Cinta Dua Dunia

Cinta Dua Dunia
Bab 111


__ADS_3

Lee Joon baru saja turun dari Toyota Rush-nya ketika dilihatnya Kai. Sang sahabat keluar dari lobi rumah sakit. Lee Joon baru saja kembali dari kantor. Ada meeting yang tidak bisa dia tinggalkan. Sekaligus mengambil berkas-berkas yang akan dia kerjakan. Sambil menunggui sang istri dan bayi-bayinya.


Ini adalah hari ke empat sejak Nina melahirkan si kembar. Nina sebenarnya sudah baik-baik saja. Hanya tersisa rasa nyeri sedikit. Di bagian inti tubuhnya. Bayi-bayi mereka rencananya masih akan diobservasi hingga dua minggu ke depan.


"Hai bro, long time no see," sapa Lee Joon ketika keduanya bertemu si pintu masuk. Membuat Kai terkejut.


"Hai juga," sahut Kai sendu.



Kredit google.com


(Visual Kai dari karya author yang satu lagi. Kepoin juga ya 🤗🤗)


"Ada apa?" tanya Lee Joon. Ketika akhirnya kedua memutuskan untuk mengobrol sejenak.


"Tidak ada. Ahh aku dengar dari Jo istrimu sudah melahirkan. Dia baru dari sana menjenguknya. Selamat ya katanya kembar sepasang. Pasti lucu sekali," ucap Kai panjang lebar. Lee Joon tersenyum mendengarnya.


Kai tipe yang banyak membicarakan orang lain jika dirinya sendiri sedang ada masalah.


"Terima kasih. Cepatlah menyusul. Aku dengar kamu sudah menemukannya. Jadi cepatlah lamar dia," ucap Lee Joon.


Kai menghela nafasnya.


"Kenapa?" tanya Lee Joon.


"Dia kabur," jawab Kai singkat.


"Maksudmu?" tanya Lee Joon tidak paham.


"Aku sebenarnya gemas dengan sifatnya. Kalau punya masalah bukannya dihadapi, malah pasti ditinggal kabur. Apa susahnya sih tinggal bicara apa yang dia inginkan. Apapun akan aku berikan. Apapun akan aku lakukan. Bahkan ketika dia memintaku menikah dengan Fanny waktu itu," curhat Kai.


"Jadi waktu itu dia yang memintamu menikah dengan Fanny," tanya Lee Joon. Dan Kai mengangguk.


"Kamu tahu apa alasannya. Dia mengatakan Fanny sangat mencintaiku. Lalu bagaimana denganku dan dia. Dia dengan mudahnya menyuruhku menikah dengan Fanny. Benar-benar membuatku bingung," curhat Kai lagi.


"Apa kamu perlu bantuanku. Aku bisa menemukannya jika kamu mau," ucap Lee Joon sambil menyeringai.


"Benarkah? Aku minta tolong kalau begitu," pinta Kai.


"Tidak masalah. Beri aku sesuatu yang bisa aku gunakan untuk melacaknya," ucap Lee Joon sambil membuka laptopnya.


"Seperti apa?" tanya Kai tidak paham.


"Foto atau apapun," ucap Lee Joon.


"Ini foto terakhir dia. Dan mobilnya terakhir kali ditemukan di stasiun Jatinegara" sahut Kai.


"Kirimkan padaku fotonya. Stasiun Jatinegara. Berarti kemungkinan dia pergi dengan kereta api," ujar Joon mulai menganalisa.


Dan sejenak, jemari Joon menari diatas keyboard laptopnya.


"Dia turun di stasiun Wates. Aku menangkap wajahnya saat keluar dari stasiun. Bukankah ini dia?" tanya Lee Joon. Sambil membalik laptopnya. Membuat Kai bisa melihat gadis cantik yang sudah 3 minggu ini membuat kepalanya pusing. Rindu dan khawatir menjadi satu.


"Stasiun Wates. Di mana itu. Ah aku bisa pergi mencarinya. Sudah cukup kamu membuatku pusing. Waktunya pulang Sya. Anyway thank's bro atas bantuannya. Aku tidak tahu kalau kamu punya kemampuan seperti itu," puji Kai.


"Jangan sungkan. Cuma rahasiakan ini," bisiknya.


"Tidak masalah," ucap Kai.


Lantas keduanya berpisah.

__ADS_1


****


Lee Joon masuk ke ruang perawatan Nina. Bayi-bayi mereka sudah tidur di box bayi mereka.


"Sepi. Pada ke mana?" tanya Lee Joon.


"Kamu kembali. Pada cari makan siang," jawab Nina. Lantas mendudukkan diri di sisi ranjang. Sedang Lee Joon menghampiri box bayi mereka. Melihat si kembar yang tengah tertidur.


"Rewelkah?" tanya Lee Joon.


"Tidak, tadi ada Jae Kyung yang bantuin gendong Lia. Kamu tahu kan Lia sangat anteng sama Jay," ucap Nina.


"Anaknya," guman Lee Joon.


"Kamu rela membagi anakmu dengannya?" tanya Nina.


"Hanya sekedar istilah. Tapi kalau dia beneran menganggap Lia anaknya bukankah bagus. Setidaknya dia tidak akan mengganggu ibunya. Lagipula dia akan ke Surabaya bulan depan," cerita Lee Joon. Sedang Nina hanya mendengarkan.


"Aku ketemu Kai di bawah," kata Joon. Dia masih terus mengamati si kembar bayinya.


"Ngapain dia ke rumah sakit?" tanya Nina.


"Ketemu Jocelyn katanya," jawab Lee Joon.


"Dokter Jocelyn baru dari sini. Sama pacarnya mungkin. Ganteng orangnya."


"Iya. Kai juga cerita dia lagi pusing. Natasya kabur katanya."


"Kabur ke mana?"


"Dia naik kereta api. Turun di stasiun Wates."


Joon terdiam.


"Aku paling salut sama Kak Kai. Dia tajir tapi low profile. Ke mana-mana cuma naik Vios."


"Siapa bilang dia low profile. Dia punya Buggatti Centodieci satu. Tapi di rumahnya di Singapura." info Joon.



Kredit google.com


"Dia punya rumah di Singapura?"


"Iya."


"Dasar kalian para pria tidak bisa lepas dari yang namanya mobil mewah " gerutu Nina.


"Itu passion kami Bu," jawab Lee Joon sambil nyengir. Sedang Nina mencebik kesal.


****


Jae Kyung sedang melamun di balkon rumahnya. Balkon yang terletak di antara kamarnya dan kamar Lee Joon, kakaknya.


Dia sedang menikmati rokoknya. Sambil sesekali memandang layar ponselnya. Dimana tampak foto seorang gadis setengah naked terpampang di sana. Saking asyiknya memandang ponselnya. Dia sampai tidak sadar kalau Lee Joon, kakaknya. Sudah berada di belakangnya.


Lee Joon kepo.Dia dan adiknya sama. Kalau lagi galau larinya ke rokok. Jadi dia pun sedikit mengintip dari balik punggung Jae Kyung. Dan sedikit terkejut mendapati sang adik sedang memandangi foto seorang gadis. Lebih terkejut lagi dalam foto itu gadis itu terlihat naked.


"Woi foto siapa itu. Kamu pandangin gak berkedip. Foto porno gitu," teriak Lee Joon membuat Jae Kyung melompat kaget.


"Astaga bambaaaaannggg! Bikin jantungan orang aja. Aku metong gimana?" protes Jae Kyung.

__ADS_1


Sang kakak hanya nyengir.


"Siapa itu? Tumben mandangin foto anak orang," ledek Lee Joon.


"Sialan! Emangnya aku biasa mandangin apa kalau bukan anak orang," Jae Kyung kembali protes.


"Siapa?" tanya Lee Joon.


"Gak tahu!" jawab Jae Kyung sebal.


"Gak tahu kok dipandangin dari tadi," ejek Lee Joon.


"Aish tidak tahu ya tidak tahu. Ahh kalau gak bisa bantuin mending diam saja," jawab Jae Kyung kesal mode on.


"Aku bisa bantu kalau kamu mau" ucap Lee Joon. Berubah serius.


"Beneran?"


"Ayo kalau tidak percaya," tantang Lee Joon.


Akhirnya Jae Kyung mengikuti langkah kakaknya masuk ke ruang kerjanya. Membuka laptopnya.


"Kirimkan fotonya," perintah Lee Joon.


"Nanti kamu buang ya setelah selesai," Jae Kyung menatap ragu kakaknya.


"Astaga aku tidak doyan perempuan lain selain kakak iparmu. Sini!" ucap Lee Joon.


"Cihh," Jae Kyung mendecih sebal.


"Sudah," ucap Jae Kyung.


"Kita mulai,"


"Kamu mau ngapain sih sebenarnya?" tanya Jae Kyung.


"La katamu pengen tahu cewek porno di ponselmu itu siapa. Ya tak cariin to. Mumpung aku lagi baik hati hari ini. Nolongin Kai, lalu nolongin kamu. Kurang baik apa lagi coba?"


"Cih sombong! Kai nyari siapa?" kepo Jae Kyung.


"Nyari calon istrinya yang kabur ke Jogya," jawab Lee Joon.


"Haaa?"


Jae Kyung sedikit tahu tentang cerita sahabat-sahabat kakaknya. Yang lambat laun jadi temannya juga.


"Got it."


"Dapat? Siapa?" kepo Jae Kyung. Berbulan-bulan mencari tak dapat hasil membuat Jae Kyung frustrasi. Tapi dengan kakaknya dalam hitungan menit ia bisa dapat hasilnya.


****


Up dikit readers,


Thank's sudah mampir and dukung author,


Happy reading everyone,


Love you all 😘😘😘😘


*****

__ADS_1


__ADS_2