menyiapkan yang lebih baik buat kamu,"ucapan ibu seperti ucapan ku ketika menasehati teman-teman yang galau saat putus cinta atau pun di selingkuhin pacaranya.


Aku hanya mengangguk pelan dan mengusap air mataku.


"Besok gimana Bu?"tanyaku

__ADS_1


"ya udah nanti kue-kue yang sudah terlanjur di buat,kita bagikan ke para tetangga saja,kamu harusnya bersyukur karena kalian baru tahap mau melamar,coba kalau kamu di selingkuhin pas udah nikah pasti lebih sakitnya tuk di sini nduk?"ucapan ibu sambil menepuk dadanya membuat ku tersenyum mempertahankan ulaah konyolnya.


"Tenang aja,kamu itu cantik banyak cowok-cowok ganteng di luar sana yang mengantri cinta kamu,jadi santuy ajahh,no men no cry!!!"seperti anak-anak jaman now.


Aku seka air mataku, bener juga kata ibu aku ini cantik ngapain juga aku nangis di mas Dimas bajing'n itu.


HAri berganti,hari ini aku pergi ke kampus untuk mengambil legalisir ijazah.


"kamu rencananya mau kerja di mana"aku ayu?"tanya Cika.


"Aku mau cari kerja di Bandung saja kayanya di sana lebih menjanjikan dari pada di kampung,sahutku.


"Aku juga mau ikut kalau si mbok mengijinkan aku pergi,tapi kayanya ga mungkin,"keluh Cika.


"Ya udah kamu ngabdi sini saja, mudah-mudahan nanti kamu akan di angkat jadi PNS ,masa semua sarjana di kampung ini mau ke Bandung semua,harus ada satu dong yang menetap disini dan bangun kampung kita."jawabku memotivasi Cika.


"Aaaaminn,"jawabku singkat


"Kamu di undang ke nikahannya mas Dimas?"tiba-tiba pertanyaan itu keluar dari mulutnya Cika.


"kamu tau dari mana mas Dimas mau nikah?"


"Nih,di grup WhatsApp,"jawabnya sebari menunjukan pesan dar dimas yang mengirimkan undangan pernikahan di grup WhatsApp kampus.


Sial, bagaimana dia bisa tega-teganya menyebarkan undangan disini, pasti kini semua mahasiswa satu angkatan akan menertawakan aku, duhhhh!!mau di taruh di mana muka ku ini YA ROB.

__ADS_1


"Aku tidak di undang"jawabku ketus


"Jadi lamaran besok gagal dong?" tanya Cika hati-hati.


"Ya begitulah,lebih baik ketauan sekarang ci,dari pada selingkuh setelah kami menikah,malah parah,"jawabku berusaha keliatan tegar,secara aku kan motivator.


"Keren banget kamu ayu masih bisa tegar,klauan aku jadi kamu mungkin aku usaha bunuh diri kali,"jawab Cika membuat ku terkekeh dan sekaligus sedih.


"Setibanya di rumah aku langsung merebahkan tubuh ku ke sofa.


Tok..tokk..tokk!!


"Assalamualaikum,! terdengar suara orang bertamu di depan rumah,ku buka dan pintu rumah ku perlahan dan melihat siap yang datang.


"Jueegeeerrrrrr!!!!!


bagaikan petir disiang bolong,kedua manusia laknat dan bajing*n yang sudah membuat hidup ku hancur datang tanpa dosa memberikan undangan pernikahan pada ku membuatku rasa ingin sekali menghajar mereka hingga mampu*s.


Dengan senyum manis yang membuatku ingin mutah Tya memberikan undangan pada ku dengan nada mengejek dan sukses membuat ku jadi pecundang yang kalah perang.


Dengan penuh emosi dan amarah yang sudah di ubun-ubun,ku ROBEK undangan itu di hadapan mereka dan menghamburkannya ke udara, membuat keduanya marah dan langsung angkat kaki dari rumah kušŸ .


TO BE CONTINUED...


JANGAN LUPA KASIH LIKE,KOMEN,LOVE,DAN VOTE YA...

__ADS_1


MAKASIH..


__ADS_2