
Hari pertama mengajar membuat ku sedikit melupakan Dimas, kerena ini pertama kalinya aku mengajar tentu saja merasa grogi di dalam kelas.
Selesai pulang ngejar aku terpaksa pulang sendiri karena WITA masih ada jam tambahan mengajar kelas dua belas.
**ciiitt!!
Sebuah motor berhenti didepan ku.seorang lelaki tampan yang begitu familiar melepaskan helmnya dan tersenyum kearah ku.
"Lagi nunggu angkot ya?"tanya ramah.
"Iya"
"Kalau mau pulang barang aja, kebetulan aku juga mau pulang,"ucap David ramah.
Aku langsung mengangguk dan duduk di belakangnya.
"Tapi karena aku tidak bawa helm,kita lewat jalan kampung saja ya, takut di tilang polisi,"ucapnya sambil menyalakan motornya.
Ia memutar motornya melewati jalan perkampungan, sebenarnya agak aneh sih ketika jalan yang di lewati seperti kampung sepi,pada hal hari masih siang,masa tidak ada mahluk satu pun yang berada di jalan.
Ia menghentikan motornya mendadak, membuat kepalaku terbentur helmnya.
"Aww!!ku pijet lembut kepala ku yang terasa sedikit nyeri setelah terbentur helmnya.
Ku coba melihat kedepan kerena penasaran ada apa si sampai di David mengerem mendadak motornya.
Aku melihat seorang wanita cantik memakai baju serba hitam menghadang jalan kami, wajahnya terlihat menyeramkan kerena seperti ia sedang kesel terhadap seseorang.
"Minggir!! jangan halangi jalan kami!"bentak David.
"Aku tidak akan pergi sebelum kamu mengusir anak manusia itu dari hidupmu!"tegasnya sambil menatap tajam kearah ku, membuat ku sedikit ketakutan.
"Tidak bisa,apa urusanmu melarang aku bersama dia!"jawab David lebih ketus dari si wanita berkerudung hitam itu.
Sebenarnya siap dia, kenapa ia begitu membenciku,apa salahku padanya,apa dia pacarnya mas David,terus dia marah padaku kerena aku bersama kekasihnya.
"Maaf mas,lebih baik aku pulang sendiri saja, supaya mas bisa menyelesaikan urusan mas sama mbak nya, jawab ku pelan.
__ADS_1
"Gak usah,gak ada masalah aku sama kuntilanak itu,dia aja yang cari gara-gara!"sahut David sambil menarik lengan ku.
"Tapi.."belum selesai aku bicara ia langsung menyuruh ku untuk duduk kembali.
"Duduk atau kamu akan celaka bila jauh dariku'"ucap nya membuat ku ketakutan.
Sepanjang perjalanan aku termenung memikirkan wanita berkerudung hitam itu.
"Sudah sampai ayu,apa kamu tidak mau turun,"ucap David mengagetkan aku dari lamunan ku.
"Ehhh, sudah sampai ya,"ucap ku.
"Kamu ngelamun ya?"tanya David.
"Iya ,aku teringat sama mbak yang tadi,apa dia pacar kamu?"tanya ku memberanikan diri.
"Dia itu calon istri ku,kami di jodohkan oleh orang tua kami,tapi aku tidak mau di jodohkan, makannya aku lari dari rumah dan memilih kos disini,"jawabnya.
"Tapi sepertinya wanita itu sangat menyukai kamu?"jawab ku hati-hati.
"Kamu benar,tapi aku tidak bisa mencintai nya,"jawab David sambil memarkirkan motornya.
"Mbak baru ya?"tanya lelaki itu.
"Iya"
"Oh,,ya mbak perlu saya kasih tau kalau semua penghuni kos boleh masak disini tapi untuk membeli gas nya bergantian ya, kalau sekarang giliran saya, nanti setelah gas ini habis, giliran mbak yang beli,"tuturnya.
"Baik mas,"jawab ku.
"Kemana aja Ki, udah dua hari gas abis gak kamu beliin kebiasaan kamu...awas kalau nanti kaya gitu lagi ,aku usir loh..dari sini,"cibir seseorang wanita yang keluar dari kamarnya.
Deg,, rasanya sedikit kaget kerena semalam aku lihat sendiri David masih memasak dua bungkus mie rebus memakai kompor itu.
"Tapi semalam masih nyalah ko Bu,kompornya,"ucapku pelan.
"Jangan halu neng, emangnya semalam kamu masak apa ,ko ga ada bau-bau masakan semalam,"jawab wanita itu membuatku mengernyitkan dahi ku.
__ADS_1
"Bukan saya yang masak bu,tapi teman saya masak mie rebus sekitar pukul setengah sembilan malam kalau ga salah,"jawabku.
"Mana mungkin jam segitu kita masih pada ngobrol disini,tapi ga ada itu orang yang masak di dapur, jangan-jangan teman kamu itu setan neng,"jawab wanita itu sambil terkekeh.
"Tapi semalam bukannya jam delapan malam aja udah sepi ya, kerena pas aku lihat semua pintu tertutup rapat dan tidak ada satu pun orang diluar kamar.
"Si neng ini kebanyakan halu, orang kita liat ko kamu pindah,terus jam delapan malam kamu keluar celingukan tanpa menyapa kami yang sedang duduk-duduk di depan kamar ,aku pikir kamu sombong makanya kita diemin kamu ketika kamu bolak-balik dapur sambil ngomong sendiri,"Jawab si ibu membuat ku bergidik ngeri.
"Oh ya neng,kamu itu harus hati-hati tinggal di situ harusnya di adakan pengajian terlebih dahulu sebelum menempati kamar itu secara kamar itu udah lama kosong, kerena penuturan yang pernah menempati kamar itu banyak mahluk halusnya yang bersemayam dikamar itu,tapi ku salut sama kamu berani tinggal di situ,"ucap wanita itu.
"Jangan-jangan temen yang diceritakan itu adalah salah satu penghuni kamar itu, makanya tidak kelihatan!!'cibir seorang wanita.
Lainnya semakin membuat ku ngeri.
"Temen ku itu tinggal di kamar samping dapur ko,namanya David,"tambahku membuat mereka semua tercengang dengan mulut menganga.
"David!!"ucapnya bersamaan.
"Iya David,dia tinggal di situ bersama temannya cuman aku tidak tanya siap nama temennya,"imbuhku.
"Yang kos disitu mah si Kiki sendiri, emang nya kamu bawa teman semalam Ki?" tanya wanita itu pada lelaki itu yang sedang memasang tabung gas.
"Semalam ada teman ku yang menginap disini namanya Radavid,maaf belum laporan tapi sekarang dia sudah pergi kok,"jawabnya membuat ku sedikit lega.
Aku segera masuk kedalam kamar dari mendengarkan ocehan para tetangga yang justru semakin menakutiku dengan cerita serem, akhirnya terbesit ide untuk memperkenalkan David kepada mereka agar mereka percaya sama aku dan tidak menganggap ku halu lagi.
Setelah berganti pakaian aku segera menuju halaman depan untuk mengajak mas David masuk.
Tapi sayangnya aku tidak melihat mas David Susana,motornya juga tidak ada, membuatku sedikit kecewa.
"Kamu dimana David?"ucap ku dalam hati.
"Kenapa mencari ku,"jawabnya David yang tiba-tiba muncul di depan ku membuat jantungku mau copot.
TO BE CONTINUED..
JANGAN LUPA UNTUK LIKE KOMEN LOVE DAN VOTE YA...
__ADS_1
TERIMAKASIH...