
" Ini foto beneran?" tanya Lee Joon tidak percaya.
"Iyalah. Orang aku sendiri yang ambil waktu itu. Emang kenapa?" Jae Kyung balik bertanya.
"Kai nyari kakaknya. Kamu nyari adiknya," ucap Lee Joon.
"Adiknya? Maksudmu?" tanya Jae Kyung tidak paham.
"Kalau yang difotomu benar, maka yang kamu cari adalah Tiffanny Hadiwinata. Adik tiri Kaizo Aditya," ucap Lee Joon. Sambil membalik layar laptopnya ke arah Jae Kyung. Menampilkan wajah manis seorang gadis.
Kredit Pinterest.com
"Betul dia orangnya?" tanya Lee Joon lagi.
Bukannya menjawab Jae Kyung malah melongo.
"Dia bukan orangnya?" tanya Lee Joon lagi sedikit kesal.
"Iya dia orangnya. Siapa tadi namanya?"
"Tiffanny Hadiwinata. 23 tahun. Lulusan UI jurusan Fashion Designer. Tapi selama ini terdampar sebagai kepala PR (Public Relation alias Humas) di HD TV," info Lee Joon.
"Wow," satu kata yang terucap dari bibir Jae Kyung.
"Dia adiknya Kai. Bisa habis aku dihajar Kai kalau dia tahu aku sudah tidur dengan adiknya," batin Jae Kyung sambil menelan salivanya.
"Lalu dimana dia sekarang? Hampir satu tahun ini aku mencarinya. Tapi tidak pernah ketemu," tanya Jae Kyung penasaran.
Lee Joon mengambil balik laptopnya. Sedikit mengutak-atiknya.
"Wah, sepertinya kalian berjodoh," ucap Lee Joon masih sibuk dengan laptopnya.
"Maksudmu?"
"Dia terbang ke Surabaya setahun lalu. Dan sepertinya menetap di sana. Karena tidak ada data dia kembali ke Jakarta baik dari jalur darat, laut maupun udara," jawab Lee Joon. Kembali membalik laptopnya.
Memperlihatkan data keberangkatan Tiffanny melalui bandara Soetta. Juga beberapa foto saat dia dibandara Soetta maupun saat keluar dari bandara Juanda, Surabaya.
"Tanggal itu...itu hari yang sama dengan waktu kami bercin**. Oh **** dia benar-benar pergi persis setelah bercin** denganku," batin Jae Kyung.
"Sebenarnya apa yang kamu rasakan padanya? Kapan kalian bertemu?" kepo Lee Joon.
"Entahlah. Aku sendiri tidak tahu apa yang aku rasakan padanya. Maka dari itu aku ingin memastikannya," jawab Jae Kyung.
"Terserahlah kalau begitu," ucap Lee Joon.
"Surabaya, here I come. Wait for me Tiffanny Hadiwinata."
****
Satu bulan kemudian,
Rumah keluarga Lee nampak begitu meriah. Beberapa orang tampak hilir mudik di sana. Semua nampak sangat bahagia.
Hari ini akan diadakan acara aqiqah buat si kembar. Mereka baru bisa melakukannya hari ini karena si kembar sendiri baru diizinkan pulang seminggu yang lalu. Setelah dokter Rita memastikan tidak ada masalah dengan kesehatan si kembar.
Taman di samping rumah sudah disulal menjadi sebuah area pesta. Sebuah dekorasi sederhana terpasang di sana.
Di beberapa sudut ruangan tampak tumpukan hamper juga sudah siap di sana.
All kredit google.com
Sedang di salah satu sisi, sebuah tempat penuh dengan set makanan prasmanan juga sudah siap menyambut para tamu yang kebanyakan adalah keluarga bu Ratna yang mengkhususkan diri datang ke Jakarta untuk melihat si kembar.
Kredit google.com
Mengingat Sofia dan tuan Lee anak tunggal. Serta tidak memiliki saudara yang tinggal di Jakarta.
Suasana nampak begitu meriah. Suara canda dan tawa tampak terdengar menggema di seluruh penjuru rumah itu. Semua bertambah heboh ketika teman-teman Nina dan Lee Joon datang berkunjung.
Karin dan Max, plus baby Rania yang masuk usia satu tahun. Sudah pandai merangkak dan mulai belajar berdiri. Sama dengan baby Arya-nya Nindy dan asisten Jo. Membuat riuh ruang tengah dengan tingkah lucu keduanya.
Mbah Dina-nya datang dengan baby Vino yang berusia 7 bulan. Sama dengan Maya dan Mike yang datang bersama si imut Keisha yang baru berusia 5 bulan.
"Astaga kamu hamil paling terakhir tapi sekalinya langsung dapat sepasang," seloroh Maya. Setelah meletakkan baby Keisha di strollernya karena sudah terlelap.
"Save the best for last," timpal Karin.
__ADS_1
Yang diangguki oleh yang lain. Sementara si kembar yang dibicarakan hanya meringkuk tertidur di box bayi mereka yang berukuran besar. Muat untuk keduanya.
Kredit google.com
"Lucunya. Ih gemes deh. Jadi pengen nyubit," seloroh mbak Dina.
"Jangan nyubit nanti dia nangis," teriak Jae Kyung yang baru turun dari lantai dua.
"Astaga, posesifnya Om-mu," ucap Nindy yang disambut cebikan bibir Jae Kyung.
"Kalau nangis kan ada kamu yang bisa gendong. Mumpung belum berangkat," timpal Nina. Membuat Jae Kyung langsung berlalu dari sana. Ikut nimbrung ke arah kumpulan hot daddy yang juga tengah mengobrol seru.
"Dia mau ke mana?" tanya Karin kepo.
"Mau ke Surabaya," jawab Nina.
"Ngapain?" tanya Maya.
"Menghindariku" jawab Nina lagi.
"Aiisshhh pede sekali dia," seloroh Karin.
"Beneran dia mau pergi?" tanya mbak Dinanya. Dan Nina mengangguk. Semua lantas melihat ke arah Jae Kyung yang kini sudah ikutan ngobrol seru.
"Kamu beneran mau ke Surabaya?" tanya Max pada Jae Kyung. Dan pria itu mengangguk.
"Menghindarinya?" tebak Max.
"Lebih tepatnya melupakannya," balas Jae Kyung.
"Ada yang kamu cari di sana. Aku mendengar darinya," Max melirik Lee Joon yang tengah mengobrol dengan Doni dan Mike. Sedang asisten Jo ada urusan dengan tuan Lee di ruang kerjanya.
"Duasar ember!" umpat Jae Kyung pada kakaknya.
"Kamu pernah tidur dengannya?" tanya Max, membuat mata Jae Kyung membola. Terkejut Max bisa menebak hal yang dirahasiakannya rapat-rapat.
Melihat reaksi Jae Kyung. Max tersenyum.
"Satu lagi. Dia masih perawan saat tidur denganmu. Benar?" dan lagi ucapan Max membuat Jae Kyung terkejut.
"Bagaimana kamu bisa tahu?" tanya Jae Kyung.
"Aku mantan penikmat ONS seperti kamu. Bedanya aku langsung tobat begitu ketemu Karin."
"Karin juga...?"
"Nggaklah. Aku tobat setelah ketemu dia. Mantan perawan-nya kakakku," ucap Jae Kyung menunjuk Nina dengan dagunya.
Satu keplakan mendarat di lengan Jae Kyung.
"Aduuhh!" Jae Kyung mengusap lengannya.
"Kamu mau dihajar kakakmu lagi," ucap Max. Membuat Jae Kyung nyengir.
Acara itu berlangsung hingga sore menjelang. Dan saat malam mulai merayap. Rumah itu sudah kembali sepi. Hanya suara tangisan si kembar yang kadang terdengar.
Membuat tuan Lee, Sofia dan bu Ratna tersenyum. Ketiganya kini duduk mengobrol santai di ruang tengah.
"Dua datang, satu pergi," keluh Sofia.
Bu Ratna memegang tangan besannya itu.
"Sabar, Jeng. Begitulah anak-anak," ucapnya menghibur.
"Padahal baru kemarin kami berkumpul. Sekarang dia sudah mau pergi lagi," curhat Sofia.
"Biarkan saja. Siapa tahu nanti dia pulang bawa mantu," seloroh tuan Lee.
"Beneran Pa?" tanya Sofia.
"Siapa tahu Jeng," timpal bu Ratna. Yang disambut wajah sumringah tante Sofia.
Jae Kyung di dalam kamarnya langsung bangun ketika mendengar tangis bayi dari kamar sebelah.
"Ada apa?" tanyanya begitu saja masuk ke kamar kakaknya.
"Astaga! Ngagetin orang aja!" maki Lee Joon.
"Hush ada bayi juga. Hati-hati kalau ngomong!" marah Nina.
"Abisnya orang ini main selonong masuk kamar orang. Kalau kita lagi "ngadon" pas kamu masuk gimana," ucap Lee Joon tanpa filter. Nina langsung mengeplak suaminya itu.
"Makanya kunci pintu," timpal Jae Kyung tanpa rasa bersalah.
Lalu perlahan mengangkat baby Lia yang baru saja diganti bajunya oleh Nina. Sebab itulah bayi itu menangis.
"Diam ya princess. Besok-besok lagi nangis yang kenceng biar ayahmu nggak bisa bobok, okay," ucap Jae Kyung tanpa dosa.
__ADS_1
"Duasar papa tidak punya akhlak. Mbok ya ngajarin tu yang bener. Ini malah ajaran sesat yang diajarkan," kesal Lee Joon. Sedang yang dimarahi malah asyik ngedumel tidak jelas dengan anak perempuannya.
Membuat Nina yang tengah memasang kain penutup untuk menyusui Hyun Ae hanya tersenyum. Melihat kelakuan dua pria yang membahasakan diri mereka ayah dan papa. Dia tersenyum geli lantas mulai menyusui Hyun Ae yang memang sudah rewel sejak tadi.
"Makanya bawa dia pulang secepatnya," ucap Lee Joon.
"Aku usahakan," jawab Jae Kyung. Sambil terus mengayun lembut baby Lia. Hingga bayi itu terlelap kembali. Lantas meletakkannya kembali ke boks bayinya yang berwarna pink.
Tanpa kata dia langsung keluar dari kamar kakaknya. Begitulah kebiasaan baru Jae Kyung. Pria itu tanpa ragu sering masuk ke kamar kakaknya jika mendengar suara tangisan bayi. Bahkan di tengah malam sekalipun.
Nina tersenyum.
"Benarkan kataku. Seluruh perhatian dan cintamu sekarang hanya untuk putriku."
*****
Hari keberangkatan Jae Kyung tiba. Pria itu tampak sudah bersiap. Dia tidak membawa barang apapun karena Rey, asistennya sudah menyiapkan semuanya. Sebenarnya selama setahun ini. Jae Kyung sudah bolak-balik Jakarta-Surabaya. Mulai merintis fashion magazine-nya di sana.
Semua tampak menunggunya di ruag tengah.
"Aku pergi dulu, Ma, Pa," pamit Jae Kyung memeluk mamanya dan papanya.
"Hati-hati nak," ucap Sofia tidak bisa menutupi kesedihannya. Melihat putra bungsunya akan pergi.
"Ma, aku akan baik-baik saja. Jangan khawatir," bujuk Jae Kyung. Sementara tuan Lee hanya mengangguk.
Dia perlahan mengecup baby Hyun Ae yang digendong bu Ratna.
"Papa pergi dulu. Jaga adik dan ibumu buat papa ya," ucap Jae Kyung yang langsung mendapat pelototan dari kakaknya. Hyun Ae hanya menggeliat pelan ketika Jae Kyung mencium pipinya.
Lalu perlahan mendekat ke arah Nina. Dimana baby Lia tengah tertidur.
"Ahhh princess-nya papa. Bolehkah papa bawa kamu?" ucap Jae Kyung berkaca-kaca. Perlahan dikecupnya lembut kening bayi mungil itu. Air mata Jae Kyung tak terbendung lagi. Dia yang menemani Nina ketika Lia lahir.
"Papa akan sangat merindukanmu," ucapnya pelan.
Lantas diciumnya lagi pipi bayi mungil itu. Lama dia menciumnya. Seolah tidak ingin melepasnya.
"Baik-baik dengan ayah dan ibu ya. Papa akan segera membawa mama pulang," bisik Jae Kyung di telinga Lia. Namun Nina bisa mendengarnya.
"Kami menunggunya," ucap Nina. Membuat Jae Kyung mengembangkan senyumnya.
"Berikan kami kabar baik secepatnya" kata Nina. Sambil menerima kembali baby Lia.
"Aku usahakan."
Lantas keluar rumah. Langsung masuk ke mobil dimana Lee Joon dan papanya sudah menunggu. Sejenak Jae Kyung menatap Nina sebelum akhirnya memakai kacamatanya.
"Aku akan benar-benar berusaha melupakanmu, Kalyca-ku." bisik Jae Kyung.
Mobil itu perlahan meninggalkan rumah tersebut.
"Aku berharap kamu akan menemukan kebahagianmu," batin Nina.
Dia tahu betapa besar cinta yang Jae Kyung miliki untuknya. Tapi semua itu tidaklah mungkin karena dia sudah menutup rapat pintu hatinya. Hati dan jiwanya hanya untuk suaminya seorang Lee Joon.
******
Lee Joon dan Nina tengah memandang si kembar yang sedang tertidur. Perlahan Nina berbalik lantas memeluk erat suaminya. Lee Joon lantas memeluk balik tubuh sang istri.
"Terima kasih untuk semuanya Hubby. Untuk kesabaranmu menungguku selama ini. Untuk semua cintamu yang kamu berikan hanya untukku. Untuk semua waktumu yang kau habiskan hanya untuk memikirkan kebahagianku. Terima kasih. Dan maaf jika aku selama ini hanya bisa memberikanmu jutaan luka. Maaf," ucap Nina.
Lee Joon tersenyum. Ingatannya seolah kembali ke masa 3 atau 4 tahun lalu. Masa di mana mereka bertemu untuk pertama kali. Meyakinkan diri bahwa Ninalah wanita yang benar-benar dia inginkan dalam hidupnya.
Hingga bagaimana usahanya meyakinkan Nina agar mau menerima cintanya. Sungguh bukan hal yang mudah dia lakukan. Mengingat berapa kali Nina menolak lamarannya.
"Aku juga berterima kasih. Kamu sudah mau bertahan di sisiku. Terima kasih sudah mau datang ke duniaku. Menyatukan semua sifat kita yang berbeda laksana dua dunia. Menghadapi sifatku yang kamu tahu sendiri. Dan terima kasih sudah berjuang untuk menghadirkan dua malaikat kecil kita. Aku mencintaimu, Karenina Putri."
"Aku juga mencintaimu, Suamiku Lee Joon."
Sejenak keduanya saling bertatapan. Dan detik berikutnya keduanya sudah saling memagut penuh cinta.
"Sesungguhnya cinta laksana menyatukan dua dunia yang berbeda. Duniamu dan duniaku. Hingga cinta dua dunia ini bisa menjadi satu."
**END**
Seasonnya Nina plus Lee Joon sudah tamat ya readers. Dan akan berganti dengan partnya Jae Kyung dan Tiffanny. Tapi setelah part Kai dan Natasya. Atau setidaknya setelah Kai dan Fanny gagal Nikah ( upss keceplosan) 🤭🤭🤭
Karena kisah Jae Kyung dan Fanny setelah season Nina plus Lee Joon dan Kai plus Natasya.
Anyway terima kasih untuk support kalian. Ini adalah novel pertamaku yang berhasil aku rampungkan. 🤗🤗🤗🤗
Sungguh hal yang menakjubkan bagi author yang seorang pemula. Ada yang bersedia membaca kehaluan author sampai segitu banyaknya. Terima kasih semua 😥😥🙏🙏🙏🙏
Kalian benar-benar membuat author terharu 😥😥 bahkan sampai pingin nangis 😭😭
So, sekali lagi terima kasih supportnya. Dan jumpa lagi di karya author yang selanjutnya,
Love you all 😘😘😘
__ADS_1
****