
Rasanya aku puas melihat dua manusia laknat itu pergi dari rumah ku dengan kesal.
"Drett,,dreeet,,,dreet,,!"
"Halo,wit,ada apa?"
"kamu udah lulus kuliahkan ayu?"
"sudah memangnya kenapa?"
"Disekolahkan ku sedang membutuhkan guru biologi,kamu mau gak ngajar disini?"tanya Wita.
"Ok,aku mau,tapi besok aku baru bisa datang berangkat ke Surabaya nya, bagaimana? tanyaku.
"Iya ga papa,kan Senin baru ngajarnya.jawab Wita membuatku senang.
setidaknya aku bakal punya kegiatan yang akan membuat ku melupakan mas Dimas.
Minggu paginya aku bersiap-siap untuk berangkat ke Surabaya,sebelum Bayu datang ke rumah ku.
Bayu adalah cowok terkeren di kampus tapi sayang nya dia playboy.makanya walau pun rumah ku berdampingan tapi kami tidak begitu dekat.
"Kamu gak kondangan dulu ke mantan kamu itu ayu?"tanya Bayu yg tiba-tiba datang dan menggoda ku.
"Males ah,takut hilaf aku,"jawabku acuh
"Hilaf kenapa?"tanyanya penasaran
"Hilaf pengin nyekik dan Bun*h mempelainya,"jawabku sambil di sambut kekehan Bayu
"kayanya kamu belum bisa move on dari si Dimas ya?"tanyanya hati-hati
"Bukan belum bisa move on Bayu tapi masih shock ajh,soalnya kan harus hari ini dia melamar aku eehhh malah nikah sama orang lain,"jawab ku menahan air mata yang sudah hampir jatuh.
"kamu mau balas dendam ga?"tanya Bayu
__ADS_1
"Balas dendam gimana?"jawabku kesal
"Kamu datang ke sana sama aku,dan pura-pura jadi pacar aku gimana.secara aku juga lagi jomblo,tengsinlah kalau cowok sekeren aku datang ke pesta pernikahan sendiri,apa kata dunia?"ucapnya sombong
Gila nih playboy, bisa-bisa nya nawarin ide konyol seperti itu padaku,dasar gila.
ehh,,tapi ada benarnya juga secara dia itukan cowok famous di kampus dan banyak yang tergila-gila sama dia, akhirnya aku setujuh datang kenikahan Dimas bersama Bayu.
"Ya udah tunggu bentar aku ganti baju dulu,"aku segera berbalik ke arah kamarku namun Bayu dengan sigap menarik lengan ku dan memberikan paper beg pada ku.
"Pakai baju itu!"perintah nya memaksa
Aku mengangguk dan segera masuk ke dalam kamar ku.selesai berdanda aku segera keluar untuk menemui Bayu yang sudah rapih menunggu ku di luar rumah.
"Anj"r!!! loh cantik banget ayu,gak sia-sia aku berikan baju itu buat kamu.kenapa aku baru sadar ada bidadari cantik di samping rumah aku,"Bayu menatapku takjub dan memujiku habis-habisan,tapi bukan Ayunda Oktaviani namanya kalau cepat tergoda oleh rayuan gombalannya.
"Udah gombalnya?"jawabku ketus
"Iiiihhhhh!!!!! jangan galak-galak gitu dong ayu nanti luntur loh cantiknya,"ledek Bayu
"Kita kondangan pakai motor ini?"dasar stress susah aku duduknya kalau pakai motor gini,udah!mending bawa motor aku ajhh dehh,usulku padanya
"Gak mau, pokoknya naik motor ini,kamu kan bisa angkat rok kamu,anggap ajahhh sedekah,"ucapnya sambil tertawa
"Ogaah!!!!sahutku berjalan meninggalkan bayu
"Baik sayang,aku ngalah deh,kita paket motor kamu,"jawabnya mesra.
aku langsung duduk di belakang dan ia pun melesatkan motor nya.
Setibanya di tempat resepsi,bayu menggandeng mesra lengan ku membuat semua mata tertuju pada kami, begitu juga dengan Dimas yang terus menatap ku tanpa berkedip,Bayu benar-benar seperti artis sinetron sangat pandai berakting membisikkan sesuatu padaku sangat dekat hingga mungkin orang melihat nya sedang mencium ku, membuat Dimas mengepalkan tangannya, rasanya ada kepuasan tersendiri melihat Dimas cemburu,apa lagi ketika Tya mencubit pinggang dimas, kerena mata terus mengikuti ku kemanapun aku pergi.
Belum lagi tingkah Bayu yang menyuapiku saat sedang menikmati hidangan yang di sediakan semakin membuat Dimas makin gram,yesss aku menang!"sorakku dalam hati.
Dimas seakan tahu isi hatiku,ia bahkan tidak pernah melepaskan genggaman tangannya sampai kami memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai
__ADS_1
Aku lihat seperti ada sesuatu yang ingin ia sampaikan padaku,tapi aku sudah tahan karena air mataku tiba-tiba saja akan turun membasahi pipiku dan aku tidak mau Dimas melihatku bersedih.aku segera mengayuhkan lengkahku meninggalkan pelaminan menuju parkiran sedangkan Bayu segera berlari menyusulku.
"Ko buru-buru banget sih?"tanya Bayu sedikit kecewa
"Maaf ya bay, gara-gara aku kamu tidak bisa menikmati pestanya,aku sudah di tunggu Wita,makanya harus buru-buru berangkat ke Surabaya,"jawabku sengaja mengarang cerita agar Bayu percaya.
"Iya,aku ngerti kok,udah naik,"jawabnya singkat
Sepanjang jalan air mataku mulai membasahi wajahku, rasanya lebih sakit ketika melihat kedua penghianat itu tertawa bahagia di pelaminan,tanpa memikirkan bagaimana perasaan ku.aku terus menyeka air mataku yang terus-menerus turun tanpa henti, sedangkan Bayu memandang ku dari kaca spion
"Kenapa tadi kamu gak cekik mereka?"tiba-tiba Bayu bersuara seakan-akan tahu apa yang aku pikirkan.
"Gak ah,takut penjara, nanti aku gak bisa ngerasain nikmatnya kawin,"jawabku membuat Bayu terkekeh.
"Dasar cabul,udah patah hati juga bisa-bisanya mikirin kawin pasti kamu udah kebelet pingin kawinnya?"tanyanya membuatku malu.
"Sotoy!!!"nyinyir ku membuatnya kembali tertawa.
"Ya udah sekarang mana barang-barang kamu,biar aku antar ke terminal?"tanyanya
"Aku segera mengeluarkan tas ranselku dan sebuah kardus yang berisi sedikit oleh-oleh buat Wita.
setelah berpamitan dengan ayah dan ibu aku langsung duduk di belakang Bayu dan bersiap pergi.
"Hati-hati nduk,jangan lupa sholat dan ngaji, ingat kamu hidup di kampus orang jadi harus ramah dan berbaur dengan orang lain agar mudah mendapatkan teman,"pesan ibu
"Inggih Bu,ayu pamit ngihh,
assalamualaikum,"ucapku
"waalaikumsalam,"jawab ibu dan ayah sambil melambaikan tangannya ke arahku .
TO BE CONTINUED...
JANGAN LUPA KASIH LIKE KOMEN LOVE DAN VOTE YA...
__ADS_1